Mr. Perfect and Ms Random

Mr. Perfect and Ms Random
eps. 79.SESUATU DARI ROBBY


__ADS_3

Liana sudah terlihat rapi siap mengantarkan Alfa berangkat kesekolah.


"Alfa cepat, nanti macet di jalan. " ucap Liana.


"Baik tante! " Alfa pun tergesa-gesa membawa tas ranselnya.


Saat di jalan.


"Tante! " panggil Alfa.


"Ya, "


"Kapan ya adik Alfa lahir,sudah tidak sabar rasanya! " ucap Alfa tiba-tiba.


"Alfa harus sabar dong, tidak lama lama lagi adik Alfa akan lahir juga! " jawab Vivian.


Robby yang mengemudi kan mobil, hanya bisa tersenyum atas kepolosan Alfa.


Robby sedari tadi melirik ke arah Liana terus. Terlihat dia seperti tidak nyaman dengan duduknya.


"Kamu kenapa? " tanya Robby.


"Ah, aku tidak apa-apa! "


"Tapi kenapa duduk mu seperti gelisah begitu? "


"A-aku tidak apa-apa! "


Mereka pun tiba di sekolah Alfa. Saat Alfa turun, Liana tidak ikut turun seperti biasanya. Tentu saja Robby merasa curiga, karna tidak seperti biasa nya.


"Tante kenapa tidak turun? " tanya Alfa dengan polosnya.


"Tante, tante lain tidak enak badan.Perut tante lagi mulas sayang! " jawab Liana.


"Ya sudah, Alfa masuk dulu ya. " Alfa pun pergi setelah pamitan pada kedua orang tersebut.


Robby kembali menjalankan mobilnya.


"Apa kamu beneran sakit? " Robby meraba kening Liana.


"Tapi badan mu tidak panas! "


"Aku hanya sakit perut, bukan demam! "


Liana tetap saja terlihat tidak tenang duduknya.


"Kita sarapan dulu ya! Apa kamu sudah makan? " tanya Robby.


"Sarapan! Aku sudah sarapan tadi. Kalau kamu mau sarapan pergi lah, aku menunggu di mobil saja! " ucap Liana.


"Tidak biasa nya kamu seperti ini, tidak pernah kamu sarapan saat hari masih terlalu pagi! " ujar Robby.


"Hari ini aku lebih cepat sarapannya, karena merasa lapar." alasan Liana.


Karena ajakan ditolak oleh Liana, Robby tidak jadi singgah untuk sekedar sarapan.


Dia memberhentikan mobil di sebuah mini market dan meninggalkan Liana sendiri di dalam mobil.


Saat di dalam, Robby terlihat sedang mencari-cari sesuatu.


"Nah , ini dia! " Robby mengambil apa yang sedari tadi dia cari.


Setelah membayar apa yang dia cari. Robby kembali kemobil.


"Ini, ambil lah! " Robby menyerahkan bungkusan plastik transparan.


Liana menerimanya.


"Apa ini? "


Liana melihat bungkus itu. Terlihat sebuah pembalut wanita.


Pipi Liana seketika berubah merah, dia merasa malu dengan apa yang ada ditangan nya.


Tak ada kata-kata yang keluar.


Dan Robby kembali menjalankan mobilnya.

__ADS_1


Kali ini mereka berhenti di sebuah toko yang menyediakan pakaian untuk wanita.


"Untuk apa dia berhenti disini? " batin Liana.


"Ayo turun lah! " minta Robby.


"Tapi untuk apa kita kesini? " tanya Liana.


"Kamu belilah pakaian ganti untuk.... " Robby hanya mengarahkan matanya pada tempat duduk Liana.


"T-tapi! " Liana merasa kurang yakin dia berani untuk berdiri.


Melihat Liana begitu berat untuk bangkit. Robby membuka jas yang fia kenakan.


"Nah, pakai ini! " Robby mengikatkan jasnya ke pinggang Liana.


"Tapi, apa ini? " Liana masih belum mengerti.


"Sudahlah, aku tahu kamu lagi ... " Robby tidak meneruskan ucapannya.


Karena merasa masalah nya tertutupi,Liana masuk kedalam toko dan di ikuti oleh Robby sambil memastikan bahwa semua baik-baik saja.


Saat di dalam toko,Liana memilih setelan rok selutut tapi tidak terlalu ketat. Dan beberapa buah pakaian dalam.


Setelah membayar, Liana menuju sebuah toilet.


Sebelum masuk.


"Kamu pasti melupakan sesuatu! " ucap Robby sembari memberikan pembalut tadi.


Merasa malu, Liana menerima pemberian Robby tanpa melihat wajahnya sama sekali.


Saat di kamar mandi.


"Malu sekali rasanya hari ini. Ingin ku masukkan kepalaku kedalam tanah." bermonolog.


Setelah beberapa menit, Liana pun keluar dari toilet.


"Sekarang kita sudah bisa pergi! " ajak Robby.


"Hemm! " gumamnya.


Robby hanya tersenyum


"Ayo kita pergi , aku masih memiliki pekerjaan! "


Liana dan Robby kembali ke mobil dan meninggalkan toko tersebut.


Di jalan.


"Berapa lama kamu mengenal nyonya Vivian?" tanya Robby mencairkan suasana.


Mata Liana mengarah pada Robby.


"Aku? " tanya nya.


"Hemm! "


"Aku kenal dengan nya semenjak kami sama-sama merantau ke kota. Beberapa tahun yang lalu! " jawab Liana.


"Berapa umur mu sekarang? " tanya Robby lagi.


"Eemm, sekarang umur ku 30 tahun! "


"Emmm, sudah cukup matang jika ingin menikah! Apa kamu sudah memiliki pacar? " tanya Robby.


Pertanyaan Robby membuat Liana menjadi patung.


Untuk sesaat dia terdiam, masih mencari jawaban yang tepat.


"Aku tidak memiliki pacar!" jawab Liana.


"Apa kamu sudah pernah pacaran? " tanya Robby lagi.


"Apa aku harus menjawabnya? " tanya Liana ragu.


"Apa kamu mau jadi pacar ku? " tanya Robby secara tiba-tiba.

__ADS_1


Hampir saja Liana keselek ludahnya sendiri.


"Maaf, apa aku tidak salah dengar? " tanya Liana.


Robby tersenyum sambil pandangan fokus kedepan.


"Aku serius! "


"Ta-tapi! "Liana terbata-bata.


" Aku suka pada mu! Apa kamu mau jalani hubungan yang serius denganku? " pertanyaan Robby yang membuat jantung wanita manapun akan berdetak lebih kencang saat di tembak.


"Ta-tapi a-ku... " terbata-bata.


"Kamu tidak perlu jawab sekarang. Fikirkan kembali lagi. Aku ingin menjalin hubungan yang serius bukan hanya untuk teman jalan saja! " jelas Robby.


"Tapi bagaimana dengan kekasih tuan ? "


"Hahaha! Aku tidak memiliki kekasih.Bahkan sudah bertahun-tahun! "


"Bagaimana bisa? "


"Karena pekerjaan ku, sampai-sampai aku tidak memiliki waktu untuk bersenang-senang! "


"Beri aku waktu untuk menjawab nya. Karena aku harus memastikan hatiku! " jawab Liana.


"Deerttt deertttt! " getar ponsel Robby di dashboard.


Robby melihat sebuah panggilan dari Willi.


"Hallo tuan! "


"Dimana kamu sekarang, kenapa lama sekali? " tanya Willi diseberang telepon.


"Maaf tuan, aku lagi di jalan pulang sekarang! " mata Robby melirik Liana yang sedang memperhatikan nya menelepon.


"Cepat lah, aku ada meeting penting! "


"Segera tuan, sedikit macet! " Robby berbohong.


"Baiklah! " telepon pun mati.


"Apa tuan Willi marah? " tanya Liana cemas.


"Tidak, dia hanya ingin cepat karena ada meeting pagi ini! "


Liana terdiam sejenak, kepala nya di penuhi pernyataan-pertanyaan yang dilontarkan olehkan Robby tadi.


Saat tiba di kediaman Hudson.


Liana segera keluar.


"Jangan lupa bawa ini!" Robby mengulurkan bungkusan pembalutnya.


Dengan rasa malu, Liana menerima nya dan segera pergi menuju pintu utama.


Di pintu utama, terlihat Willi dan Vivian yang sedang berjalan berbarengan.


Vivian memperhatikan penampilan Liana.


Merasa diperhatikan. Liana merasa gerogi dan menyelipkan rambutnya yang mengarah kedepan.


"Aku pergi dulu ya! "


"Cupp! " Willi mendaratkan ciuman di pucuk kepala istri nya.


Willi pun segera masuk kedalam mobil.


"Kapan kamu ganti rok? " tanya Vivian heran.


Liana menarik kedua sudut bibirnya.


"Ada sedikit masalah tadi, jadi sedikit kotor. Aku singgah ke toko dan beli baru rok ini! "


"Apa terjadi sesuatu antara kalian? " tanya Vivian menyelidiki.


"Bukan, bukan. Pikiran mu terlalu kemana-mana! " imbuh Liana.

__ADS_1


Mereka pun masuk kedalam mansion.


__ADS_2