Mr. Perfect and Ms Random

Mr. Perfect and Ms Random
SEASON 2.eps.105.KEKESALAN RIHANA


__ADS_3

Keesokan paginya, Rihana lebih cepat berangkat ke kantor. Dia sudah berada di meja kerja nya sambil mengerjakan sesuatu di laptopnya.


Dia terlihat biasa saja, kejadian malam itu tidak jdi pikiran untuknya. Bagi Rihana hal seperti itu sudah biasa dilakukan oleh para pria kaya dan sesuka hati mereka pilih wanita yang mereka suka.


"Ting" pintu lift terbuka.


"Tak tak tak. "


Suara sepatu pentofel terdengar mengisi ruangan itu yang begitu sunyi.


Rihana meluruskan pandangan nya pada arah suara. Dari derap langkah yang terdengar dia sudah tahu siapa yang punya suara langkah kaki itu.


Dan benar saja, itu adalah Alfa yang baru saja tiba tanpa didampingi Sami.


Rihana bangkit dari duduknya dan menundukkan kepala .


"Selamat pagi tuan! " sapanya dan kembali menegakkan kepalanya.


Mata Alfa memandang dalam pada Rihana. Mata bertemu mata, Alfa kembali di serang rasa yang dia sendiri tidak tahu.


Jantungnya berdegup kencang dan menundukkan pandangan nya.


"Pagi! " sapa Alfa.


Rihana kembali duduk dan Alfa segera masuk keruangannya.


Dia letakkan tas kerja nya di meja dan Alfa tidak serta merta langsung duduk.


Dia berjalan menuju dinding kaca yang ada di belakang meja kerjanya. Satu tangan nya menopang di kaca dan satu nya lagi di pinggang.


"Rasa apa ini? Kenapa aku bisa seperti ini ketika melihat Rihana? " gumamnya.


Alfa terus saja mencari arti dari rasa yang dia rasakan. Tapi karena dia tidak pernah yang merasakan cinta, Alfa pun tidak tahu apa yang ada didalam hatinya.


"Tok tok tok! " ketukan pintu.


"Masuk! " suara dari dalam.


Pintu pun di buka, Rihana masuk membawa beberapa berkas yang membutuhkan tanda tangan dari Alfa.


"Ini tuan, beberapa dokumen yang harus ditanda tangani! " Rihana meletakkan dokumen itu di meja kerja Alfa.


Alfa membaca satu persatu dokumen itu dan mulai membubuhkan tanda tangannya.


Kembali Rihana mengambil dokumen itu dan berbalik badan.


"Tunggu! "


Langkah Rihana tertahan.


"Ada apa tuan? " tanya Rihana .


Alfa bangkit dan berjalan mendekat ke arah Rihana. Melihat Alfa yang semakin dekat membuat Rihana menjadi gugup.


"Tuan! Kenapa harus sedekat ini kalau hanya ingin bicara? "


"Kamu tenang lah, aku hanya ingin memastikan! " Alfa berjalan menuju belakang Rihana.


Tanpa permisi dan bertanya, Alfa memeluk Rihana dari belakang.


"Tuan ada apa ini, jangan seperti ini! " Rihana merasa takut dengan sikap Alfa yang tiba-tiba.

__ADS_1


"Diam lah sebentar, aku hanya memastikan! " bisik Alfa di samping telinga kanan Rihana.


Rihana pun terdiam tanpa kata.


"Apa yang di inginkan orang ini? Apa dia mau berbuat mesum?" batin Rihana.


Dalam beberapa saat pelukan itu, Jantung Alfa semakin berpacu kencang.


Karena degupan yang tak biasa, dia pun melepaskan pelukannya.


Setelah terlepas dari tangan Alfa, Rihana berjalan maju tiga langkah dan berbalik.


"Apa yang tuan lakukan? Apakah ada seorang atasan yang sesuka hati nya memperlakukan bawahannya? " mata Rihana terlihat memerah.


Rihana keluar begitu saja dengan sudut mata yang mulai basah.


Alfa terdiam setelah kepergian Rihana, dia merasa bersalah karena sudah berbuat yang tidak menyenangkan.


Setelah kejadian itu, Rihana lebih banyak diam. Saat masuk keruangan Alfa , jika tidak ada orang lain maka Rihana akan meletakkan berkas dan langsung keluar. Dan setelah setengah jam lebih Rihana kembali masuk dan mengmbil dokumennya.


Dan itu berlanjut sampai beberapa hari berikutnya. Rihana bahkan tidak mau bertatap mata pada atasannya itu.


"Sami! "


"Ya tuan! "


"Apa kamu melihat perubahan pada sekretaris ku? " tanya Alfa.


"Saya tidak begitu memperhatikan nya tuan! Apa ada masalah antara tuan dan nona Rihana? " tanya Sami.


Alfa terdiam untuk sesaat.


"Beberapa hari yang lalu, aku meminta ijin pada Rihana untuk memeluk nya! " ujar Alfa.


"Tapi! Kenapa tuan melakukannya? " tanya Sami penasaran.


"Entah kenapa, setiap berdekatan dengannya jantungku akan berdegup lebih kencang. Dan itu membuat mu tidak nyaman! " jelas Alfa.


"Setelah tuan memeluk nya! Apa yang tuan rasakan? " tanya Sami.


"Dan benar saja, semua itu karena dia! "


"Apa tuan tahu, kenapa itu bisa terjadi? " tanya Sami.


"Aku tidak tahu. Dan perasaan ini pertama kali ku alami! " jawab Alfa.


"Apa tuan menyukai nona Rihana? " tanya Sami.


Alfa menatap erat Sami yang berdiri di depan nya.


"Aku pun tidak tahu! "


"Apakah tuan merasa nyaman saat bersama nona Rihana? " tanya Sami.


"Eemmm! Untuk itu bisa di bilang aku merasa nyaman dengannya. Berbeda dengan sekretarisku sebelum nya! " jelasnya.


"Bisa jadi tuan menyukai nona Rihana, hanya saja tuan tidak terbiasa dengan perasaan itu! " jelas Sami.


Alfa menaruh tangan kanannya di dada, berbicara tentang Rihana saja sudah membuat jantungnya berdegup.


"Apakah aku menyukai nya? " batin Alfa.

__ADS_1


"Coba tuan ajak nona Rihana makan malam hanya berdua. Mungkin tuan lebih bisa menggambarkan bentuk perasaan tuan! " saran Sami.


"Apakah harus seperti itu? " tanya Alfa santai.


"Ini hanya saran dari saya. Mungkin juga selama ini tuan belum merasakan yang namanya jatuh cinta! " singgung Sami.


"Cikkk! " Alfa mencibir.


"Apa kau pikir, hanya kamu saja yang pernah jatuh cinta? " Alfa bicara tanpa memandang ke arah Sami.


Sami menutup mulutnya pakai tangan kanan. Dia tahu, Alfa tidak terima dengan perkataan Sami barusan.


"Sudah lah,apa kamu tidak punya kerja lain. Pantau terus pergerakan Tiger dan anak buahnya!" Alfa mengalihkan pembicaraan.


"Baik tuan, kalau begitu saya permisi! " Sami pun pergi dengan kemenangan setelah menyinggung pimpinan nya tersebut.


Saat diluar, tak sengaja Sami saling bertatap mata dengan Rihana.


"Maaf nona! Apa boleh saya bertanya? " ucap Sami.


"Mau tanya Apa? "


"Apa nona Rihana sudah memiliki kekasih? " tanya Sami absurd.


Rihana terpelongo dengan pertanyaan dadakan dari Sami.


"Maaf tuan! Apa anda baik-baik saja hari ini! " ujar Rihana spontan.


Mendengar pertanyaan Rihana, membuat nyali Sami menjadi ciut.


"Ah,maaf kan atas pertanyaan saya tadi nona. Jangan dimasukkan dalam hati, saya tadi hanya bercanda! " ucap Sami dan melangkah pergi dengan kaki panjangnya.


"Ada apa dengannya pagi ini? " gumam Rihana merasa aneh.


Saat istirahat siang, Rihana bersiap-siap membereskan meja kerjanya.


"Aku sudah lapar,sekarang aku makan dulu! " Rihana pun pergi melangkah ke dalam lift.


Setelah kepergian nya, Alfa pun keluar dari ruang kerjanya.


"Kemana dia pergi? " Alfa tidak melihat Rihana.


Alfa meraih ponselnya dan menekan nomor telepon.


Rihana yang sudah berada dilantai bawah, merasakan getaran pada ponselnya.


Saat melihat.


"Tuan Alfa! " Rihana pun mengusap tombol hijau dan mendekatkan ponselnya di telinga.


"Ya tuan! "


"Kamu dimana?" tanya Alfa.


"Saya dilantai 2 tuan, ingin makan! " jelas Rihana.


"Kamu kesini segera! " perintah Alfa.


"Tapi tuan, sa..... "


"Tidak ada bantahan! " Alfa memotong ucapan Rihana dan mematikan ponselnya.

__ADS_1


Kesal dengan atasannya , Rihana hanya bisa menghentakkan kakinya ke lantai karena kesal. Dia segera buru-buru menuju lantai atas kembali.


"Ada apa sebenarnya? Sampai-sampai jam makan siang ku harus sia-sia! " rutuk Rihana dalam hati.


__ADS_2