Mr. Perfect and Ms Random

Mr. Perfect and Ms Random
SEASON 2.eps.92.ALFA TERT3MBAK


__ADS_3

Rihana berangkat bersama dengan mobil yang dikendarai Alfa.


Saat Rihana memutuskan untuk duduk di bangku depan. Alfa mengancam akan meninggalkan Rihana sendiri.


Dengan berat hati , Rihana duduk juga di samping Alfa.


Saat mobil dengan kecepatan lebih dari biasanya.


"Ciiiieeeeettttttt! " suara rem di tekan dengan kuat.


Alfa dengan cepat menahan tangan nya pada tubuh Rihana, sehingga membuat wanita itu tidak terpental ke sandaran bangku depan.


Alfa yang tidak mengenakan sabuk pengaman. Terbentur ke sandaran kursi depan yang di duduki oleh Sami.


Mobil pun terhenti.


"Apa kau mau membunuh kami? " bentak Alfa terlihat marah.


"Maat tuan, didepan ada orang naik motor yang mendadak berhenti! " jelas Sami.


Rihana menurunkan kaca mobilnya.


"Jangan di turunkan, ini daerah sepi. Bisa saja itu penjahat! " Alfa menahan tangan Rihana.


"Tapi tuan, sepertinya dia membutuhkan pertolongan! " Rihana dengan cepat membuka pintu mobil karena kasihan pada orang yang tergeletak di tanah.


Alfa memutuskan untuk tidak keluar dari dalam mobil.Tapi matanya tak putus menelisik setiap rerumputan yang terlihat tinggi di sekitar jalan.


"Kamu tidak apa-apa? " tanya Rihana sembari membantu lelaki itu bangkit.


Lelaki itu bangkit dengan sedikit rasa sakit . Terlihat bibirnya meringis seperti menahan kesakitan.


Sami yang mulai tenang ikut keluar dan membantu lelaki itu mendirikan motornya.


Mereka terlihat berbincang-bincang.


Tapi Alfa menangkap sesuatu yang berbeda dari lelaki yang tertabrak tadi.


"Betul kamu tidak apa-apa? " tanya Rihana kembali.


"Saya tidak apa-apa! " jawab lelaki itu.


Dan segerombolan lelaki dengan berbaju hitam dan memakai masker keluar dari rerumputan yang cukup tinggi.


Sontak saja membuat Alfa, Rihana dan Sami terkejut.


Lelaki yang di tolong oleh Rihana tadi menodongkan pisau di leher Rihana.


Sehingga membuatnya terdiam tanpa perlawanan.

__ADS_1


"Ayo ikut kami, atau wanita mu ini akan kami habisi! " ancam lelaki yang menodong Rihana.


Alfa yang panik segera keluar dari dalam mobil.


Dia melihat orang-orang yang keluar dari rerumputan tadi memakai beberapa senjata seperti pistol dan pisau.


"Huffff! " dia menarik nafas dalam agar tidak terlalu gegabah dalam bertindak.


"Sami kamu masuk saja kedalam mobil! " pinta Alfa.


"Tapi tuan, bagaimana dengan tuan dan nona Rihana? " tanya Sami ketakutan.


"Itu urusan ku,kamu masuk saja! "


Tak ada pilihan lain, Sami pun masuk kedalam mobil.


Alfa semakin mendekat ke arah Rihana, air mata Rihana luruh membasahi pipinya. Wajah pucat dan bibir gemetar.


Alfa merasakan api seperti membakar perasaan melihat gadis didepannya menangis.


"Jika aku ikut dengan kalian? Kemana kalian akan membawa ku? " tanya Alfa mengulur waktu.


"Kami akan membawa mu ke tempat Tiger! " jawab lelaki itu.


"Baik lah, aku akan ikut." Alfa setuju.


Rihana yang mendengar perkataan Alfa.Memberi isyarat dengan menggeleng. Air matanya semakin berderai.


"Lepaskan dulu wanita itu, setelah dia masuk kedalam mobil aku akan ikut dengan kalian! " pinta Alfa meyakinkan.


Lelaki itu terlihat ragu, dia melihat ke pada salah satu yang berdiri tak jauh di belakangnya.


Dan seperti memberikan tanda setuju,lelaki itu perlahan menjauhkan pisaunya. Rihana berjalan perlahan, dan tatapan nya tak putus dari Alfa yang berharap untuk tidak menuruti para berandalan itu.


"Kamu masuk lah cepat dan pergi lah dengan Sami! " ucap Alfa dan kali ini ucapannya terlihat lembut tidak ketus seperti biasanya.


Rihana pun masuk kedalam mobil, tangisan nya pun mulai terdengar. Menyesali kecerobohan nya .


Lelaki itu mendekati Alfa,dan ketika ingin mengikat tangannya.


"Dor." sebuah tembakan mengenai tepat lelaki yang mengikat tangan Alfa. Sehingga lelaki itu jatuh terkapar tidak berdaya.


Semua orang mulai panik,tanpa aba-aba semua orang meniarap. Dan beberapa orang yang memegang pistol menembak ke arah Alfa.


Dengan sigap Alfa bersembunyi kebelakang mobil.


Dan beberapa orang terlihat turun dari heli. Mereka seperti pasukan elit.Menembak ke rumput disekitarnya, dan terdengar beberapa suara merintih kesakitan.


Tembakan yang membabi buta membuat semua penjahat tadi tidak berani melawan.

__ADS_1


Setelah bunyi tembakan berhenti, Alfa pun berdiri dan berjalan menuju lelaki yang turun dari heli.


"Apa tuan baik-baik saja? " tanya lelaki yang memakai penutup wajah.


"Aku baik-baik saja! " jawab Alfa.


"Semua yang ada disini, kalian dengar! Sampai kan pada Tiger, kapan pun aku akan selalu dengan senang hati melayani permainannya! " ucap Alfa sedikit sombong.


Anak buah Alfa masih setia berdiri di sekitar mobil. Tapi senjata mereka sudah siap di bidikkan jika ada serangan mendadak.


Satupun dari anak buah Tiger tidak ada yang berani memunculkan kepala nya. Karena mereka kalah jauh dari senjata yang digunakan oleh anak buah Alfa.


Alfa teringat dengan Rihana, pasti hal seperti ini akan membuat dia trauma.


Alfa mendekat ke arah pintu sebelah Rihana. Ketika di buka, tubuh Rihana terkulai lemas karena pingsan.


"Rihana, Rihana! " panggil Alfa membangunkan nya.


Tapi Rihana tetap tidak merespon. Sami yang berada di bangku depan mengambil botol air minum yang masih baru.


"Tuan, coba basahi wajahnya! " Sami menyerahkan botol itu pada Alfa.


Alfa meraih botol itu dan membuka nya. Membasahi kedua tangannya dan memercikkan nya ke wajah Rihana.


Dan benar saja,mata Rihana mengerjap. Perlahan dia melihat wajah Alfa yang sepertinya baik -baik saja.


"Tuan baik-baik sajakan? " tanya Rihana sembari meraih kedua pipi Alfa saking panik nya.


Melihat ke khawatiran Rihana, dan sentuhannya yang lembut. Jantung Alfa berdetak kencang.


Mata mereka saling berpandangan, karena jarak yang begitu dekat.


Rihana kembali tersadar apa yang dia lakukan. Dia tarik tangannya dari kedua pipi Alfa.


"Maaf tuan, sa-saya terlalu panik! " ucap Rihana menunduk.


Alfa yang tidak bisa menyembunyikan rasa senang nya hanya tersenyum melihat Rihana yang bertingkah seperti ibu yang sedang mengkhawatirkan anaknya.


"Aku baik-baik saja! " jawabnya.


Alfa kembali menutup pintu mobil. Dan berputar dari depan mobil. Dia terlihat berbicara pada anak buahnya dengan serius sambil menunjuk ke arah anak buah Tiger yang masih tetap tiarap di atas jalan dan rerumputan.


Setelah selesai, Alfa pun kembali ke mobil. Saat membuka pintu mobil.


"Dor! " sebuah tembakan terdengar tepat mengenai belakang Alfa.


"Tuannnnnn! " teriak Rihana sembari mendekat dan menangkap tubuh Alfa yang hampir jatuh ke tanah.


Anak buahnya dengan cepat tahu dari mana arah tembakan itu berasal.

__ADS_1


Karena sebelumnya dia sudah mendapat perintah dari Alfa, andai saja ada tembakan yang mengenainya atau pun siapapun. Maka mereka wajib menghabisinya.


Tanpa pikir panjang, anak buah Alfa menghabisi semua anak buah Tiger ditempat. Yang menembak Alfa dari di biarkan hidup. Agar Alfa sendiri yang menghukumnya.


__ADS_2