Mr. Perfect and Ms Random

Mr. Perfect and Ms Random
eps. 75.KECEBUR.


__ADS_3

Saat kapal berhenti ditengah laut, Robby, Alfa dan Liana terlihat asik duduk di tepi kapal.


Sementara Robby sedang memancing, Alfa melihat dan begitu girang ketika pancing Robby ditarik oleh ikan.


"Wah, om ikan nya besal! " ucap Alfa dengan cadel nya.


"Alfa suka? " tanya Robby.


Alfa tersenyum mengangguk.


Setelah merasa bosan, Robby pergi keburitan kapal. Disana dia terlihat mengambil beberapa gambar. Tak lupa juga mengambil foto Alfa dan Liana yang sedang asik becanda gurau.


Saat Alfa berlari-lari, Liana berusaha untuk menangkap nya.


Tapi.


"Byuuurr! " suara jatuh kedalam air.


"Alfa! " teriak Liana.


Teriakan Liana membuat Robby serta merta bangkit dan menghampiri nya.


Belum sempat Robby berbicara.


"Byyuurrr! " Liana melompat laut karena panik.


Saat ditengah kepanikan, Liana hanya melambai-lambai kan tangannya. Robby pun ikut melompat, berusaha untuk menyelamatkan Alfa terlebih dulu.


Alfa di tarik ke atas oleh nakhoda, dan dia tidak mengalami hal serius. Tapi dia cukup kenyang meminum air laut yang asin.


Saat Robby berusaha untuk menyelamatkan Liana. Mencari di tempatnya tadi, tapi tidak menemukan Liana sama sekali.


Robby semakin panik , dia menyelam dan mencari disekitar.


Terlihat tubuh Liana mulai tenggelam. Robby menyelam lebih kedalam lagi , begitu dekat tangan Liana segera di tarik ke atas.


Susah payah Robby berusaha untuk menaikkan tubuh Liana.


Nakhoda pun berusaha mengangkat tubuh Liana yang lebih berat di banding Alfa sebelumnya.


Setelah naik , Liana tidak sadarkan diri.


Nakhoda berusaha menekan bagian dada Liana. Tapi tidak menunjukkan hasil Robby yang telah berada di atas segera mendekat. Nakhoda tadi pun memberikan ruang untuk Robby.


Robby menekan bagian dada Liana dan sesekali mendekatkan telinganya kehidung Liana sekedar memastikan bahwa wanita itu masih bernafas.


Karena tidak menemuka adanya tarikan nafas, Robby menundukkan wajahnya tepat di bibir Liana.Dia melakukan nafas buatan, percobaan pertama belum ada reaksi. Kembali percobaan kedua.


Dan ketiga.


"Uhuk! " suara dari bibir Liana.


Robby menghentikan aksinya setelah Liana sadarkan diri.


Mata Liana perlahan terbuka, dia melihat kesekeliling.

__ADS_1


"Kamu baik-baik saja? " tanya Robby.


Liana berusaha bangkit di bantu oleh Robby.


"Aku baik-baik saja!" jawab Liana dengan wajah yang masih pucat.


"Kenapa kamu melompat , kalau kamu sendiri pun tidak tahu berenang? "


"Aku hanya reflek saja karena Alfa tercebur kedalam air! " jawab Liana.


Robby bangkit dan menuju kamar yang ada dilantai bagian dalam kapal. Dia mengambil selimut dan memberikan nya pada Liana.


"Tante, tante tidak apa-apa? " Alfa menangis sejadi-jadinya sembari memeluk Liana yang masih basah.


"Tante tidak apa-apa! " jawab Liana menenangkan Alfa sambil menepuk punggung anak kecil tersebut.


Tak ingin berlama-lama duduk di lantai , Liana bangkit dan menarik tangan Alfa di genggamannya.


"Pergi lah istirahat di dalam, kalau kamu bawa baju ganti pergi lah ganti baju.Nanti kamu masuk angin! " ucap Robby.


"Tapi aku tidak bawa baju ganti, karena terlalu terburu-buru! "


"Ya sudah kita akan kembali kedermaga, untuk sementara gunakan dulu selimut ini! "


Alfa yang sudah memakai baju kering, terus saja menempel dengan Liana. Dia terlihat merasa bersalah, karena tidak mendengar nasehat tantenya tersebut.


"Tante Alfa minta maaf , Alfa tidak akan nakal lagi! " Alfa menyesal karena telah melampaui perkataan tantenya.


"Ya sudah, jangan nangis nanti gantengnya ilang! " hibur Liana.


Saat kapal merapat kedermaga, Liana dan Alfa sudah bersiap-siap untuk naik.


Dengan pakaian basah, Robby melaju dengan kencang menuju toko pakaian.


Robby dan Liana masuk bersamaan, tidak lupa Alfa juga di bawa serta. Tidak ingin terlalu lama memilih, Liana memilih pakaian yang pertama kali dia lihat. Dan saat membayar di kasir, Liana mengulurkan beberapa lembar uangnya.


Saat itu juga Robby datang dan menahan tangan kasir untuk tidak menerima uang Liana.


"Biar aku saja yang bayar!" ucap Robby.


"Tapi tuan , ini adalah pakaian ku! " ucap Liana bingung.


"Tidak apa-apa, kamu simpan saja. " Robby mengulurkan kartu kreditnya.


Sang kasir dengan cepat mengambil kartu itu dan menggesek nya.


"Ini kartu nya tuan! " kasir menyerah kan kartu itu kembali pada Robby.


Setelah pembayaran, Liana dan Robby segera menuju ruang ganti. Saat keluar, mereka sudah berganti pakaian.


Alfa yang duduk manis di sebuah kursi menunggu dengan tenang.


Mereka pun pergi keluar dari toko tersebut.


Saat di dalam mobil.

__ADS_1


"Krruukkk! "


Robby menoleh pada Liana.


"Apa kamu lapar? " tanya Robby.


Liana malu karena suara perut nya, dia hanya menggigit jari ketika Robby bertanya.


"Om, Alfa lapal! " keluh Alfa dari belakang.


"Baiklah kita singgah makan dulu! " ajak Robby.


Ketika mobil berhenti di sebuah restoran besar dan terlihat mewah. Liana menolak turun, ketika Robby sudah turun lebih dulu.


Melihat Liana diam saja, Robby tahu bahwa Liana tidak mau makan di restoran itu.


Robby kembali masuk kedalam mobil. Alfa yang berada di belakang masih memegang perutnya yang mulai minta di isi.


Mobil kembali berjalan, dan kali ini mereka singgah di restoran yang sebagian bangunan nya adalah hotel.


Saat mesin mobil sudah di matikan, Liana menatap ke atas gedung.


Kembali dia tidak bergerak, Robby tahu Liana tidak suka makan disana.


Saat Alfa ingin membuka pintu mobil, Dengan cepat Robby mengunci otomatis pintu agar Alfa tidak keluar.


Dan kembali Robby menghidupkan mesin mobil. Mata Liana tertuju pada restoran seperti KFC. Robby menangkap arti dari pandangan itu.


Dia belokkan mobil menuju restoran tersebut.


Alfa yang melihat keluar dimana mereka singgah. Dan benar saja , senyum Alfa mengembang.


"Kita makan disini om? " tanya Alfa.


"Iya tuan muda!" jawab Robby dan segera turun dari mobil.


Tanpa di minta atau di tunggu. Liana dengan cepat keluar dari mobil dan menarik tangan Alfa yang sudah keluar dari mobil.


Melihat perubahan Liana yang tiba-tiba, Robby hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Dasar wanita, makhluk selalu benar dan ingin nya dimengerti. Sudah lapar saja masih sempat-sempatnya milih tempat makanan! " Robby bicara sendiri karena kesal.


Saat memesan makanan, Alfa terlihat bingung mau memesan yang mana. Karena dia lagi tidak ingin makan nasi, Liana pun sama. Mereka memutuskan untuk memesan ayam satu bucket besar.


Robby yang baru duduk, melihat menu yang tertera. Dia hanya memesan menu dengan porsi kecil dan minuman dingin.


Tak lama, pesanan Liana dan Alfa pun tiba.


"Waahhh! " Liana dan Alfa takjub melihat 1 bucket isi nya ayam semua yang cukup banyak.


"Apakah kalian bisa menghabiskan nya? " Robby merasa tak percaya bahwa dua orang itu sanggup menghabiskan ayam itu.


"Om tenang saja, Alfa yang akan menghabiskan nya!" Alfa mulai menyantap lebih dulu.


Di susul Liana yang seperti kesetanan.

__ADS_1


__ADS_2