
🍂🍂 part 01 🍂🍂
"Gila apa, kamu?!" Embun dan SyahRaa langsung teriak tak percaya saat mendengar apa yang di katakan dari Shaquuena barusan.
Putri tunggal dari Senja dan Pangeran itu baru saja memberi tahu rencana besarnya terhadap laki laki dewasa yang selama kurang lebih 5 bulan ini bersemayam dalam hatinya.
"Iya, pokonya kalian harus bantu ShaSha, karna ShaSha sudah benar-benar tergila-gila sama dia," jawabnya sambil terkekeh, ekspresi wajahnya memang sudah mengisyaratkan seperti orang tak waras.
Shaquuena menari sambil berputar putar di tengah kamarnya yang begitu luas khas Nona muda.
Sedangkan kedua sepupunya itu hanya saling pandang tak percaya sambil bergidik ngeri melihat tingkah Shaquuena.
"Parah, beneran gila dia," bisik SyahRaa.
"Iya, dia jatuh cinta sekali aja begitu. Gimana aku yang punya pacar satu, dua, tiga, empat, lima, enam, berapa ya? tujuh apa sembilan sih?" tanya Embun yang pusing sendiri sambil menghitung dengan jari tentang jumlah para kekasihnya tersebut
SyahRaa yang tahu jika Embun adalah seorang buaya betina yang sudah di latih langsung dari suhunya yaitu Buaya cengeng hanya bisa membuang napas kasar, ia tak menyangka memiliki sepupu wanita yang kelakuannya semua di batas normal.
__ADS_1
"Terserah kalian deh, emang pada gila Kalian berdua!" cetus SyahRaa.
Sedangkan Shaquuena tak perduli, ia yang terlahir dengan darah keturunan Mafia tentu sedang memutar otaknya untuk mencari cara bagaimana bisa dekat dengan pria tersebut. Ia akan memakai segala cara agar cintanya tak bertepuk sebelah tangan. Kegigihannya itu tentu menurun langsung dari ayahnya sendiri Pangeran Bramasta.
.
.
.
Berhari-hari telah berlalu, tapi Shaquuena masih dengan niatnya untuk mendatangi pria incarannya tersebut langsung ke Apartemen yang tak jauh dari tempat kuliahnya.
Selama di dalam mobil mewahnya, Shaquuena terus fokus pada sekeliling nya yang jangan sampai kehadiran pria itu terlewat dari jangkauan mata. Hampir tiga puluh menit menunggu, akhirnya yang di harapkan datang juga, pria itu berjalan dengan gagahnya menuju sebuah mobil di area VVIP. Shaquuena yang tak ingin melewatkan hal tersebut tentu langsung ke luar dari kereta besinya dengan cepat.
Dengan langkah tergesa-gesa ia menghampiri targetnya itu, tak lupa ia juga memasang wajah menyedihkan agar lebih meyakinkan.
"Se--selamat siang, Tuan," sapa Shaquuena saat sudah berdiri di dekat pria yang kini langsung menoleh saat ia merasa ada yang sedang bicara dengannya.
__ADS_1
"Iya, siapa ya dan ada apa ya?" tanyanya bingung, dengan ekspresi heran, ia menatap Shaquuena dari ujung rambut hingga kaki tanpa berkedip.
Kaos lusuh berwarna merah oversize, celana bahan selutut dengan memakai sandal jepit yang kanan merah sedang yang kiri biru tentu tak akan ada yang menyangka jika ia adalah cucu kesayangan Daddy Andra Bramasta.
"Maaf, Tuan. Saya belum makan sudah seminggu. Bisakah Tuan memberikan saya pekerjaan? jadi pembantu Tuan pun saya mau asal di beri makan sehari tiga kali," jawab Shaquuena yang sangat mendalami perannya tersebut.
"Belum makan seminggu?" tanya pria itu bingung tak percaya tapi ia tahu jika itu hanya modus semata.
"Iya,Tuan. Seminggu belum makan nasi. tapi cuma makan roti sama susu serta buah saja," jawabnya jujur karna ia memang selalu mengatur pola makannya agar tetap ideal.
Semakin tak paham semakin dahi pria itu mengernyit bingung, tapi ia tak perduli akan hal tersebut meski jelas tak masuk di akalnya.
Beberapa menit ia terdiam, akhirnya target buka suara dengan jawaban yang di harapankan oleh Shaquuena sejak tadi.
.
.
__ADS_1
.
Baiklah.. kamu bisa jadi pembantu saya..