Pangeran Senja

Pangeran Senja
Perjaka...


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Sayang, kemarin itu kamu perjaka kan?" tanya Senja dengan tatapan serius.


Dari yang sudah mereka selesaikan hanya satu itu saja yang masih mengganjal dalam hati Senja, begitu banyak yang ingin di tanyakan tapi ia memilih langsung tepat sasaran.


"Aku? kamu ragu, Sen?" tanya balik Pangeran dengan sorot mata tak kalah dari istrinya.


"Bukan begitu maksudku. Hanya saja, aku sedang berpikir dengan logikaku. Kamu dan dia 7 tahun bersama hampir 24 jam dengan sebuah ikatan pasti yang artinya bukan teman biasa. Pernah kah kalian melakukannya?"


"Hiya-Hiya?"


Senja hanya mengangguk, berharap Pangeran paham dengan maksud yang ia tanyakan barusan, karna ucapan Putri sungguh mengganggu pikirannya sejak tadi hingga kini.


"Memang kamu pikir masih ada pria yang menikah masih perjaka? apalagi di umurku yang sudah 25 tahun. Bahkan, aku lupa kapan aku melepas keperjakaan itu," jawab Pangeran malah dengan santainya.


Deg...


Hati istri manapun akan sakit mendengar hal tersebut, begitupun dengan Senja sampai rasanya ia tak kuat menahan air matanya hingga tergenang di mata sendunya.

__ADS_1


"Kamu menangis?" tanya Pangeran dengan bodohnya.


Senja menggelengkan kepala lalu membuang pandangan. Ia juga membalikkan tubuhnya untuk tidur memunggungi sang suami. Hal yang pertama kalinya ia lakukan selama menyandang status sebagai istri.


Bukannya marah, Pangeran malah tertawa kecil melihat sikap bidadari dunianya yang kini sedang kembali merajuk padahal jelas baru beberapa waktu tadi ia berjanji untuk tak melakukan hal tersebut.


"Kamu marah?" tanya Pangeran sambil memeluk Senja dari belakang.


"Untuk apa? bukankah itu hal biasa. Mungkin lebih ke---, kecewa!"


"Maaf, aku memang tak lagi perjaka, aku benar-benar minta maaf. Aku tak bisa menahan napsu ku, Sayang."'


Hatinya makin sakit saat ia merasa Pangeran mengangguk kan kepala di tepat di belakangnya.


"Tapi aku berhenti sejak seminggu lalu karna aku sudah punya kamu." Dengan percaya dirinya ia mengeratkan pelukan.


"Jelas lah, tega sekali kalau kamu masih melakukannya padahal sudah menikah denganku. Aku tak akan memaafkanmu jika berkhianat," cetus wanita itu kesal dan tak main main.


"Kamu tenang saja, tak ada yang senikmat dirimu, Sayang."

__ADS_1


"Kamu membandingkanku dengan Putri, iya?" tanya Senja yang murka, ia bangun dari baringnya kemudian duduk.


Pangeran yang kaget dengan pergerakan tiba-tiba Sang istri tentu melakukan hal yang sama juga, hingga kini mereka sudah duduk berdua saling berhadapan.


"Kamu dan Putri kenapa? aku gak bandingin kalian sama sekali, Sayang."


"Aku yang paling nikmat, kamu pasti bilang gitu juga kan saat tidur dengan Putri? mulutmu --- ya Tuhan!!!"


Pangeran yang memang sedari tadi menggoda langsung tertawa, ia sengaja mengaduk aduk perasaan Senja karna nyatanya jika sedang kesal, cemburu dan merajuk wanita itu nampak sangat menggemaskan. Pangeran jadi ingat ketika dulu Senja selalu saja kesal saat ia terus menerus mengatakan Cinta dan mengajaknya berpacaran. Pangeran tak pernah pantang menyerah meski ia tahu jawaban yang sama pasti di lontarkan oleh Senja.


"Memang aku bilang apa? bukankah kamu hanya bertanya tentang keperjakaanku? dan aku sudah jujur kan, kalau aku memang sudah tak perjaka, lalu hubungannya dengan Putri apa?" tanya Pangeran masih pura-pura tak paham padahal tawanya sudah siap pecah sedari tadi.


"Perjaka mu di ambil olehnya kan? kamu sudah tidur dan bercumbu dengannya juga kan?" cecar Senja yang langsung menangis.


.


.


.

__ADS_1


Sembarangan!! siapa yang bilang? FITNAH tuh...


__ADS_2