
Setelah perjuangan hampir 1 jam, akhirnya Rihana melahirkan seorang anak yang tampan.
"Selamat tuan , putra anda lahir dengan selamat! " ucap dokter yang membantu persalinan sang istri.
Tangisan nya menggema di ruangan bersalin yang disaksikan langsung oleh Alfa. Wajah yang tadinya pias melihat kesakitan yang istrinya rasakan berganti menjadi wajah gembira. Ketika si kecil sudah membuka matanya kedunia ini.
Seperti tidak sabar, ingin rasanya Alfa meraih tubuh mungil itu. Tapi dia urungkan , karena si bayi mungil itu masih di tangani oleh perawat untuk membersihkannya dari sisa2 lahiran.
Seketika Alfa tersadar kondisi istrinya yang masih terlihat lemah. Wajahnya terlihat pucat , tapi masih sanggup memancarkan senyuman terbaik untuk suami kesayangan nya.
"Bagaimana keadaan mu sayang? Apa ada yang terasa sakit? " bawel Alfa.
Rihana tersenyum.
"Tidak ada yang sakit sayang, hanya saja aku seperti mengantuk! " jelasnya.
Alfa mengalihkan pandangan nya pada sang dokter yang masih mengemas peralatannya.
"Dokter, istri saya mengantuk! " ucap Alfa.
Dokter pun tersenyum.
"Tunggu sebentar tuan, istri anda masih dalam penanganan. Beri kami waktu untuk membersihkan nya! " minta sang dokter.
"Kamu dengar sayang? Tunggu sebentar saja! " jelas Alfa.
Tangan Alfa tak henti-hentinya menciumi tangan sang istri..
Setelah beberapa waktu, akhirnya Rihana dan juga bayi nya sudah selesai.
Seorang perawat datang dengan mendorong sebuah kereta bayi.
Diruangan Rihana dirawat terlihat ramai,kedua mertua dan juga orang tua nya sudah berkumpul untuk melihat sosok malaikat kecil yang baru saja launcing ke bumi ini.
"Ya Tuhan, kamu begitu tampan! " ucap ibi Rihana.
Semua orang yang ada disana berkumpul melihat anak tampan itu. Alfa merasa bahagia melihat semua orang begitu menyukai anaknya.
Rihana yang masih memilih tidur untuk memulihkan tenaga nya.Meminta pada suami agar anaknya diberi susu formula dulu. Karena air susu nya belum berisi.
"Alfa, lebih baik kamu istirahat saja. Biar Rihana dan bayi mu kami saja yang jaga! " ucap Mama Vivian.
"Baiklah ma, Alfa mau tidur sebentar. Tapi kalau ada apa-apa bangunin saja! " ucap Alfa.
Setelah dua hari, akhirnya Rihana dan anaknya sudah di bolehkan pulang. Semua perlengkapan mereka sudah di kemas dalam tas.
Saat berada di rumah, semua pelayan yang ada di mansion menyambut kedatangan Rihana dan malaikat kecil.
Mereka berjalan menuju kamar Alfa dan Rihana. Mama Vivian meletakkan bayi mungil itu di dalam box khusus yang telah disediakan untuk si bayi.
"Alfa! Apa kamu tidak berfikir untuk memberikan nama pada anakmu? " tanya mamanya.
"Ah! Mama benar, aku sampai lupa karena terlalu bahagia." Alfa baru ingat hal yang harus dia lakukan sebagai orang tua.
"Nama apa yang bagus menurut mama? " tanya Alfa sembari mengelus-elus dagunya.
"Kamu sebagai papa nya, maka kamu yang berhak memberi nama padanya! " timpal mama Vivian.
Alfa berjalan menuju tempat tidur, dia duduk di samping Rihana yang tengah bersandar di kepala ranjang.
__ADS_1
"Sayang! Apa kamu sudah memiliki nama untuk anak kita? " tanya Alfa.
Rihana tersenyum dan mengelus lembut jari-jari suami nya.
"Aku serahkan pada mu saja suami ku! " pungkas Rihana.
Untuk sesaat mereka saking terdiam, sementara Mama Vivian berjalan keluar dari kamar Alfa dan Rihana.
"Sayang, aku memiliki satu nama yang bagus untuk anak kita! " tiba-tiba satu nama terlintas di benak Alfa.
"Bagaimana kalau kita beri nama Davino! Ya Davino Hudson! " ungkap Alfa.
Rihana tersenyum.
"Seperti nya nama itu bagus! Apa kamu tidak ingin menambahkan nama yang lainnya? Menurutku nama itu terlalu pendek! "
"Apa kamu memiliki nama tambahan lainnya? " tanya Alfa tersenyum mesra.
"Ada, Rifaldi! Davino Rifaldi Hudson! Bagaimana menurut mu? " tanya Rihana dengan mata berbinar-binar.
"Sepertinya nama itu bagus, kamu memang pandai memikirkan nama yang bagus sayang! "
"Cup"
Alfa mencium kening istrinya dengan mesra.
"Aku keluar dulu untuk memberitahu mama dan papa! Kamu istirahat saja, nanti aku kembali lagi! " Alfa pun keluar dari dalam kamar.
Alfa berjalan menuju sofa yang ada diruang tamu. "Pa, ma! "
"Ya sayang! " jawab sang mama.
Alfa duduk bersebelahan dengan mama nya. "Alfa sudah memiliki nama yang bagus untuk anak kami! "
"Davino Rifaldi Hudson! " Alfa terlihat senang ketika mengatakan nama itu.
Mama Vivian dan papa Willi tersenyum mendengar nama yang diucapkan oleh Alfa.
"Siapa yang memberi nama itu? " tanya papa Willi.
"Awalnya Alfa hanya ingin memberi nama Davino Hudson. Tapi Rihana bilang nama itu terlalu pendek! " jelas Alfa.
"Terus! " timpal sang mama.
"Rihana menambahkan nama Rifaldi ditengah-tengah ma! " jelas Alfa sambil melirik kedua orang tuanya. "Apa mama dan papa tidak suka? "
Mama Vivian dan papa Willi saling menatap dengan mimik yang tidak bisa di baca.
"Hahahah! " mama dan papa tertawa.
Alfa semakin bingung melihat tingkah kedua orang tuanya.
"Kamu sudah semakin dewasa sayang. Kami tidak masalah dengan namanya." jelas mama Vivian.
Wajah Alfa yang tadinya seperti orang bingung berubah kembali.Dia bangkit memeluk kedua orang tuanya bergantian.
Waktu terus bergulir, 4 tahun telah berlalu. Davino sudah berusia 4 tahun. Dan saat ini Rihana sedang mengandung anak kedua yang masih berumur 7 minggu.
Kehamilan kali ini Rihana terlihat manja dan selalu saja betingkah seperti anak kecil. Dan jika Alfa ingin berangkat kerja, maka Rihana akan selalu melakukan drama di pagi hari.
__ADS_1
"Sayang, ini sudah hampir siang. Dan aku sudah tidak masuk kerja 3 hari ini. Dan hari ini aku ada pertemuan penting dengan klian! " jelas Alfa sambil menangkup wajah Rihana yang menggelayut di bahu suaminya.
Dengan bibir manyun, Rihana melepaskan tangannya dari lengan Alfa.
"Mama! " panggil Davino yang baru saja masuk .
"Sayang! " sahut Alfa.
Davino berjalan menuju papa dan mama nya yang masih berdiri didepan cermin yang cukup besar.
"Kenapa wajah mama cemberut pa? " tanya Davino heran.
Rihana tersenyum.
"Mama tidak apa-apa sayang. Mama hanya sedikit tidak sehat! " kebohongan yang dijadikan alasan.
"Pa! Mama sakit, papa mau kerja! " Davino menatap iba pada mama nya.
"Haha! Kali ini ada Davino yang akan menjadi tameng ku! " batin Rihana bahagia.
Ternyata Rihana tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Alfa melihat sunggingan senyum di bibir istrinya walau hanya sebentar.
Alfa tersenyum.
"Kamu menang untuk saat ini! " imbuh Alfa dan mendekat ke arah Rihana dan memeluk sang istri.
Melihat kedua orang tuanya saling memeluk, saat itu juga Davino merasa di abaikan.
Dengan melipat kedua tangan nya di dada, Davino membelakangi orang tuanya.
Rihana yang melihat kekonyolan tingkah anaknya, hanya menggubris tangan Alfa.
Alfa pun mengalihkan pandangan nya.
"Oh! Anak papa ngambek ya? " Alfa menggendong anaknya.
Dengan tampang tak acuhnya, Davino sengaja tidak menjawab pertanyaan sang papa.
"Hari ini papa akan dirumah! Bagaimana kalau kita jalan-jalan nanti? " ucap Alfa sembari merayu sang anak.
Mendengar kata jalan-jalan, Davino tersenyum.
"Betul pa! Horeeee!" Davino bahagia.
Seperti itu lah kehidupan rumah tangga Alfa dan Rihana. Mereka saling mengerti dan mengisi satu sama lain.
Sekian cerita novel MR. Perfect and Ms Random.
Semoga para pembaca sudi meninggalkan jejaknya untuk membantu author lebih semangat lagi.
Maaf jika ada typo dan juga kekurangan dalam penulisan bahasa yang kurang jelas atau di mengerti.
Semua isi ini, semata-mata hanya fikiran author. Tidak ada campuran atau saduran daru cerita yang lainnya. Dan jika ada kesamaan dengan novel-novel yang lainnya.Percayalah, itu bukan karena kesengajaan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa, baca novel author yang lainnya.!!!!
Salam sukses.