
Melihat kecurigaan Vivian dan teman nya. Willi memerintahkan agar orangnya untuk menjaga jarak.
Setelah hari itu, Vivian selalu memperhatikan orang-orang sekitar.
Dia hampir 1 minggu, tapi pria waktu itu tidak pernah lagi muncul dihadapannya.
Hari ini Willi memutuskan ingin makan siang di mall tempat Vivian berkerja. Tapi tetap menjaga jarak, agar dia tidak melihat nya.
Willi dan Robby mengenakan kaca mata hitam. Mereka berjalan beriringan, ketika melewati tempat Vivian bekerja.
Willi menghentikan langkahnya, dia menatap lekat di arah Vivian yang tersenyum ramah pada orang-orang disekitarnya.
"Kenapa jantung ku berdebar ketika melihatnya tersenyum? " batin Willi.
"Tuan Willi..! " panggil Robby.
"Tuan..! " Robby memukul pundak Willi.
Dia pun tersentak dari lamunan nya, dan memandang Robby.
"Apa tuan akan terus disini, bisa saja nanti nona Vivian curiga ! " ucap Willi mengingatkan.
"Baiklah, ayo kita pergi.! " ajak Willi.
Mereka pun pergi menuju restoran.
Setelah makan siang, Willi sengaja berlama-lama disana hanya ingin melihat istri nya. Walau hanya istri di atas kertas.
Di depan nya ada sepasang laki-laki dan pasangan nya yang berjalan bergandengan. Dan mereka menghampiri Vivian yang sedang mempromosikan produknya.
Laki-laki itu terlihat senyum pada Vivian, dan Vivian juga melontarkan senyuman itu semata-mata untuk menarik pelanggan agar mau membeli jualannya.
Wanita yang berada di sampingnya melepaskan tangannya dari genggaman pria itu.
"Dasar perempuan ja**ng, kenapa kamu senyum-senyum pada suami ku.? " bentak wanita itu.
"Maaf nona, saya hanya berusaha ramah pada pelanggan. Dan sekarang saya dalam keadaan bekerja.! " jawab Vivian masih memasang senyumnya.
"Kalau memang kamu wanita baik-baik, harusnya kamu tidak memandang pria orang lain.! " bentak wanita itu.
Willi yang memantau dari jauh, menurunkan kaca matanya. Melihat perdebatan Vivian dan wanita itu.
Willi dan Robby berjalan mendekat tanpa disadari oleh Vivian.
"Kamu memang wanita mu***an..! " wanita itu mengangkat lengannya ingin menampar Vivian.
Belum sempat tangan itu mendarat, sudah keburu ditahan. Vivian pun terkejut karena sosok laki-laki besar tinggi yang ada didepannya.
"Jaga tangan anda, sebelum saya patahkan.! " suara Willi terdengar berat.
Wanita itu menarik tangan nya, dan kembali dia menarik baju Vivian.
"Robby aman kan! " perintah Willi.
__ADS_1
Belum sempat wanita itu menyentuh Vivian, Robby sudah duluan mendorong tubuhnya. Dengan cepat laki-laki pasangan wanita itu menahan tubuh wanitanya agar tidak jatuh.
"Siapa kalian, kenapa kalian berani pada seorang wanita? " marah laki-laki itu.
Willi menyeringai, dia buka kaca matanya "Itu kan Willi Hudson. Anak dari keluarga Hudson. " ucap beberapa orang yang mengenal Willi.
Keluarga Willi termasuk dalam daftar orang terkaya di negaranya. Hanya saja keberadaan nya jarang terekspos.
Laki-laki itu langsung menarik tubuh wanitanya "Kamu minta maaf lah,! " ucap lelaki itu pada wanitanya.
"Buat apa aku minta maaf, dia yang mendorong ku! " bantah wanita itu.
"Karena wanita yang ada di belakangnya itu adalah istri tuan Willi! " jawab Robby.
Orang-orang ramai mendengar ucapan Robby tidak percaya. Mereka tidak percaya, karena sebelum nya tidak ada berita yang mengatakan tentang pernikahan keluarga Hudson.
Orang-orang mengambil beberapa foto, dan bahkan dari awal ada yang sudah merekam.
"Tolong jangan ada yang merekam.! " ucap Robby dengan wajah serius.
Semua orang menjadi takut, semua menyimpan ponselnya masing-masing.
Vivian yang merasa tak percaya dengan apa yang terjadi didepan matanya.
Tidak ingin terlalu lama disana, dan bahkan tidak mau melihat wajah Willi. Dia bergegas pergi, tapi belum sempat dia melangkah. Tangan nya sudah ditahan oleh Willi.
"Mau kemana lagi kamu kali ini? " bisik Willi mendekat.
"Lepaskan tangan ku, banyak orang yang melihat! " ucap Vivian.
" Dengan kehadiranmu, kamu membuat kerja ku berantakan! " ucap Vivian pelan.
Willi menyeringai "Andai aku tidak ada, bagaimana akhirnya.! "
"Aku tidak butuh pertolongan mu, aku juga bisa membela diri! " Vivian tetap sombong.
"Kamu masih istri ku, dan itu masih berlaku sampai sekarang! " Willi menahan Vivian.
Tak banyak bicara lagi, video Vivian hanya bisa menatap nanar pada Willi yang tidak mau melepaskan tangannya.
Orang-orang mulai pergi meninggalkan mereka. Dan wanita angkuh sebelumnya masih belum meminta maaf pada Vivian.
"Apa anda mau masalah ini masuk ranah hukum? " tanya Robby meyakinkan wanita itu.
"Minta maaf saja, aku tidak mau berurusan dengan keluarga Hudson.! " ucap pasangan wanita itu.
Tertunduk lemas tanpa pilihan, dia berjalan kehadapan Vivian.
"Aku minta maaf..! " ucap wanita egois itu.
"Aku... " belum sempat Vivian bicara.
"Bukan seperti itu cara meminta maaf yang tulus" Willi memotong ucapan istrinya.
__ADS_1
Mata Vivian membesar, dia masih jengkel melihat Willi yang terlalu menekan wanita itu.
"Nona aku minta maaf, karena telah salah faham..! " ucap wanita itu fokus ke wajah Vivian.
Tapi pandangan Willi seakan menusuk, wanita itu seolah-olah melihat pencabut nyawa.
"Tidak apa-apa, kamu pergi lah! " ucap Vivian sambil mengayunkan tangan kanannya.
Pria dan wanita asing itu segera pergi.
"Apa yang kamu lakukan disini, apa kamu sengaja membuntuti ku? " wajah Vivian berubah sangar.
"Aku tidak perlu menjelaskan apapun.! " jawab Willi singkat.
"Lepaskan tangan ku, kalau tidak aku akan menjerit! " Vivian mengancam.
Willi menarik ujung bibir nya "Ternyata kamu semakin berani! " ujarnya.
"Robby, bawa nona pulang sekarang juga.! " ucap Willi dan melepaskan tangan Vivian.
Robby yang hanya menuruti perintah tidak bisa menolak.
"Lepaskan aku Willi, aku tidak mau pulang ke rumah mu. ! " Vivian berusaha melawan.
Willi tidak perduli, Robby terus saja memaksa Vivian untuk pulang.
Liana yang baru tiba bersama Jerico, berlari melihat Vivian diseret.
"Ada apa ini? Lepaskan tangan Vivian! " ucap Liana
Langkah Willi terhenti "Kalian tidak punya hak melarang ku untuk membawanya.
" Tuan tolong lepaskan dia, dan untuk apa anda membawanya? " ucap Jerico.
Mata Willi menatap tajam pada sosok laki-laki itu. "Anda tidak perlu tahu masalah rumah tangga orang lain! " jelas Willi.
Vivian menunduk, Liana masih belum mengerti dengan apa yang dimaksud Willi.
"Apa maksud mu? " tanya Jerico.
"Ya, dia adalah istri ku! " jelas Willi.
Mendengar pernyataan Willi, membuat Liana seakan tidak percaya.
"Se-sejak kapan kalian menikah? " tanya Liana.
"Tidak perlu saya jawab secara detail.! " jawab Willi.
Jerico yang bermaksud ingin membela Vivian, tidak bisa berkata apa-apa lagi. Vivian sendiri tidak melakukan bantahan. Dia hanya tertunduk lemas.
Vivian yang tadi nya sedikit keras kepala, sekarang hanya menurut pasrah ketika dibawa oleh Willi.
Sementara Liana masih dengan ketidak tahuan nya, apa yang menimpa sahabatnya itu.
__ADS_1
Mereka hanya bisa menatap kepergian Vivian .