Mr. Perfect and Ms Random

Mr. Perfect and Ms Random
SEASON 2.eps.95.RIHANA VS IBU


__ADS_3

2 hari Rihana tidak pulang kerumah. Ibu nya semakin panik. Sempat datang keperusahaan dan bertanya. Rihana ternyata tidak masuk dan ijin cuti 2 hari.


Ibu nya semakin cemas, sempat putus asa dan bahkan berfikir untuk melaporkan kehilangan anaknya. Tapi dia tunda dulu. Menunggu hari ke 3 jika Rihana kembali masuk kerja. Karena jadwal cuti nya hanya 2 hari.


Saat hari hampir malam, sebuah mobil berhenti di depan rumah mereka. Saat pintu dibuka, ternyata Rihana yang keluar dari dalam mobil.


Rihana pun menuju pintu masuk. Sang ibu yang masih terdiam melihat anaknya yang pulang bersama lelaki dengan mobil mewah, merasa marah.


Saat sudah mendekati ibunya.


"Dari mana kamu? " tanya ibunya sinis.


Rihana menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Maaf bu, tidak sempat membagi tahu! " jawab Rihana ringan.


"Apa kamu tahu, bagaimana hati seorang ibu yang menunggu kabar? " wajah ibu nya terlihat merah menahan tangis.


Rihana tidak memiliki jawaban atas pertanyaan ibunya. Dia hanya bisa merasa bersalah atas tindakan yang dia lakukan.


Rihana ingin ibunya , tapi tangan ibu nya lebih dulu menahan.


Merasa sakit hati atas penolakan ibunya , karena selama ini sekali pun ibunya tidak pernah menolak saat anak-anaknya ingin memeluknya.


Ibu nya langsung pergi meninggalkan Rihana yang masih terpaku di tempat.


Adik nya yang melihat dari kamar menghampiri Rihana.


"Kakak dari mana, dari kemarin ibu menghubungi nomor kakak tapi tidak di angkat. Sampai siang tadi telepon kakak sudah tidak bisa di hubungi." ucap adiknya.


"Baterai ponsel kakak habis, dan kemarin kakak ada dirumah sakit. Karena pimpinan diperusahaan kakak mengalami tembakan dan itu karena kakak! " jelas Rihana.


"Haaan" sang adik menutup mulutnya terkejut atas apa di dengar nya.


"Kakak tidak apa-apa kan? " tanyanya lagi


"Kakak tidak apa-apa, hanya saja tuan Alfa cedera bagian punggung. Itu semua karena kakak! " raut wajah Rihana yang merasa bersalah.


"Kakak cerita kan saja pada ibu! " bujuk adiknya.


"Kalau kakak jujur, takutnya nanti ibu tidak akan bagi kakak kerja! "


"Nanti aku pikirkan caranya! " adik nya pun kembali kedalam kamar.


Rihana yang merasa lelah masuk kedalam kamarnya yang tidak terlalu besar.


Sampai malam hari, ketika mereka makan malam. Ibunya tetap tidak mau bicara padanya. Habis makan dia memilih untuk masuk kedalam kamarnya.


4 hari berlalu, Alfa sudah dibolehkan pulang. Saat Rihana dan Sami mengantarkan Alfa kembali ke rumah. Papa Willi dan mama Vivian menaiki mobil lainnya.


Mereka pun tiba di rumah keluarga Hudson.


Rihana merasa tak percaya, rumah keluarga Alfa sangat besar dan bahkan mirip seperti istana. Halaman yang luas dan tanaman yang menghiasi setiap sudutnya.


"Masuklah dulu Rin! " ucap mama Vivian.


Rihana melirik jam di tangannya.

__ADS_1


"Maaf tante, saya harus segera pulang. Kalau tidak ibu pasti marah jika saya terlambat! " ucap Rihana.


"Kenapa ibu mu marah,bukankah sebelumnya kamu di beri ijin untuk menjaga Alfa dirumah sakit? " tanya Mama Vivian dengan wajah heran.


"Eemmmm.. "


"Masa itu saya tidak memberitahu ibu saya, dan ketika saya pulang beliau tampak marah. Dan bahkan sampai hari ini dia tidak ingin berbicara dengan saya! " jelas Rihana.


"Ya Tuhan, kenapa kamu tidak jujur saja. Andai dari awal kamu cerita sama tante, mungkin tante yang akan meminta ijin dengan ibu mu! " ujar mama Vivian.


"Sudah dulu ya tante, sekarang saya pulang dulu." Rihana pun pamit.


Di luar, Sami sudah menunggu untuk mengantar nya.


Saat mereka berhenti didepan rumah rumah Rihana. Tiba-tiba ibu nya Rihana menghadang mobil mereka dari depan.


Rihana yang melihat itu terkejut dan cepat-cepat keluar dari dalam mobil dan menghampiri ibunya.


"Ada apa bu, dia hanya mengantarkan aku pulang saja? " ucap Rihana.


"Sebelum semua nya selesai, siapa pun tidak boleh pergi! " ucap sang ibu.


Rihana menyapu kasar wajahnya.


Sami yang tidak mengerti apa yang terjadi segera keluar.


"Ada apa Rin? " tanya Sami.


Rihana mendekat.


Sami yang tidak tahu apa masalahnya hanya bisa menuruti permintaan Rihana.


Saat mereka didalam.


"Kemana saja kau dan anakku beberapa hari yang lalu. Sampai dia lupa untuk pulang kerumah? " tanya ibu Rihana.


Sami tidak bisa menyembunyikan kebingungannya. Dia alihkan pandangan pada Rihana.


Rihana hanya bisa tertuduk.


Sami pun menceritakan yang terjadi pada Rihana saat dia dan Alfa sedang menghadiri pesta malam itu.


Sampai terjadinya penembakan itu.


Ibu Rihana terlihat gemetar mendengar semua penjelasan dari Sami. Walau bagaimana pun, si ibu masih tetap tidak percaya. Dia hanya mempercayai apa yang ingin dia percaya.


Dia beranggapan bahwa Rihana sudah bekerja sama dengan Sami untuk membuat cerita agar terdengar nyata.


"Maaf, aku tidak bisa mempercayai semua cerita kalian. Bisa saja semua itu kebohongan yang kalian buat agar aku percaya." Ibu nya tetap menyangkal.


Sami terperangah mendengar ucapan ibu Rihana.


Rihana yang sudah tidak tahu untuk berkata apa. Meminta Sami untuk segera pergi, dia takut bila ibu nya marah akan berdampak buruk jika masih malihat Sami ada di depan nya.


Ibu Rihana orang yang posesif, dia sayang dengan anak-anak nya. Dari itu dia selalu harus tahu kemana saja anaknya itu berada.


Dan kali ini kesalahan Rihana cukup fatal.

__ADS_1


Kembali suasana rumah dingin sekali seperti di kutub es. Wajah ibu Rihana tidak enak dilihat. Apa lagi saat bertemu mata dengan Rihana.


Keesokan harinya di perusahaan.


Alfa sudah masuk kembali bekerja seperti biasa.


Sementara di meja kerja Rihana, wajahnya terlihat tidak secerah biasa nya. Dia kebanyakan melamun dan mengetuk-ngetukkan penanya dimeja.


"Kenapa kamu melamun? " sebuah suara mengejutkan Rihana dari lamunan nya.


Melihat siapa yang datang membuat Rihana langsung berdiri.


"Tante! " ucapnya.


Mama Vivian yang baru saja tiba dan menghampiri meja kerja Rihana.


"Tidak ada apa-apa tante! "


"Oh! Apa Alfa ada di dalam? " tanya mama Vivian.


"Tuan ada didalam! " jawab Rihana.


"Tante kedalam dulu ya! " mama Vivian pun meninggalkan Rihana.


Saat didalam.


"Kenapa mama datang tidak bagi tahu dulu? " tanya Alfa melihat mama nya yang sudah ada didepan mejanya.


"Mama kan orang tua mu, apa harus buat laporan dulu kalau untuk bertemu? " tanya Vivian balik.


Alfa tersenyum.


"Mama bisa datang kapan pun mama mau! " ucap Alfa sembari memeluk mamanya.


Mereka pun duduk di sofa panjang.


"Fa, apa Rihana ada masalah? " tanya mamanya.


Alfa menaikkan sebelah alis nya.


"Tumben mama peduli dengan orang? " batin Alfa.


"Kenapa mama bicara seperti itu? " tanya Alfa.


"Tidak seperti beberapa hari yang lalu dia tampak gembira, apa lagi saat merawat mu dirumah sakit! " jelas sang mama.


"Ya iya lah, kan kemarin karena dia aku harus dirawat dirumah sakit! " batin Alfa.


"Sebenarnya Sami sudah cerita semua dengan Alfa. Ibu nya Rihana marah, karena Rihana tidak pulang kerumah beberapa hari dan bahkan tidak memberi kabar. " jelas Alfa.


"Jadi , apa kamu sudah menjelaskan semua pada orang tuanya? "


"Sami sudah menceritakan semuanya, tapi ibunya tidak percaya. Malah dia mengatakan bahwa Sami dan Rihana sudah bersekongkol untuk berbohong! " jawab Alfa.


Vivian mengelus tas tangan di pangkuannya.


"Heem! Seperti itu! "

__ADS_1


__ADS_2