
Hari H yang di nantikan pun tiba. Vivian terlihat cantik dengan balutan gaun putih yang telah di pilihkan oleh Willi.
Para tamu undangan sudah terlihat berlalu lalang di pesta yang bertema garden tersebut
Ada yang membawa pasangan dan tak sedikit yang hanya bersama teman.
Undangan yang hadir hanya orang-orang terpilih dan sejati nya dikenal baik oleh Willi.
Alfa juga tak kalah terlihat menggemaskan dengan busana tuxedo nya. Wajah nya semakin menggemaskan tat kala Liana menggandeng anak itu menuju kedua orang tuanya.
"Mama! " Alfa berlari kecil menuju mama dan papa nya yang berdiri di antara tamu kolega papa nya.
Saat nya masuk acara inti, dimana seorang pembawa acara meminta pada Willi dan Vivian untuk naik ke panggung.
Willi dengan tangan menggandeng Vivian berjalan menuju podium kecil.
"Selamat malam semua yang hadir disini. Terima kasih karena sudah hadir malam ini.
Aku Willi Hudson, ingin mengenalkan seorang wanita dan juga seorang ibu dari anak ku yaitu Alfa! " Willi menunjuk anaknya yang tepat berada didepan nya
Semua mata tertuju pada Alfa dan banyak yang tidak yakin dengan apa yang dikatakan oleh Willi.
"Bagaimana bisa dia memiliki anak. Sejak kapan dia menikah? " pertanyaan yang terdengar dari beberapa orang yang ada disana.
"Mohon perhatian, dan satu lagi yang akan aku perkenalkan wanita yang ada disamping ku adalah istri tercinta ku Vivian." ucap Willi.
"Prok! "
"Prok! "
"Prok! "
Suara tepukan tangan orang yang hadir.
Setelah kata sambutan, mereka melalukan potong kue untuk yang pertama kalinya semenjak menjadi suami istri.
"Prok! "
"Prok! "
"Prok! "
Kembali suara tepukan tangan kembali terdengar meriah.
Disaat Willi dan Vivian sedang sibuk berinteraksi dengan para tamu.
Alfa lebih memilih untuk bersama Liana. Alfa terlihat bosan dengan suasana pesta tersebut. Dia tidak begitu menyukai keramaian.
"Tante, Alfa bosan! " rengek Alfa.
Liana berjongkok sehingga tinggi tubuhnya sama dengan Alfa.
"Jadi sekarang kita mau kemana? " tanya Liana
"Alfa mau jalan-jalan. Makan es klim!"
"Em, tapi ini sudah malam. Dan tidak mungkin kita pergi. Nanti mama marah loh! " ucap Liana.
Alfa terlihat kesal, dia mengerucutkan bibirnya dan menyilangkan kedua tangan nya di dada.
"Aku juga merasa bosan dengan orang ramai ini . " batin Liana.
Dia menarik tangan Alfa mencari sesuatu yang bisa mengusir kebosanan mereka.
Saat bersamaan, disana terlihat Robby berdiri sendiri tanpa teman.
"Tuan, Alfa mau pergi keluar. Apakah. boleh, dia bosan disini! " Liana merasa bertepatan sekali dengan alasan nya.
__ADS_1
Robby melirik Alfa.
"Tuan muda mau apa? " tanya Robby.
"Aku mau makan es krim! " jawab Alfa.
"Tunggu sebentar, saya akan kesana dan menanyakan dengan papanya dulu! " Robby menunjuk ke arah Willi.
Alfa mengangguk senang.
Robby sudah berada di samping Willi.
"Maaf tuan mengganggu!" bisik Robby.
Willi menoleh.
"Ada apa? " bisik Willi.
"Tuan muda Alfa sepertinya merasa bosan. Dia ingin keluar makan es krim katanya! " bisik Robby.
"Baiklah , tapi ingat jangan terlalu lama! " pinta Willi.
Robby pun menundukkan kepalanya dan pergi meninggalkan Willi.
Vivian curiga dengan dua orang itu. Perlahan dia mendekatkan bahu nya kepada Willi.
"Ada apa?" tanya nya.
"Alfa mulai bosan , dia ingin keluar makan es krim bersama Robby."
"Oooo, tapi minta pada Robby untuk membawa Liana. " minta Vivian.
Willi merogoh saku nya dan mengirim pesan pada Robby agar membawa serta Liana.
"Baik tuan"
Balasan pesan dari Robby.
Liana duduk di depan, di samping Robby. Sementara Alfa duduk di belakang dengan tenang.
Robby dan Liana terlihat tenang tanpa bicara satu sama lain.
Liana masih terlihat canggung ketika berada di samping Robby.
Sesekali mata Robby melirik pada gadis itu.
Akhirnya mereka tiba disebuah pusat permainan anak-anak.
Mata Alfa terbelalak melihat banyaknya permainan.
"Wah, Alfa mau main semuanya! " ucap Alfa dari dalam mobil.
Liana menoleh kebelakang.
"Apa kamu bisa memainkan semuanya? " tanya Liana.
"Bisa dong tante, kan Alfa sudah besar! " jawaban polos anak itu.
Robby dan Liana keluar setelah mobil terparkir.
Robby membuka pintu untuk Alfa dan dia berlari kecil tak sabar ingin menikmati semua permainan disana.
Liana dan Robby menunggu Alfa diluar permainan sambil perhatian mereka tidak putus dari anak itu. Karena hari belum terlalu malam, terlihat beberapa anak masih menikmati waktu.
Saat seorang anak berlari dari belakang Liana.Tak sengaja dia menabrak Liana. Sehingga kaki Liana hilang keseimbangan saat berdiri.
Karena merasa akan terjatuh.
__ADS_1
"Aaakkkkhhhhhh!" teriak Liana.
Sontak membuat Robby gerak cepat menangkap tubuh wanita itu. Sehingga tidak terjatuh kelantai.
Lama mata mereka saling menatap satu sama lain.
"Tante tidak apa-apa! " tanya anak yang menyenggol nya tadi.
Suara anak itu membuat Liana dan Robby terkesiap dari pandangan mereka.
Robby berusaha membantu Liana berdiri.
"Kamu tidak apa-apa? " tanya Robby.
"Aku tidak apa-apa! " jawab Liana sembari merapikan pakaiannya.
Liana melihat ke anak yang ada didepannya.
"Tante tidak apa-apa! "
Setelah mendapat jawaban, anak itu pun pergi menuju permainan nya.
Satu jam mereka menunggu Alfa yang sedang asik bermain.
"Tante! " panggil Alfa yang terlihat kelalahan setelah bermain.
"Ya ampun, lihat baju mu basah karena keringat." ucap Liana sembari menyeka keringat Alfa dengan tisue yang dia ambil dari dalam tas.
"Tante, Alfa sudah lelah. Alfa mau minum es krim! " rengek Alfa.
Liana melihat Robby.
"Ayo kita beli es krim!" ajak Robby.. Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju penjual es krim.
Mereka berhenti tepat didepan mini market. Liana membuka pintu sebelum keluar.
"Alfa disini saja ya, tante yang masuk membelikan nya!" belum habis Liana bicara Alfa sudah turun lebih dulu.
Liana memandang kosong melihat Alfa yang main nyelonong saja.
Robby juga keluar dari mobil, dia takut terjadi sesuatu pada Alfa seperti waktu sebelumnya.
Liana dan Robby berjalan berbarengan. Ketika di dalam, Alfa sudah memilih beberapa jenis es krim yang dia suka.Termasuk rasa coklat, dia mengambil sekitar 10 bungkus.
Liana terdiam sejenak.
"Apa ini tidak kebanyakan? " tanya Liana pada Alfa.
Alfa menengadahkan pandangan nya.
"Alfa akan habiskan semuanya! " ucap Alfa.
"Tapi Alfa, ini terlalu banyak. Nanti kamu bisa sakit perut! " ucap Liana.
Robby menahan tangan Liana dan mengisyaratkan matanya agar menuruti apa yang di inginkan anak tuan nya tersebut.
Mereka pun membayar untuk 10 es krim varian rasa.
Saat di mobil.
"Tante mau? " Alfa menyodorkan 1 bungkus untuk Liana.
Melihat sebentar mata Alfa. Terlihat anak itu tidak main-main.
Liana pun mengambil es krim itu dari tangan Alfa.
"Om mau? " menanya Robby.
__ADS_1
Karena posisi Robby yang sedang menyetir, membuat dia sulit untuk membuka bungkus es krim tersebut.
Liana tahu tidak mungkin Robby akan menerimanya. Sebagai ganti nya Liana lah yang mengambil es krim itu dan membukakan nya untuk Robby.