
Saat perjalanan pulang dari kediaman keluar Alfa, Rihana merasa bahagia, karena bisa memberi sesuatu yang bagus untuk Vivian.
Pertama kali dalam kehidupan nya, semenjak mengenal Alfa baru kali ini dia bisa merasakan yang namanya berbaur bersama orang-orang kaya.
Di tambah lagi keluarga Alfa yang cukup baik walau mereka terbiasa dalam kemewahan. Sedikit pun keluarga mereka tidak pernah memandang Rihana sebelah mata.
Setelah seharian bekerja dan di tambah acara saat malam. Membuat Rihana cukup lelah.
Di perjalanan pulang, Rihana menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi. Agar tidak tertidur, Rihana mengambil ponselnya dan bermain dengan sebuah game yang ada di ponselnya.
Melihat Rihana yang asik sendiri, Alfa sedikit kesal karena dia harus menyetir tapi tidak diperdulikan.
Tak sampai setengah jam Rihana bermain game, matanya mulai lelah gerakan tangannya mulai melambat dan pada akhirnya terpejam.
Ponsel nya masih dipegang olehnya, Alfa yang melihat itu ingin mengambil ponsel Rihana. Tapi ternyata pegangan Rihana begitu kuat.
Alfa pun mengurungkan niatnya .
"Brukk! " ponsel Rihana terjatuh dari genggamannya.
Melihat itu Alfa menepikan mobilnya dan mengambil ponsel yang jatuh di bawah kursi Rihana.
Setelah dapat ponselnya diletakkan di dashboard mobil.
Alfa pun kembali menghidupkan mesinnya dan berangkat.
Mereka pun tiba didepan rumah Rihana, karena hari sudah terlalu malam dan bahkan tidak ada satu orang pun yang terlihat berada diluar rumah.
Rihana belum juga terbangun. Alfa mengambil sebuah kantong belanja dari toko perhiasan yang mereka kunjungi sebelum nya.
Mengambil kotak kecil didalamnya dan membuka kotak itu. Terlihat sebuah kalung berwarna putih dengan sebuah mainan liontin.
Alfa mengambil kalung itu dan mengalungkannya ke leher Rihana perlahan-lahan.
Belum sempat menuatkan pengaitnya, Rihana pun bergerak mengalihkan posisi kepala nya.
Untuk sesaat Alfa berhenti , setelah memastikan Rihana masih tertidur. Dia kembali menautkan pengait kalung itu.
"Rin,Rin! " panggil Alfa lembut di samping Rihana.
Mata Rihana membuka dan memandang ke arah Alfa yang cukup dekat di samping kanannya.
"Kita sudah sampai tuan? " tanya Rihana.
"Sudah! " jawab Alfa.
Rihana pun membuka pintu mobil bergegas mengambil tasnya dan keluar.
"Terima kasih tuan! " ucap Rihana.
"Saya yang harus berterima kasih! " balas Alfa.
"Saya masuk dulu! " ujar Rihana dan segera meninggalkan Alfa.
Setelah memastikan Rihana masuk kedalam rumah. Alfa kembali menghidupkan mobilnya, baru saja akan berangkat matanya tertuju pada ponsel milik Rihana yang tertinggal di dashboard mobil.
Rihana terlanjur masuk kedalam rumah. Alfa pun mengurungkan niatnya untuk memanggil Rihana lagi karena waktu sudah larut malam.
__ADS_1
Alfa kembali menuju kediaman nya. Dia juga merasa capek dan lelah hari ini.
Setelah tiba dipekarangan rumah, Alfa pun keluar tidak lupa membawa ponsel Rihana yang tertinggal.
Keesokan pagi nya, saat Rihana bangun pagi. Dia mencari ponselnya di sekitar bantal. Seperti biasa jika dia sudah tertidur maka ponsel nya akan diletak sembarang saja.
Tapi dia tidak menemukan ponsel nya sama sekali.
"Kemana ponselku? Tadi malam masih ada! " Rihana heran.
Dia pun bangkit dari tempat tidur dan mengambil tas yang dia gunakan tadi malam.
"Tidak ada! Kemana dong? " rengeknya.
Wajah Rihana begitu cemas, dia menuju luar rumah. Berpikir mungkin ponselnya terjatuh dihalaman.
Mencari dengan seksama tapi hasilnya tetap nihil.
"Rin! " panggil sebuah suara.
Rihana mengarahkan pandangan pada suara tadi.
"Alin! "
"Kamu lagi apa? " tanya Alina yang baru saja tiba didepan rumah Rihana.
"Aku lagi mencari ponsel ku. Ntah dimana aku letakkan! " jawab Rihana.
"Aku coba teleponnya! " ucap Alina.
Alina pun menekan nomor telepon Rihana. Tapi tidak ada yang menjawab.
"Bagaimana? " tanya Rihana.
Alina hanya mengangkat bahu nya.
"Aduh! Apa mungkin tertinggal di dalam mobil! " batin Rihana.
Saat Rihana berdiri dengan kedua tangannya berkacak pinggang. Mata Alina teralihkan dengan kalung yang menggantung di leher Rihana.
"Rin! Kamu baru beli ya? " tanya Alina sambil menyentuh kalung itu.
"Apaan sih, itu kan ponsel lama ku Lin! " jelas Rihana.
"Bukan itu! Maksud ku kalung mu ini! " jelas Alina.
Rihana bengong.
"Kalung? "
Rihana meraba bagian lehernya.
"Kenapa ini ada di leher ku? " ucap Rihana.
"Apa kamu tidak sadar sudah memakai perhiasan? " tanya Alina tidak mengerti dengan teman nya itu.
"Aku.... " ucapan Rihana terhenti.
__ADS_1
"Lin, bisa kamu bantu aku untuk melepaskan nya? " minta Rihana.
Rihana pun membelakangi Alina untuk membuka kalung itu.
"Ini! " Alina memberikan kalungnya.
Rihana melihat kalung itu.
"Haaan." dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Bukankah ini kalung yang kemarin aku lihat di toko perhiasan? " batin Rihana.
"Rin, kamu beli dimana? Aku suka! "ujar Alina.
"i-ini hanya tiruan saja. Di pasar banyak yang jual kok! " Jelas Rihana .
Alina merentap kalung itu.
"Aku pinjam ya, nanti aku ingin bertemu seseorang! " ucap Alina.
"Jangan Lin! " Rihana menolak.
Tapi Alina tetap pada tujuan nya, dia memasukkan kalung itu ke kantong celana jeans yang dia kenakan.
Rihana berusaha mengambilnya tapi Alina sangat licik.
"Aku pergi dulu ya. Nanti malam aku kembalikan! " ucap Alina dan langsung pergi.
Dengan wajah kecewa, Rihana masuk kedalam rumah . Dia banting pintu dengan kuat sehingga membuat ibunya keluar dari dapur.
"Ada apa pagi-pagi begini kamu sudah banting pintu? " tanya ibunya.
"Tidak apa-apa bu! " jawab Rihana malas.
Ibu nya pun kembali kedapur, sementara Rihana masuk kedalam kamar.
"Sejak kapan kalung itu berada di leherku. Tadi malam rasanya aku tidak memakai apapun." pikiran Rihana berkecamuk sendiri.
Karena hari inj adalah hari libur. Rihana memilih untuk memendam dirinya didalam kamar.
Otak nya masih berpikir keras dimana ponselnya dia tinggalkan sebelum nya.
"Tadi malam jelas sekali aku masih memainkan ponsel ku. Tapi kenapa pagi ini sudah tidak ada? "
. "Setelah pulang tadi malam, aku langsung masuk kedalam rumah. Sehabis itu tidak memegang ponselku lagi." Rihana kembali mengingat kejadian tadi malam.
"Bagaimana pun ponsel ku pasti tertinggal didalam mobil tuan Alfa! " Rihana begitu yakin.
Di tempat lain, Alfa terlihat senyum sumringah. Karena petang ini dia akan bertemu dengan Rihana.
Sebelum nya.
Saat Alina mencoba menghubungi ponsel milik Rihana. Di panggilan kedua Alfa mengangkat ponsel itu.
"Kalau Rihana mau ponselnya, suruh dia untuk datang ke cafe Y malam ini jam 19.00! " ucap Alfa dan mematikan ponselnya.
Saat Alina menurunkan ponselnya dari telinga, dia mengatakan bahwa panggilan nya tidak di angkat. Tujuan Alina adalah agar dia sendiri yang bertemu dengan lelaki itu.
__ADS_1
Walau Alina sendiri tidak tahu siapa lelaki yang ada di sebrang telepon itu.