Mr. Perfect and Ms Random

Mr. Perfect and Ms Random
eps 19.BERTEMU ROMIE


__ADS_3

Setelah pemecatan Lucas, Vivian tidak pernah lagi membuat minuman apa pun untuk tamu.


Hari ini, adalah janji pertemuan dengan tante Rose.


Vivian membantu Pak Im dan pembantu lainnya untuk menyiapkan makan malam .


"Nona, biarkan kami yang menyiapkannya. Nona silahkan tunggu saja di kamar.! " ucap Pak Im.


"Tidak apa-apa pak, saya juga tidak keberatan.! " Vivian masih tetap kekeh.


"Tapi non, nanti tuan Willi marah pada kami! " ucap pak Im.


"Saya yang akan bicara padanya! "


Pak Im tidak berkata apa-apa lagi. Karena Vivian termasuk orang yang keras kepala.


Tepat jam 8 , sebuah mobil tiba didepan halaman.


Supir membuka pintu belakang mobil, keluar lah tante Rose dan seorang lagi lelaki yaitu Romie.


Willi yang melihat kedatangan tante nya segera menyambut kedatangan mereka.


"Selama datang tante,silahkan masuk !" sambut Willi.


Vivian yang tepat berdiri di samping suaminya tak lupa memberikan senyum terbaik nya.


"Selamat datang tante, silahkan kita menuju ruang makan. Semua sudah disiapkan..! " ucap Vivian ramah.


Saat Romie tiba, Willi tidak terlalu memperdulikan nya.


Ketika hendak melewati Vivian,Romie terhenti seketika.


"Ka-kamu siapa? " tanya Romie.


"Saya.. " belum sempat menjawab.


"Dia istriku, mata mu jangan terlalu lekat padanya! " Willi mundur untuk sesaat.


Romie ternganga tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh sepupunya itu.


"Tapi, tapi sejak kapan kalian menikah. Bahkan aku sendiri tidak tahu bahwa kalian pernah mengundang kerumah! " Romie menjajal pertanyaan.


Vivian hanya terdiam, Willi memperhatikan wajah nya yang tak tahu mau manjawab apa.


Willi merangkul pundak Romie "Sudah lah, ayo kita makan! " ajak Willi.


Mereka pun berjalan, dan disusul Vivian dibelakang mereka.


Saat makan malam, Vivian melayani Willi seperti layak nya suami istri. Rose tidak mencurigai apa pun.


Tapi berbeda dengan Romie, dia seperti mengetahui sesuatu. Karena dia ingat betul seperti apa Willi. Dan bahkan selama hidupnya, pacaran pun cuma sekali.


Mereka makan dengan tenang, hanya dentingan sendok dan garpu . Mata Romie tak putus menatap wajah Vivian.


"Wanita ini begitu cantik, terlihat sederhana.Apa mungkin selera Willi berubah, Tapi apa iya selera bisa berubah.! " batin Romie.


Vivian mengetahui bahwa Romie memandanginya sedari tadi. Merasa risih, Vivian bangkit dan pergi menuju dapur.


"Kenapa dia memandangi ku terus, apa ada yang salah dengan ku. Atau mungkin dia mengenal ku? " batin Vivian.


Lama dia didapur, sampai semua sudah siap makan.

__ADS_1


Willi melihat kebelakang, tapi tidak menemui Vivian. Dia bangkit dari duduknya sambil berjalan menuju dapur.


"Apa yang kamu lakukan, kenapa kamu lama sekali? tanya Willi.


"Ah, aku masih mencuci buahnya.! " jawab Vivian.


"Kenapa kamu yang lakukan, harusnya itu pekerjaan pelayanan! " ujar Willi.


"Ayo temui tante didepan! " pinta Willi.


"Apa tidak boleh bertemunya nanti saja. Aku sedikit tidak enak badan! " Vivian mengelak.


Willi merasa kening Vivian "Kamu baik-baik saja, apa kamu kenal dengan Romie dan sengaja menghindar dari nya? " tanya Willi menyelidiki.


"Orang tadi namanya Romie, aku saja baru tahu.! "


"Ayo kita kedepan! " ajak Willi.


Walau hati berat, tidak bisa menolak ajakan Willi.


Tante Rose dan Vivian berbicara hangat, mereka terlihat akrab. Sesekali senyum menghiasi bibir indah Vivian.


Willi yang berada didepan nya, merasakan kehangatan Vivian. Bukan hanya Willi saja , Romie juga merasa tertarik setelah melihat Vivian.


Waktu terus bergulir, tak terasa hari sudah hampir tengah malam.


"Tak terasa waktu sudah larut, tante harus pulang dulu. Nanti ada waktu datang lah kerumah tante.! " ucap Rose ramah.


"Kalau ada waktu, saya dan Willi akan kesana! " jawab Vivian.


Setelah berpamitan, mereka pun pulang.


Willi dan Vivian kembali seperti biasa.


Diperjalanan pulang, Romie lebih banyak diam. Dia tidak berkata apa pun. Rose melihat perbedaan pada anaknya.


"Kenapa kamu diam saja, apa yang kamu fikirkan? " Tanya Mama nya.


"Ma, apa mama tidak memperhatikan sesuatu antara Willi dan istrinya? " tanya Romie.


"Maksud kamu? " tanya mamanya.


"Ah, sudah lah. Mungkin hanya perasaan ku saja.! " Romie tidak melanjutkan omongan nya.


Keesokan pagi nya, Willi kedatangan tamu penting dari negara X. Mereka akan membahas kerja sama bertaraf internasional.


Karena pertemuan besar,untuk itu Willi memesan restoran mahal .


Ditemani Robby dan sekretarisnya. Willi sukses meyakinkan tamunya itu.


Di jalan pulang, Willi dan sekertarisnya hanya menggunakan satu mobil.


Ketika tiba di depan perusahaan, sekertarisnya turun dari bangku depan, mata Vivian menatap lengket ke arah mereka.


Disusul Willi yang turun dari belakang.


Vivian tidak mengetahui bahwa Willi ada pertemuan diluar.


Entah kenapa, ada rasa sakit yang tak bisa dijelaskan melihat pemandangan itu.


Bukan hanya Vivian, Berta juga ada disana.

__ADS_1


"Apa tuan Willi ada hubungan dengan sekertaris nya.? " tanya Berta.


Tapi Vivian tidak memperdulikan pertanyaan Berta.


Vivian pergi begitu saja meninggalkan Berta sendiri.


"Vivian tunggu aku, kamu mau kemana? " Berta mengejar Vivian.


Tapi terlambat, Vivian sudah masuk kedalam taksi yang ada didepan mereka sedari tadi.


Tak tau arah tujuan, Vivian hanya masuk dan menangis.


"Mau kemana nona? " tanya supir taksi.


"Kemana saja pak! " jawab Vivian.


Pak Supir bingung, melihat Vivian yang sedang menangis. Hanya menuruti apa yang diminta penumpangnya.


Berkeliling selama hampir 1 jam


"Nona, kita sudah berkeliling selama 1 jam.Apa nona ingin kesuatu tempat? " tanya supir taksi.


"Ke taman saja pak! " minta Vivian.


Taksi pun berhenti didepan taman, Vivian keluar dan membayar sejumlah uang.


Masih merasa sakit, Vivian duduk sendiri didepan taman. Dengan wajah sendu.


Sebuah mobil berhenti didepan Vivian "Tin.. tin..! " suara klakson mobil


Vivian menoleh ke jalan "Romie, ada apa dia disini? " batin Vivian.


Romie turun dari mobil "Hai.! " sapa Romie.


Vivian merasa tak enak jika sapaan nya tidak di sambut "Hai..! "


"Kenapa kamu ada disini? " tanya Romie.


"Tidak kenapa-napa, hanya cari angin saja! " jawab Vivian.


"Tapi..! " Romie menunjuk wajahnya.


"Ah, aku hanya kelilipan saja! " jawab Vivian.


Setelah dekat "Boleh aku duduk? " tanya Romie.


Vivian menggeser duduk nya untuk Romie. "Kamu sedang apa disini? " tanya Vivian.


"Seperti biasa, aku lebih suka bermain bersama anak-anak yang ada disana! " Romie menunjuk ke arah kiri.


"Kamu sendiri, mana Willi? " tanya Romie lagi.


Mendengar nama Willi, Vivian merasa enggan untuk membahasnya.


"Aku tidak ingin membahasnya, saat ini aku hanya ingin menenangkan fikiran! " jelas Vivian.


"Kalau begitu, kenapa kita tidak kesana saja! " tunjuk Romie pada sebuah club.


"Eemmm, boleh juga.! " Vivian setuju.


Mereka berjalan berdua menuju club yang tak juah dari tempat mereka duduk.

__ADS_1


Romie terlihat senang, karena Vivian tidak menolak ajakannya.


__ADS_2