
Karena perjalan masih cukup jauh, Alfa yang telah sekarat di bawa dengan menggunakan heli.
Dia sudah tidak sadar kan diri, di tengah jalan.
Karena sudah melakukan konfirmasi, pihak rumah sakit sudah menunggu kedatangan Alfa di rooftop gedung rumah sakit.
Saat heli mendarat, beberapa orang membantu untuk menurunkan tubuh Alfa.
Rihana juga ikut serta di dalam pesawat. Sementara Sami menaiki mobil.
Alfa segera didorong menuju ruang operasi untuk pengambilan peluru yang bersarang.
Rihana terlihat tidak menentu, baju yang tadi nya bersih sudah terlihat kotor terkena darah.
Di mondar mandir di depan pintu ruang operasi.
Setelah 1 jam lebih akhirnya seorang dokter pun keluar.
"Operasinya berhasil, sebentar lagi pasien akan dipindahkan. " penjelasan dokter.
"Terima kasih dokter! " ucap Rihana dan dokter pun pergi.
Rihana masih setia menunggu di depan ruang operasi.
Dari jauh terlihat sepasang suami istri yang sudah berumur datang ke arah Rihana dengan wajah yang cemas.
"Alfa bagaimana dengan mu nak? " tangis mama Vivian.
"Tenang ma, anak kita pasti baik- baik saja. Dia anak yang kuat! " Papa Willi menenangkan istrinya.
Mendengar kedua orang baru datang tadi membahas tentang Alfa.
Rihana memfokuskan matanya pada kedua orang itu.
"Maaf, anda berdua orang tua tuan Alfa? " tanya Rihana.
"Iya kami orang tuanya! " jawab Papa Willi.
"Operasi tuan Alfa sudah selesai, sebentar lagi tuan Alfa sudah bisa di pindahkan! " jelas Rihana.
"Operasi berhasil? " tanya mama Vivian.
Rihana tersenyum.
"Iya nyonya! " jawab Rihana lembut.
Kedua orang tua itu saling memeluk untuk menguatkan.
Pintu kamar operasi terbuka, tempat tidur Alfa didorong menuju kamar inap. Mereka semua menuruti perawat yang ada di depan.
Setelah Alfa di pindahkan, Rihana tidak pergi kemana-mana.
Setelah sekian lama, Rihana pun memutuskan untuk kekamar mandi untuk mencuci wajahnya yang sudah berminyak karena keringat dan air mata.
Saat di depan cermin, Rihana menyadari bahwa pakaian yang iya kenakan sudah kotor karena darah dari Alfa.
Dia mengambil air dengan tangan nya, berusaha menghilang kan noda darah yang ada di baju nya. Tapi karena darah itu sudah kering, tidak ada perubahan sama sekali.
Rihana keluar dari kamar mandi, mata mama Vivian melirik ke arah nya.
"Kamu! Kemarilah! " panggil mama Alda mendekat.
Rihana mendekat ke arah mama Vivian.
"Ya nyonya! "
"Lihat pakaian mu sudah kotor! Apa kamu membawa baju ganti? " tanya mama Vivian.
__ADS_1
"Emm, tidak nyonya! " jawab Rihana tunduk.
"E, e, e. Jangan panggil saya nyonya, panggil tante! " ucap mama Vivian.
"Ba-baik tante! " Rihana tersenyum.
"Kalau begitu, kira keluar sebentar temani tante! " ajak mama Vivian.
"Kita mau kemana tante? " tanya Rihana.
"Nanti juga kamu akan tahu! Pa! Mama mau keluar sebentar, papa disini dulu ya. " ujar Vivian dan menarik tangan Rihana melangkah keluar kamar Alfa.
Rihana masih bingung, kemana mama Alfa akan membawa nya.
Mereka menuju parkiran, dan memasuki sebuah mobil.
"Ke butik langganan saya! " ucap mama Vivian.
"Baik nyonya! " sang supir pun menjalankan mobilnya.
Mereka tiba disebuah butik besar dengan nama yang cukup terkenal.
"Mau apa kita kesini tante? " tanya Rihana .
"Kita keluar dulu, nanti juga kamu akan tahu! " mama Vivian menarik tangan Rihana untuk keluar.
Rihana hanya bisa menurut tanpa menolak. Walau hatinya sendiri belum terbiasa dengan orang yang ada di depan nya itu.
Mereka masuk kedalam butiq dan seperti sudah kenal baik. Beberapa karyawan yang melihat kehadiran mereka menyapa dengan ramah.
"Selamat datang nyonya! " itulah kata yang mereka ucapkan.
"Aku ingin beberapa baju ukuran dia dan yang terbaik!" minta mama Vivian.
"Baik nyonya, tunggu sebentar! " ucap sang pegawai butiq.
Rihana yang tidak begitu tahu kebiasaan orang kaya hanya bisa melongok .
"Kamu! Pilih lah." ucap mama Vivian pada Rihana.
"Tapi tante ini untuk apa? " tanya Rihana.
"Lihatlah baju kamu kenakan sekarang, sudah kotor dan tidak mungkin juga kamu memakai nya lagi! " jelas Mama Vivian.
"Tapi tante... "
"Tidak ada tapi-tapi, kamu cobalah dulu! " mama Vivian menyodorkan sebuah gaun ke wajah Rihana.
Merasa berat untuk menolak, Rihana mengambil baju itu dan membawanya kedalam kamar ganti.
Rihana kembali keluar dan mengatakan baju itu tidak cocok dengan nya.
Dan kembali mama Alfa memberikan pakaian yang lainnya, dan alasan yang sama menjadi jawaban andalan Rihana.
"Maaf tante, sepertinya tidak ada pakaian yang cocok untuk ku disini! " ujar Rihana lembut.
Mama Alfa hanya bisa diam.
"Apa kita coba ketempat lain dulu? " tanya mama Alfa.
Terlihat senyuman dibibir Rihana.
"Ada tante! " jawab Rihana.
Mama Alfa ikut tersenyum dan mereka pun berangkat ke tempat yang Rihana maksud.
Mereka pun pergi menuju sebuah mall, Rihana berjalan sejajar dengan Mama Vivian.
__ADS_1
Mereka tiba disebuah toko pakaian yang terlihat biasa saja.
Rihana melangkahkan kakinya masuk kedalam toko.
Mama Alda hanya bisa mengikuti saja.
Rihana memilih-milih pakaian yang tergantung di toko tersebut.
Dan pilihan tertuju pada sebuah baju dana sebuah rok di bawah mata kaki.
Saat Rihana ingin membayar.
"Semua sudah dibayar sama tante itu! " ucap kasir sembari menunjuk pada mama Alfa.
Rihana terperangah, karena kalah cepat dari mama Alfa.
"Masih ada yang ingin kamu beli? " tanya Mama Alfa dari belakang tiba-tiba.
"Astaga! " Rihana terkejut.
Mama Alfa tersenyum, karena berhasil membuat Rihana kaget.
"Tidak ada tente, ini saja sudah cukup! " jawab Rihana.
Mama Alfa memandangi wajah Rihana yang terlihat cantik walau tanpa makeup. Matanya yang sayu menambah rasa teduh saat melihat wajahnya yang lembut.
Saat akan kelua4.
"Apa kamu tidak sekalian saja mengganti baju mu? " tanya Mama Alfa.
Rihana terhenti dari langkah nya.
"Kenapa aku tidak kepikiran! " ucap Rihana sembari menepuk kepalanya.
Rihana kembali kedalam toko dan menuju kamar mandi.
Setelah selesai, dia pun keluar.
Baju yang iya kenakan terlihat pas dibadannya.
"Sekarang kita makan dulu, lepas itu kita akan kembali ke rumah sakit!" ucap mama Alfa.
"Tapi tante...! "
"Kalau ditolak, aku nya yang rugi. Sekarang ini perut ku memang sudah lapar.Tapi ah sudah lah! " batin Rihana.
"Baiklah tante! " Rihana setuju.
Mereka kembali berjalan menuju restoran yang ada di mall tersebut.
Saat mereka tepat berada didepan kedai hotpot. Mama Alfa melangkan kakinya kedalam kedai tersebut.
"Kita makan disini saja ya?"ucap nya.
Rihana nyengir.
" Baik tante, saya juga ingin mencoba! " jawab Rihana.
Mereka pun serta memesan makanan.
Tak lama pesanan mereka pun datang, Mama Alfa terlihat suka sekali dengan hotpot yang mereka hidangkan.
"Apa tante pernah makan disini?" tanya Rihana sedikit canggung.
Rihana meletakkan kedua sumpitnya.
"Sebelum Alfa sebesar ini, tante paling suka makanan seperti ini. " jawab mama Alfa.
__ADS_1
Rihana hanya bisa bergumam atas penjelasan mama Alfa.