
"Aku minta maaf karena tidak sengaja membuat mu terjatuh ! " ujar Alfa.
Rihana bangkit di bantu oleh Alfa.
"Kenapa hari ini tuan begitu emosi? " tanya Rihana sambil mengusap kedua telapak tangannya.
"Tadi aku melihat kotak cincin itu ada di meja ku. Aku berpikir kamu tidak menerima hati ku. Tanpa membukanya, aku emosi dan membuang kotak itu kedalam tempat sampah! " jelas Alfa dengan bahagia.
"Sakit punggung ku! " bibir Rihana mengerucut.
"Aku minta maaf! Kamu tidak marah kan? " ucap Alfa memujuk.
Rihana mengangguk tersenyum.
Alfa langsung memeluk Rihana sehingga dia merasakan dada nya susah bernafas.
"Tu-tuan! Sa-ya susah nafas! "
Alfa pun langsung melonggarkan pelukannya.
"Aku minta maaf, aku terlalu senang!" jelas Alfa.
Satu minggu berlalu, hubungan Alfa dan Rihana semakin mesra. Dan bahkan mereka tidak segan menunjukkan ke akraban mereka di depan karyawan yang lain.
Pagi ini, semenjak mereka jadian. Alfa selalu menjemput Rihana.Dan Rihana sedikit merasa tidak enak jika tetangga rumah nya melihat Alfa datang dengan mobilnya.
Masih pagi, tapi para tetangga akan berkumpul di salah satu halaman rumah tetangga yang rumahnya berhadapan dengan rumah Rihana.
"Lihat itu, pemuda itu datang lagi." bisik ibu Leony.
"Mungkin dia merasa hebat, bisa di antar jemput sama bosnya. Mana ada seorang bos mau dengan karyawan rendahan seperti dia? " cibir ibu yang lainnya.
Para kumpulan ibu-ibu penggosip menggoreng habis-habisan tentang Rihana.
Saat Rihana keluar, para ibu-ibu itu memalingkan wajah mereka. Seolah-olah mereka tidak perduli .
Tapi bukan Rihana namanya, kalau tidak bisa membuat ibu-ibu itu bubar.
"Ayo kita pergi? " ajak Alfa.
"Tunggu sebentar! " Rihana berjalan menuju kran air dan membukanya.
Rihana mengambil selang yang terhubung ke kran air. Rihana memencet sedikit bagian ujungnya dan mengarahkan mulut selang ke atas. Air pun memuncrat. Sontak saja ibu-ibu yang berkumpul terkena cipratan air dari selang. Mereka memandang sinis pada Rihana karena basah.
"Maaf ya ibu-ibu, saya tidak sengaja. Tadi saya hanya mau menyiram bunga-bunga ini! " tunjuk Rihana pada tanaman yang dirawat ibunya.
"Dasar perempuan sinting! " ucap Ibu yang lainnya.
Satu persatu ibu-ibu itu pergi meninggalkan pekarangan rumah ibu Leony.
"Kamu sengaja kan? " bentak Ibu Leony.
"Maaf ya bu , saya sangat minta maaf. Itu bukan saya sengaja! " cicit Rihana sambil meletakkan kembali selang dan mematikan kran air.
Alfa yang melihat tingkah Rihana sedikit merasa lucu. Karena wanita yang sekarang menjadi kekasih nya itu memiliki seribu cara untuk membuat orang jengkel.
__ADS_1
"Sudah lah, ayo kita pergi!" ajak Alfa.
Alfa membuka pintu mobil, Rihana dan Alfa pun masuk. Mereka pun berangkat, seperti biasa mereka akan di supiri oleh Sami sang asisten yang masih jomblo.
Saat mereka tiba di depan kantor , pintu mobil pun terbuka.
"Ayo turun! " ajak Alfa.
"Eemmm, saya turun diparkiran saja! " bantah Rihana.
"Kenapa begitu? " tanya Alfa heran.
"Sudah cukup pagi ini telinga ku mendengar tetangga rumah yang bergosip. Aku tidak mau jika sampai orang di kantor bergunjing tentang kita! " jelas Rihana.
"Eemm! Baiklah! " Alfa menutup kembali pintu mobil .
Sami kembali menjalankan mobil ke bagian parkir.
Sebelum keluar, Rihana melihat kekiri dan kekanan. Setelah memastikan tidak ada yang mengenalnya. Rihana pun keluar.
"Terima kasih tuan! " ucap Rihana pada Sami.
"Tidak perlu seperti itu, ini kan tugasku! " jawab Sami.
Rihana pun keluar dari mobil, dia berjalan dengan santainya.
Saat dia menunggu di depan pintu lift yang masih menutup. Beberapa karyawan lainnya juga ikut menunggu.
"Lihat dia, kok bisa ya tuan Alfa suka padanya? " ucap wanita yang bercelana coklat tepat berdiri dibelakang Rihana.
Rihana yang mendengar orang di belakang nya menggosip tentang dia. Hanya bisa menghela nafas.
"Ting! " pintu lift terbuka.
Karena Rihana berada di bagian depan, dia pun lebih dulu masuk. Saat dua orang yang ada di depan nya mau masuk. Rihana memencet tombol lift, sehingga pintu kembali menutup.
"Tunggu kami! " jerit wanita penggosip tadi.
Tapi Rihana tidak perduli dengan teriakan wanita tadi.Dia pun tidak di lantai atas, Rihana meletakkan tasnya dan segera duduk.
Mendengar suara langkah dari sepatu hill, Alfa keluar dari ruangannya.
"Kenapa wajahmu begitu lesu?" tanya Alfa sembari menarik tangan Rihana.
"Seperti biasa, bukan hanya ibu-ibu tetangga saja yang punya bibir double hot. Orang dikantor ini juga! " keluh Rihana.
"Hahaha! " Alfa tertawa mendengar coloteh kekasihnya itu.
Waktu terus berjalan, hubungan Rihana dan Alfa sudah seperti pasangan pengantin.
Jika Alfa tidak memiliki kesibukan, maka dia akan menemui Rihana dikediamannya dan bahkan selalu pulang malam
Rupanya sang ibu mulai kuatir melihat hubungan anaknya yang terlihat semakin lengket.
Saat ini Alfa datang berkunjung kerumah Rihana.
__ADS_1
Ibu Rihana menyambut Alfa dan mempersilahkannya masuk.
"Duduk lah! " ucap Ibu Rihana.
"Nak Alfa, apa boleh ibu bertanya? " tanya Ibu Rihana lembut.
"Mau tanya apa Bu? " tanya Alfa balik.
"Apa nak Alfa serius dengan Rihana? " tanya sang ibu.
"Huufff! " Alfa manarik nafas dan meluruskan duduknya.
"Saya serius dengan Rihana bu! Kenapa itu bertanya seperti itu? " tanya Alfa tidak mengerti.
"Ibu hanya takut jika nak Alfa hanya mempermainkan perasaan Rihana! " ujar si ibu.
"Saya sangat mencintainya bu, dan saya sudah meminta orang tua saya untuk melamar Rihana secepatnya! " jawab Alfa.
Sang ibu terlihat tersenyum, ternyata Alfa bukan sekedar suka pada Rihana. Pemuda itu ingin serius menjalin hubungan ke jenjang pernikahan.
Dari balik pintu kamar terlihat tersipu malu, dia menguping pembicaraan kedua orang yang dia sayangi itu.
Setelah tidak ada lagi pembahasan tentang mereka, Rihana pun keluar.
"Kamu sudah siap? " tanya Alfa.
"Ya! "
"Ayo kita pergi! " ajak Alfa.
"Bu, saya mohon ijin. Saya mau ajak Rihana kerumah! " Alfa meminta ijin pada ibu Rihana.
"Pergilah, tapi jangan pulang terlalu malam! " nasehat sang ibu.
Setelah pamitan mereka pun pergi. Di jalan menuju mansion keluarga Alfa, dia terus saja menggenggam tangan Rihana.
Beberapa menit, mereka pun tiba di rumah Alfa
Saat masuk kedalam mansion.
"Selamat datang sayang! " sambut mama Vivian pada Rihana.
Rihana tidak terlihat canggung dengan Mama Vivian. Kedatangan Rihana kekediaman keluarga Hudson untuk membicarakan acara lamaran nantinya.
Setelah menemukan titik kesimpulan, keluarga pun sepakat minggu depan akan melamar Rihana ke rumahnya.
Satu minggu berlalu, ibu Rihana juga sudah mempersiapkak segala sesuatu nya menyambut tamu mereka.
Keluarga Alfa pun tiba disana. Ibu Rihana menyambut dengan senang hati bakal calon keluarga mantunya.
Mereka pun membicarakan hari baik untuk Rihana dan Alfa.
"Baiklah, berarti bulan depan adalah hari terbaik untuk mereka menikah! " ucap Mama Alfa.
Ibu Rihana setuju dengan usulan mama Alfa , dia juga tidak mau menunda pernikahan anaknya. Takut bibir tetangga semakin terbuka dan tidak bisa tertutup lagi.
__ADS_1