
🍂🍂 PART 33 🍂🍂
Makan malam yang mendadak tak enak di lidah membuat Darren mengajak mama dan Bella untuk pulang, padahal dua wanita itu masih asik mengobrol dengan sesekali memberi kode dan sindiran halus pada Darren yang terlihat melamun sambil memain kan gelas minumnya yang tinggal setengah, tak ada yang bisa menebak sedang di mana otak dan pikiran pria tampan itu saat ini.
Hingga sepanjang perjalan pun hanya sesekali ia menjawab apa yang di tanyakan padanya, dan sisanya hanya diam seribu bahasa. Begitu pun saat Bella turun dari mobil mewahamya, mereka hanya pulang berdua karna mama memilih naik taxy dengan alasan ingin mampir ke mini market sebentar.
"Ada apa, Darren? Jangan bilang kamu memikirkan ShaSha?" tanya Bella yang kali ini nada bicaranya tak enak di dengar di telinga Pria yang tak mematikan mesin mobilnya, dan itu tanda jika Darren tak ingin turun untuk mampir.
"Bukankah sudah ku bilang, hari ini aku benar-benar tak ingin keluar rumah, tapi kamu terus memaksaku!" cetus Darren tak mau kalah.
__ADS_1
Ia yang sedang merasa galau karna tak tahu harus berbuat apa di apartemennya tiba tiba di hubungi Bella, Ia di minta untuk segera bersiap karna wanita itu ingin mengajak nya makan malam bersama di salah satu restoran mewah yang sudah di pesan lebih dulu, sempat menolak halus karna tak ingin kemana mana seolah sedang ada yang di tunggu tapi akhirnya Darren bersedia juga demi menghargai Bella yang terus memberi alasan sudah resevasi di tempat tersebut.
"Tapi tatapan kalian berbeda, tak mungkin kalian tak kenal, karna kamu dan papa ShaSha terlihat akrab, seorang pengusaha sukses sampai harus menghamapirimu bukan kah itu luar biasa?" sindir Bella yang rasanya pertemuan tak sengaja tadi sungguh mengganjal dalam hatinya.
"Bukankah mereka terkenal memilik sifat baik dan tidak sombong?, ku rasa hal itu wajar terjadi. Lagi pula ini bukan di kantor atau sedang ada pertemuan antar perusahan, kami saling menyapa cukup karna saling mengenala satu sama lain."
Tapi Bella terus saja dengan pendirian nya yang bersikeras menuduh jika Darren dan tuan putri Bramasta itu ada sesuatu karna saat berjabat tangan tatapan keduanya benar benar tak biasa, dan sialnya Bella malah merasakan itu hingga mengusik hatinya yang terlanjur sudah ada nama Darren di sana.
"Huft--, tensi darahku bisa naik dan tua mendadak jika punya istri sepertinya, bahagia seperti apa yang akan di berikan Bella jika belum apa apa senangnya merajuk tak jelas, semakin kamu posesif semakin aku akan merasa jengah padamu, Bell!!" gumam Darren di tengah perjalan pulang nya menuju Apartemen.
__ADS_1
Darren berkali kali menarik napas dan ia buang secara kasar, itu terus ia lakukan agar perasaan nya jauh lebih tenang karna seumur hidupnya baru hari ini ia merasa gundah gulana hingga tak enak makan dan bingung harus berbuat apa sejak pagi sampai malam seperti ini.
.
.
.
Nul -- Minuuuul, besok pagi janji pulang ya, aku punya sesuatu untuk mu..
__ADS_1