Mr. Perfect and Ms Random

Mr. Perfect and Ms Random
eps 11.KERJA SAMA


__ADS_3

Hari sudah sore, semua orang yang bekerja bersiap-siap kembali kerumah masing-masing.


Vivian yang masih berada di lantai 3,lagi membereskan barang-barangnya.


"Tak.. tak.. tak..! " suara derap langkah sepatu pentofel.


"Nona Vivian, anda di panggil tuan Willi dibawah..! " ucap Robby.


"Ada apa lagi sih, kan saya sudah bilang.Saya tidak mau ikut campur masalah dia..! " ucap Vivian dengan wajah kesal.


"Tapi tuan Willi ingin berbicara penting dengan anda..! " pinta Robby.


"Hah, dia yang membuat masalah sampai-sampai saya terbawa-bawa..! " gerutu Vivian.


Walau tidak mau, Vivian tetap mengikuti Robby berjalan menuju lantai bawah.


Sampai diparkiran, Robby dan Vivian menuju mobil hitam yang kacanya serba gelap.


"Masuklah, tuan ada didalam..! " Robby membuka kan pintu.


Dengan ragu-ragu Vivian masuk juga. Dan benar saja, sudah ada Willi disana dengan memakai kaca mata hitamnya.


Robby pun segera masuk, menghidupkan mobil. "Mau dibawa kemana saya tuan.? " tanya Vivian takut.


"Apa kamu takut saya jual? " ujar Willi menambah tegang suasana.


Vivian hanya bisa menelan ludah tanpa bertanya lagi.


Mobil terus saja melaju, tidak ada suara sama sekali. Vivian juga hanya bisa membuang pandangan ke luar mobil.


Mobil memasuki jalan yang terlihat sunyi, hanya ada beberapa rumah besar yang memiliki halaman luas. Setiap rumah memiliki pagar tinggi menjulang.


Vivian hanya bisa takjub "Ku fikira hanya ada di film-film saja rumah seperti ini! " batinnya.


Willi memperhatikan saat Vivian membelakanginya.


Dan tibalah mereka di sebuah mansion tak besar dari yang sebelumnya Vivian lihat.


Pintu pagar terbuka, seorang security memberi hormat .


"Kita dimana tuan? " tanya Vivian mulai bingung.


"Kita berada dikediaman tuan Willi..! " jawab Robby sambil memarkirkan mobil.


"Untuk apa kita kesini, saya harus pulang ke rumah tuan..! " minta Vivian.

__ADS_1


"Mohon kerja sama nya nona, agar semua jadi mudah..! " ucap Robby.


Vivian masih tak mengerti dengan maksud dari dua orang lelaki itu.


Setelah mobil berhenti, Robby membuka kan pintu disebelah Willi.


Willi pun keluar, tapi tidak dengan Vivian. "Apakah kau akan didalam terus? " tanya Willi.


"Maaf tuan, jawab dulu untuk apa kita kesini? " tanya Vivian semakin cerewet.


"Nona Vivian tenang saja, kami tidak akan menyakiti nona. Malah kami akan membicarakan kerja sama yang menguntungkan kedua belah pihak! " jelas Robby.


Dengan ragu, akhirnya Vivian keluar juga dengan wajah memperhatikan kedua pria itu.


Mereka menuju kedalam mansion, Vivian begitu terkagum dengan luaran rumah itu.Semua tersusun rapi dan luas. Bunga-bunga yang berwarna warni menghiasi setiap sudut halaman. Dan beberapa titik terlihat ada air mancur yang digunakan untuk membasahi tanaman. Tanpa perlu disiram oleh manusia.


"Silahkan masuk nona..! " ucap Robby.


Tapi Vivian tidak mendengar ucapan nya.


"E-ehemmmmm...! " Willi berdehem panjang.


Seketika Vivian tersentak dan menoleh ke asal suara.


"Kamu tidak pernah melihat bunga ya? " celetuk Willi sambil berjalan kedalam.


Tapi tidak dipungkiri, ini adalah pertama kali nya untuk Vivian berada dirumah sebesar ini.


"Silahkan masuk Nona.. " ucap Robby dengan lembut.


Vivian mengikuti langkah Robby, mereka menuju ruang tamu. Vivian semakin terperangah dengan ornamen yang ada didalam rumah itu. Setiap lantai dan dinding di hiasi batu alam yang dipastikan tidak murah.


"Duduk lah, agar kita bisa bicara ! " ucap Robby dengan senyum termanisnya.


Vivian duduk di sofa yang bersebrangan dengan Willi duduk.


"Nona, tujuan kami ... " ucap Robby tiba-tiba.


"Eheemmm...! " Willi berdehem.


Robby melirik ke arah Willi dan memahami arti nya "Maksud saya, tujuan saya membawa nona Vivian kesini karena ingi berdiskusi sesuatu.! " jelas Robby.


Vivian semakin tak mengerti "Maksudnya? " ucap Vivian.


"Begini, apa nona Vivian bersedia menikah dengan Tuan Willi? " tanya Robby.

__ADS_1


Mata Vivian membulat besar "Bisa coba ulangi apa yang tuan ucapkan tadi.? " pinta Vivian masih tak percaya.


Robby melirik Willi, yang masih belum melepaskan kaca matanya walau sudah berada didalam rumah.


"Apakah nona bersedia menikah dengan tuan Willi..? " Robby mengulangi kata-katanya.


Sontak Vivian semakin tidak percaya "Apakah telinga ku yang sudah rusak..! " batin Vivian sambil menggosok telinganya.


Melihat ekpresi Vivian, Robby hampir tertawa "Nona, anda tidak salah dengar..! " ucap Robby lagi.


"Atas tujuan apa kalian ingin aku menikah dengan tuan Willi? " tanya Vivian sedikit tegas sambil memperhatikan ke arah Willi.


"Karena kejadian di kantor tadi siang, tuan Willi berharap bisa kerja sama dengan nona. Agar tuan Willi terhindar dari perjodohan yang dilakukan oleh tante beliau.! " pungkas Robby.


"Untuk apa anda mengajak saya menikah orang yang tak anda kenal. Kenapa bukan pilihan dari tante anda. Bukan kah mereka , belum anda kenal juga? " Vivian tampak tegas.


"Tapi nona, masalah nya berbeda! " jelas Robby.


"Dimana letak perbedaan nya, pernikahan bukan lah permainan! " ujar Vivian dengan wajah mulai memerah.


"Disini nona diberi keuntungan, bukan sebalik nya. Karena pernikahan ini hanya formal nya saja. Dan pernikahan ini tercatat kantor catatan sipil. Sebagai bukti kalian sudah sah menikah dan tente Rose tidak akan menuntut apa-apa lagi dari tuan Willi! " jelas Robby panjang lebar..


"Kalian yang berperan, kenapa aku harus menghancurkan masa depan ku dengan orang yang bukan pilihan ku! " Vivian tetap kekeh pada pendiriannya. Menolak pernikahan itu.


"Robby sudah, tidak perlu di perpanjang lagi.Kalau dia tidak mau kerja sama, besok sebelum sore surat pengunduran dirimu


sudah harus ada dimeja saya..! " ucap Willi dan berdiri pergi meninggalkan Robby dan Vivian.


Vivian tak percaya bahwa orang yang meminta nya untuk mengundurkan diri adalah pemilik perusahaan.


Air matanya mulai menetes "Kalau aku berhenti, bagaimana dengan pengobatan mama..! " batin Vivian seketika membeku.


Robby masih bertahan, agar bisa membujuk Vivian untuk menerima kerja sama itu. "Nona Vivian akan diberikan imbalan yang cukup besar. Dan pasti bisa nona gunakan untuk pengobatan mama anda yang sekarang berada dirumah sakit! . "


Pandangan Vivian teralihkan setelah mendengar ucapan Robby. "Dari mana kalian tahu..? " tanya Vivian bengong.


"Kami sudah menyelidiki semua tentang anda nona.Maka dari itu saya harap nona bisa kerja sama. Dan disini kedua belah pihak sama-sama diuntungkan! " pungkas Robby.


Vivian kembali berfikir "Baiklah, saya terima kerja sama ini. Tapi saya tidak berharap, hubungan ini diketahui oleh orang banyak.! " pinta Vivian.


"Masalah itu, tuan Willi juga berharap masalah ini jangan bocor keluar. Dan hanya di ketahui oleh anda, tuan Willi dan juga tante Rose..! " tambah Robby.


"Baiklah, kalau begitu. Apa syarat-syarat nya? " tanya Vivian.


"Besok, saya akan berikan syarat-syaratnya! " ujar Robby.

__ADS_1


"Hemmm..! " Vivian hanya menggumam.


__ADS_2