
Saat makan siang, mama Vivian datang keperusahaan.
Didepan ruang Alfa.
"Tante! " sapa Rihana.
"Bagaimana kabar mu Rin? " tanya mama Vivian ramah.
Rihana bangkit dan menghampiri mama Vivian.
"Saya baik saja tante! Tante apa kabar? " tanya Rihana balik.
"Tante juga baik-baik saja! Ayo temani tante kedalam! " minta mama Vivian.
"Maaf tante, saya masih ada pekerjaan! Saya harus menyiapkan nya dulu! " menolak dengan halus.
Mama Vivian langsung menyambar tangan Rihana dan membuka pintu ruangan kerja Alfa.
Pintu pun di buka.
Alfa mengalihkan pandangannya dari laptop yang ada didepan nya.
"Mama! Kenapa tidak bagi tahu mau datang kesini? " tanya Alfa sembari berjalan menuju mama nya.
"Datang menemui anak dan calon menantu mama, apa harus ijin dulu!" celetuk mama Vivian separuh bergurau.
Mendengar ucapan wanita paruh baya itu, membuat wajah Rihana panas. Dia membelakangi dua orang yang ada didepannya untuk memulihkan kondisi nya yang merasa malu.
Alfa menahan senyum melihat Rihana yang kegeeran. "Ini, mama bawakan makanan kesukaan mu! " Mama Vivian meletakkan kotak makanan yang dia bawa.
"Cukup mama datang tanpa harus membawa makanan juga saya sudah senang! " ucap Alfa sembari membuka bekal yang dibawa oleh mamanya.
Mama Vivian duduk di samping Alfa, sementara Rihana masih berdiri terpaku menatap kedekatan antara ibu dan anak itu.
"Rin, duduk lah disini! " mam Rihana menepuk sofa sofa disebelahnya.
Rihana begitu canggung bergabung bersama keluarga itu.
"Maaf tante, saya pergi dulu. Karena sekarang sudah makan siang, saya ada janji bersama teman untuk makan bersama di kantin! "
"Kamu! Duduk lah! Apa kamu tega mengabaikan mama ku yang sudah mengajak mu? " suara Alfa terdengar berat.
Mata mereka berdua saling beradu.
"Mentang-mentang kamu bos disini,apakah semua yang keluar dari mulut mu harus di ikuti? " batin Rihana.
"Apa yang kamu fikirkan? Apa kamu mengumpat ku dalam hati? " sindir Alfa.
Mata Rihana terbelalak mendengar ucapan Alfa yang bisa tahu apa yang ada dalam fikiran nya.
"Aku tidak memikirkan apa pun tuan! Lagian saya tidak memiliki keberanian untuk berkata atau bahkan berfikir buruk pada orang yang sudah memberi saya pekerjaan! " Rihana menampik.
"Sudah lah, kamu jangan kasar seperti itu pada calon menantu mama! " sela Vivian.
"Kami tidak memiliki hubungan apa pun! ! " Alfa dan Rihana serentak membantah.
Mama Vivian terperangah mendengar mereka berdua bisa serentak dalam menyampaikan keberatannya.
__ADS_1
"Hahaha! " Kalian pasti memang berjodoh. " ucap mama Vivian.
"Sudah jangan lagi berdebat, makan lah dulu. Kamu juga Rin, makan lah tante bawakan dua bekal untuk kalian berdua. "
Tak bisa menolak permintaan tante Vivian yang cukup baik padanya. Rihana menyendok makannya perlahan tapi pandangannya tetap fokus pada bekalnya. Dan bahkan sengaja untuk tidak melihat pada Alfa.
"Saya sudah selesai tante, saya keluar dulu karena ada pekerjaan yang harus saya kerjakan! " ucap Rihana.
"Baiklah, kamu boleh pergi! " balas Vivian.
Alfa pun sudah selesai dengan makanannya.
"Pekerjaan apa yang akan kamu kerjakan. Perasaan aku tidak ada memberikan pekerjaan yang penting dan mendesak! " celetuk Alfa.
"I-itu punya beberapa hari yang lalu! " jawab Rihana berbohong.
Alfa tersenyum, karena dia ingat tidak ada pekerjaan yang begitu penting yang harus dikerjakan oleh Rihana.
Tanpa menunggu persetujuan dari Vivian dan Alfa, dia keluar dengan segera.
Ketika diluar.
"Syukur sudah bisa keluar dari sana! "gumam Rihana.
Setelah beberapa jam, Vivian keluar dan disusul oleh Alfa.
" Mama pulang dulu ya! "
"Rin, tante pulang dulu ya. Nanti main-main kerumah. Alfa jangan lupa bawa dia kerumah! " Vivian mengingatkan.
Setelah kepergian Vivian, Alfa dan Rihana tak sengaja saling bertatap mata. Sontak saja membuat Rihana jadi serba salah.
Rihana kembali duduk di bangkunya dan memilih untuk tidak menatap ke arah Alfa yang masih berdiri di depan pintunya.
"Kamu masuk lah, masuk, masuk! " batin Rihana.
Bukan nya masuk, Alfa malah semakin mendekat ke arah mejanya.
"Malam ini,kamu jangan pulang dulu. Temani saya ! " minta Alfa.
"Tapi tuan... "
"Saya tidak menerima penolakan! " tegas Alfa dan langsung membelakangi Rihana yang masih memperhatikannya.
Saat jam pulang, tanpa menunggu lagi Rihana langsung turun ke lantai bawah.
Rihana melihat kekiri dan ke kanan, tidak ada orang lain. Dan berusaha menghentikan taksi yang lewat.
Taksi berhenti didepannya. Ketika ingin masuk ponsel nya berdering. Rihana menghentikan langkah dan merogoh kedalam tasnya.
"Aduh, bagaimana ini? " Rihana gelisah.
Alfa masih menunggu Rihana untuk menjawab panggilannya.
"Berani-berani nya dia pergi! " Alfa melihat meja kerja Rihana sudah kosong.
"Hallo! " jawab Rihana.
__ADS_1
"Jika kamu pergi sekarang, maka besok tidak usah masuk kerja lagi! " ancam Alfa dan menutup teleponnya.
Mendengar ancaman Alfa, seketika nyali Rihana menciut. Dengan wajah yang tidak iklas, dia kembali masuk kedalam perusahaan. Penjaga yang berdiri di pintu tersenyum pada Rihana.
"Ada yang tinggal nona? " tanya nya ramah.
"Iya, keberanian ku tinggal di atas! " jawab Rihana kesal.
Penjaga bingung dengan jawaban Rihana yang tak jelas tersebut.
Saat pintu lift terbuka, Alfa dan Sami sudah berdiri di depannya.
Rihana yang bersandar malas hanya terdengar suara lenguhan nafasnya.
Ketika Rihana ingin menuju keluar lift, Alfa pun masuk.
"Kamu mau kemana? Apa kamu mau disini sampai besok? " tanya Alfa.
Rihana yang kesal bertambah kesal. Dia pun kembali masuk kedalam lift. Dia memilih untuk berdiri paling belakang.
Sementara Alfa terlihat puas mempermainkan Rihana sudah tidak bisa lagi menyembunyikan wajah kesalnya.
Mereka pun tiba di bawah, penjaga yang melihat Rihana bersama Alfa tidak berani untuk bertanya lagi.
Alfa, Rihana dan Sami berjalan menuju mobil,mereka pun berangkat.
20 menit perjalan mereka berhenti di sebuah butik yang langganan Alfa dan keluarganya.
Mereka pun keluar dari mobil.
"Apa ini tempat yang ingin tuan kunjungi? " tanya Rihana dengan nada sindiran.
Alfa hanya melihat sekilas pada Rihana dan melangkah masuk kedalam butik.
Saat di dalam, mereka dilayani dengan sangat baik. "Apa yang bisa kami bantu tuan? " tanya pekerja.
"Bantu dia memilih pakaian untuk ke acara pernikahan!" ucap Alfa.
"Mari ikut saya nona! " pelayan pun mengajak Rihana menuju deretan gaun yang ada di bagian lain butik tersebut.
Sembari menunggu, Alfa mengeluarkan ponselnya dari saku jas nya.
Sebuah pesan berupa gambar yang dikirim oleh seseorang padanya.
"Sekarang kalian tahu siapa aku! " gumam Alfa dengan senyuman licik.
Setelah menunggu beberapa saat, Rihana kembali dengan memakai gaun berwarna merah maron yang cukup pas di badan Rihana yang langsing. Gaun yang hanya mengenakan lengan sebahu menunjukkan kulit putihnya. Ditambah dengan hiasan yang cukup bling-bling.
Alfa terasa tersihir oleh kecantikan Rihana yang selama ini begitu tertutupi dengan kepolosan Rihana.
"Ini saja! " ucap Alfa.
Pelayan itu pun tersenyum, karena puas atas pilihan nya.
"Tolong bagian rambutnya! " imbuh Alfa.
"Baik tuan, kami akan melakukan sebaik mungkin! " jawab pelayan.
__ADS_1
Rihana dan pelayan tadi kembali berjalan meninggalkan Alfa yang tetap setia menunggu .