Mr. Perfect and Ms Random

Mr. Perfect and Ms Random
SEASON 2.eps 97.RIHANA YANG BAIK HATI


__ADS_3

Setelah habis makan malam, Alfa terus saja kepikiran apa yang mamanya ucapkan di meja makan tadi.


Dia bolak balik di dalam kamar. Dan merasa masalah ini semakin rumit.


"Ahhh! " Alfa menggaruk kepala nya yang tak gatal.


Keesokan harinya, saat di kantor.


Rihana terlihat santai berjalan menuju lift.


Saat semua orang sedang menunggu pintu lift terbuka.


Tangan Rihana ditarik masuk kedalam lift yang sudah terbuka.


Melihat orang yang berada di dalam lift sontak saja membuat langkah karyawan lain tertahan. Itu adalah Alfa yang menyerobot masuk.


Saat pintu lift tertutup.


"Ada apa tuan, kenapa menarik ku? " tanya Rihana tidak mengerti.


"Apa yang mama ku katakan saat disana? " tanya Alfa.


Mendengar pertanyaan dari Alfa atasannya itu. Rihana tahu bahwa dia belum mengetahui rencana mamanya yang ingin menjodohkan mereka.


"Tante tidak berkata apa-apa, dia hanya menjelaskan bagaimana kejadian sebenarnya. Agar Ibu ku percaya! " jawab Rihana.


"Tapi kenapa ibu mu masih tidan percaya dan berpikir bahwa kita sudah.... " ucapan Alfa terhenti.


Rihana pun terdiam, begitu juga Alfa yang merasa enggan untuk melanjutkan ceritanya.


"Nanti setelah pulang jam kantor. Aku ingin kita bicara! " ucap Alfa dan masuk keruangan nya.


Rihana hanya bisa diam, apa yang ingin dibicarakan oleh Alfa.


Saat jam pulang sore, Alfa sudah menunggu kedatangan Rihana dipelataran parkir.


Dan Rihana pun terlihat berjalan menuju mobil Alfa


Pintu kaca mobil diturunkan.


"Masuk lah! " ucap Alfa.


Rihana membuka pintu belakang.


"Apa aku supirmu? " tanya Alfa yang duduk di bangku setir.


Rihana kembali menutup pintu belakang dan duduk di bangku sebelah Alfa.


Mobil pun melaju manuju kesuatu tempat.


Tak jauh dari kantor mereka, mereka sudah berada di sebuah restoran kecil.Lebih mirip terlihat seperti rumah.


"Mau ngapain kita kesini tuan? " tanya Rihana mulai takut.


Sekilas rumah itu terlihat seperti tidak ada orang. Tapi setiap sisinya bersih dan di tanami bunga dalam pot yang tersusun rapi.


"Apa kamu berpikir aku akan mencelakaimu? " tanya Alfa dengan wajah dinginnya.


Alfa kembali melangkahkan kakinya menuju rumah kecil itu.


Rihana hanya bisa menuruti dari belakang.

__ADS_1


Mereka sudah duduk di bagian dalam rumah itu. Ternyata saat berada di dalam. Ada beberapa orang yang terlihat makan.


Datang lah seorang wanita tua menghampiri mereka.


"Mau makan apa tuan? " tanya ibu tua itu sopan.


"Makanan spesial ya nek! " ucap Alfa.


Si nenek tersenyum dan pergi meninggalkan mereka.


Rihana yang masih penasaran, kenapa restoran itu terlihat berbeda dari luar.


Alfa memperhatikan pandangan Rihana yang menelisik setiap sisi restoran itu


"Restoran ini hanya buka 5 jam saja . Dan mereka buka pada saat jam 5 sore. Disini itu tidak seramai restoran pada umumnya. Karena mereka membatasi pelanggan yang datang. " jelas Alfa.


"Kalau mereka memang niat berjualan, kenapa harus membatasi pelanggan ? " tanya Rihana masih belum mengerti.


"Karena disini tidak ada pelayan, dan nenek tadi adalah pemilihan restoran ini. Dia dan suami nya lah yang menjalankan restoran ini! " jelas Alfa lagi.


"Oooo! " mulut Rihana membulat.


"Jadi apa tujuan tuan Alfa membawa saya datang kesini? " tanya Rihana mengalihkan pembicaraan.


"Tujuan ku kesini hanya untuk meluruskan semua masalah! "ujar Alfa.


"Kalau tuan ingin meluruskan masalah, kenapa harus kesini. Harusnya tuan jelaskan dengan ibu saya dong! " timpal Rihana.


"Aku belum punya waktu untuk menjelaskan nya pada ibu mu. Karena aku masih memiliki beberapa pekerjaan penting lainnya! " ucap Alfa.


Alis Rihana mengerut bersatu.


"Apa salah satu nya ini? " tanya Rihana ketus.


Beberapa menit kemudian sang ibu tua datang bersama suaminya membawa berbagai macam makanan yang masih terlihat berasap.


"Silahkan dimakan! " ucap pemilik restoran.


Alfa dan Rihana mulai menikmati makanan yang telah terhidang.


Saat makan mereka berdua tidak berbicara satu sama lain. Rihana juga seperti nya tidak memiliki rencana untuk memulai lebih dulu.


Setelah acara makan selesai, Alfa meminta pada si ibu tua untuk merapikan meja mereka.


Mata Rihana terlihat marah ketika Alfa menyuruh wanita tua itu. Dia merasa tidak pantas menyuruh seorang wanita yang sudah tua. . Dengan inisiatif sendiri, Rihana mengumpulkan semua piring dan alat makanan mereka dan membawa nya sedikit demi sedikit menuju tempat pencucian piring.


Melihat sikap Rihana yang begitu baik. Alfa merasa takjub.


Saat meja sudah bersih. Rihana pun kembali duduk.


"Sebenarnya tuan membawa saya kesini ada apa? " tanya Rihana.


"Tidak ada apa-apa, hanya ingin ditemani makan saja! " jawab Alfa.


"Hah, hanya untuk makan saja? Sejauh ini? " Rihana terpelongo.


"Apa kamu sudah selesai . Ayo kita berangkat! " Alfa pun bangkit dari duduknya.


Melihat Alfa yang sudah pergi meninggalkan nya. Membuat Rihana buru-buru bangkit dan berlari menyusul Alfa.


Mereka kembali menyusuri jalan sebelumnya. Di saat mereka melewati sebuah rumah yang ada terasnya. Mata Rihana tertuju pada sosok anak kecil yang terlihat sedang menyandar di sebuah tiang. Anak itu terlihat lusuh dan kumal. Wajahnya terlihat layu seperti orang yang belum makan.

__ADS_1


Alfa pun melihat juga ke anak itu. Perlahan Alfa mengurangi kecepatan nya.Menunggu reaksi Rihana bagaimana selanjutnya.


"Berhenti dulu tuan!" minta Rihana.


Dan benar saja, Rihana ingin mereka berhenti.


Alfa pun memberhentikan mobilnya. Rihana membuka pintu mobil dan menghampiri anak itu.


"Kamu kenapa dik? " tanya Rihana sambil berjongkok.


"Aku tidak apa-apa kak!" jawab anak itu.


"Apa kamu sudah makan? " tanya Rihana lagi.


Mendengar pertanyaan Rihana, terlihat sudut mata bocah itu mulai berkaca-kaca.


Bocah itu hanya bisa menggeleng.


"Kasihannya kamu, apa kamu tidak punya orang tua? " tanya Rihana.


"Tidak kak! "


"Kamu tinggal dimana dan dengan siapa? " tanya Rihana.


"Saya tinggal di bagian sana!" tunjuk anak itu. "Dengan adik saya! "


"Apa yang kamu lakukan disini, kenapa kamu tidak menjaga adikmu saja? " tanya Rihana seperti detektif.


"Saya berjualan asesoris kak, dari siang tadi belum ada yang beli! " jelas anak itu.


Mendengar penjelasan anak itu, membuat air mata Rihana menetes.Dia merasa terharu atas kegigihan anak didepannya itu.


Rihana bangkit dan kembali menuju mobil. Saat dia mengambil dompet dari dalam tas.


Tangan nya di tahan oleh Alfa.


"Kamu tidak perlu memberinya! " ucap Alfa.


"Maat tuan, saya hanya sekedar berbagi pada yang membutuhkan! " Rihana melepaskan tangan Alfa.


Dan.


"Berikan ini pada anak itu! " Alfa memberikan sebuah amplop kecil pada Rihana.


Rihana menatap lekat pada lelaki yang biasanya terlihat dingin dan kaku itu.


"Apa yang kamu lihat, pergilah!" lamunan Rihana buyar mendengar ucapan Alfa.


Rihana mengambil amplop itu dan memberi kannya pada anak tadi


"Ini untuk kamu! " ucap Rihana.


Masih penasaran dengan amplop yang iya terima. Anak itu pun membukanya.


Bocah itu kaget, karena isi amplop itu adalah beberapa lembar uang dengan jumlah yang cukup banyak.


"Ini untuk saya kak? " tanya bocah itu.


"Ya, semuanya! " jawab Rihana.


Bocah itu menangis mengungu, tidak percaya bisa mendapat uang sebanyak itu.

__ADS_1


"Sekarang kamu pulang lah beli makanan dan jaga adik mu! " ujar Rihana.


Anak itu langsung mengemas barang jualannya yang tidak terlalu banyak. Dengan girang dia pergi sembari mendada pada Rihana yang masih berdiri disana.


__ADS_2