Mr. Perfect and Ms Random

Mr. Perfect and Ms Random
eps 13.PENGENALAN


__ADS_3

Malam berikutnya, seperti yang diucapkan oleh Willi.


Mereka harus bertemu dengan tante Rose.


Sebelum mereka pergi, Willi meminta Robby untuk mengantarkan sebuah gaun yang telah ia pilih untuk Vivian.


"Ini untuk anda Nona, pakai lah malam nanti..! " pinta Robby pada Vivian yang masih berada didalam mobil.


Vivian menerima nya dan keluar dari mobil. "Apa harus seribet ini, bukan kah hubungan ini hanya pura-pura! " batin Vivian.


Dia berjalan menuju kosan nya, disana sudah ada Liana yang lebih dulu pulang.


"Kenapa wajah mu tidak semangat gitu? " tanya Liana sambil memandang sebuah kotak hitam yang di ikat pita.


"Apa ini Vi, boleh aku buka..? " tanya Liana sembari menyentuh kotak hitam tersebut.


"Buka lah..! " jawab Vivian.


Setelah dibuka "Wah... wah... Apa kamu bercanda Vi. Inikan baju mahal keluaran terbaru..! " ucap Liana seakan tak percaya.


Mata Vivian terbelalak "Yang benar kamu.. ? " Vivian bertanya seakan tidak percaya.


"Yaelah, makanya nona sering-sering lihat berita fashion. Agar ga kudet..! " ucap Liana.


Vivian menarik baju tersebut dari tangan Liana.


"Ngomong-ngomong siapa yang memberikan nya padamu. Apa kamu punya pacar sekarang? " tanya Liana semakin penasaran.


"Pacar? Siapa juga yang punya pacar.! " tampik Vivian.


"Emang ada ya, sahabat yang mau memberikan kado semahal ini? " Liana semakin penasaran.


"Ah sudah lah, mungkin ini hanya model saja yang sama. Sekarang ini kan banyak desainer bisa mengcopy hasil orang lain! " ungkap Vivian.


Wajah Liana berubah "Betul juga sih, banyak orang yang ahli diluar sana tapi nama mereka tidak terkenal. ! "


Malam pun tiba, Vivian sudah mandi dan mengenakan pakaian yang dia terima sore tadi.


Dengan memakai sedikit riasan, membuat Vivian semakin terlihat cantik. Tidak seperti biasa, ketika berkerja dia hanya mengenakan lipstik dan bedak saja.


Tapi kali ini, riasan nya begitu mempesona, dengan sedikit polesan blush on. Sehingga membentuk pipi yang merona.


"Driiinnggg... driingggg...! " suara ponsel Vivian berbunyi.


Dia angkat panggilan tersebut "Nona ada dimana, saya sudah berada diluar kosan anda..! " suara dari telepon.


"Baik, saya akan keluar sekarang..! " jawab Vivian dan memasukkan ponsel nya kedalam tas.


Liana penasaran siapa yang menghubungi Vivian. Ketika Vivian berjalan keluar, Liana mengikuti dari belakang.


Liana melihat Vivian masuk kedalam mobil sedan berwarna hitam. Dan pintu mobil di bukakan oleh seorang pria tampan.

__ADS_1


"Siapa lelaki itu, kenapa dia membukakan pintu untuk Vivian. Sementara tempat duduk mereka berlainan..! " Liana berbicara sendiri.


Ternyata Robby lah yang membukakan pintu untuk Vivian. Sementara Willi sudah duduk di dalam.


Melihat Vivian, mata Willi seakan tak percaya. Jantungnya berdetak tak menentu.


"Ternyata wanita ini cantik juga saat dipoles..! " Robby yang sudah duduk di kursi depan hanya bisa memandangi seperti apa ekspresi bos nya tersebut. Robby saja tidak menyangka, bahwa Vivian bisa secantik ini.


"Kenapa selama ini, dia tidak mau mengenakan makeup. Padahal asli nya cantik begini..! " batin Robby


Vivian tidak berani memandang ke arah Willi. Karena mata Willi dari tadi memperhatikan ke arah nya terus.


"Kenapa tuan Willi melihatin aku terus, apa ada yang salah dengan penampilan ku? " batin Vivian serba salah.


"Maaf tuan, kenapa anda melihat saya seperti itu. Apa ada yang salah dengan saya. Atau saya tidak cocom dengan pakaian ini? " tanya Vivian memberanikan diri.


Willi tersentak, atas pertanyaan Vivian "Tidak ada yang salah, saya tidak melihat kamu. Mungkin kamu saja yang terlalu perasaan.! " jawab Willi.


Wajah Vivian berubah murka, dia membelakangi Willi yang terlihat santai.


Robby yang sedari tadi memperhatikan dari cermin depan hanya bisa tersenyum tanpa suara.


Sepanjang perjalanan, tiada suara satu sama lain. Pada saatnya mobil pun tiba di salah satu rumah besar, tak lebih besar dari rumah keluarga Hudson.


Didepan rumah, mereka sudah disambut oleh tante Rose.


"Selamat datang, silahkan masuk..! " ucap tante Rose kepada Vivian sambil menyambut tangannya.


"Nyonya? Panggil saja tante, tante Rose..! " tutur Rose.


Vivian tersenyum dan menuruti langkah tante Rose menuju kedalam rumah besar itu.


Mereka memasuki ruang makan yang sudah tertata rapi. "Mari-mari, kita makan malam dulu. Tante sudah tidak sabar nih..! "


Vivian, Willi dan Robby serta tante Rose makan bersama. Banyak ragam menu makanan yang sengaja di siapkan untuk menyambut kedatangan Vivian dan Willi.


Setelah selesai makan, tante Rose mengajak Vivian dan Willi menuju ruang tamu.


Tante Rose meminta asisten rumah tangga nya membuatkan teh untuk tamu.


"Ini teh nya..! " ucap ART itu.


"Silahkan diminum cantik teh nya.! " ucap tante Rose.


Mendengar tante Rose menyebutnya cantik, Vivian semakin merasa bahwa malam ini dia benar-benar cantik.


"Terima kasih tante..! " ucap Vivian sambil mengangkat cangkir teh nya.


"Sruuuuuuppppp..!" suara sruputan teh .


"Ngomong-ngomong , kapan kalian akan menikah? " tanya tante Rose.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan tante Rose membuat Vivian memuncratkan air yang berada di dalam mulutnya.


Tanpa ia sadari mengenai Willi yang duduk didepan nya.


Willi mengusap wajahnya yang terkena air.


Vivian yang melihat itu, tidak percaya bahwa Willi tidak marah sama sekali.


Vivian mengambil beberapa tisu yang ada didepannya. Dia mengelap wajah Willi dengan rasa takut. Tapi Willi berhasil menyembunyikan wajah bengisnya.


"Tidak apa-apa, biar aku saja yang bersihkan..! " ucap Willi seraya menahan tangan Vivian yang masih berada di wajahnya.


Tak ingin berlama-lama, Vivian menarik tangannya dari wajah Willi "Maaf..! " ucapnya lirih.


"Kamu kenapa? " tanya tante Rose pada Vivian.


"Hanya terkejut saja saat mendengar pertanyaan tante.! " jawab Vivian.


"Kami akan menikah secepatnya..! " jawab Willi begitu meyakinkan.


"Wah... Tante akhirnya bisa tenang karena ponakan tante akan menikah.! " ujar Rose.


"Oh ya tante, Romie mana..? " tanya Willi karena tidak melihat Romie anaknya tante Rose.


"Dia seperti biasa, lebih suka menyendiri dan bebas." jawab Rose.


Vivian hanya diam, karena tidak tahu siapa yang mereka bicarakan.


Waktu terus berlalu, mata lelah Vivian tidak bisa disembunyikan.


Tante Rose faham, karena sudah hampir tengah malam "Baiklah, tante lihat Vivian sepertinya sudah mengantuk. Lain kali kita bicara lagi.! " ucap Rose.


"Baik tante, kami pamit dulu..! " ucap Willi.


"Terima kasih makan malam nya tante, kami pamit pulang dulu.! " Vivian pamit.


Mereka di antar tante Rose sampai pintu pagar.


Setelah berpamitan, mobil pun meluncur pergi meninggalkan kediaman tante Rose.


Tak lama, sebuah mobil sport pun tiba disana. Tante Rose yang masih berdiri di pagar tahu, siapa yang datang itu.


Kaca mobil diturunkan "Malam Ma, tumben mama belum tidur.? " tanya Romie.


"Kamu itu dari mana saja, tadi kakak sepupu mu datang. Tapi kamu keluyuran! " hardik mamanya.


"Hahaha, mama seperti tidak pernah muda.! " Romie bersama teman-teman.


"Ayo masuk, sudah malam.! " ajak tante Rose.


Ibu dan anak itu akhirnya masuk kedalam rumah.

__ADS_1


__ADS_2