
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Sesuai rencana sebelumnya, Senja dan Pangeran akan pergi ke acara Reuni akbar SMA mereka malam nanti dan sebagai wanita pada umumnya Senja tentu sudah bersiap sejak pagi mulai dari ujung rambut hingga kaki semua tinggal pakai, tapi...
"Sayang, anter aku ke salon yuk," ajak Senja yang langsung dengan mode manja pada suaminya.
"Mau ngapain?" tanya Pangeran sambil menciumi kening dan pucuk kepala istrinya.
"Makan bubur," jawab Senja dengan bibir yang sedikit mengerucut dan itu langsung menjadi santapan habis Pangeran untuk ia nikmati.
"Raaan!" teriakan Senja sambil memukul paha pria itu malah membuat Pangeran tertawa.
Tak ingin wanita halalnya itu merajuk ia pun langsung menuruti apa yang di inginkan Senja, tak seperti rumah utama yang punya Salon pribadi Senja justru mau tak mau harus datang Salon langganan nya, ia harus tampil sesempurna mungkin untuk membanggakan suaminya.
"ShaSha ikut?" tanya Pangeran saat ia melihat Senja sedang mengganti pakaian putri mereka.
"Hem, ikut sampai rumah utama aja, Appa punya hadiah buat Si cantik," jawab Senja.
"Hadiah? hadiah apa?"
__ADS_1
Senja hanya menggelengkan kepalanya, ia tak bisa menjawab sebab meski keluarganya dari kalangan konglomerat tak semua harus di nilai dari harta, kadang ada saja yang justru di luar akal.
Karna hari semakin siang dan justru menjelang sore, mereka pun segera berangkat menuju rumah utama lebih dulu sebelum ke Salon setelah berpamitan dengan Mommy dan Daddy yang sejak pagi bermain dengan ShaQueena.
"Jangan nangis ya, Mbul," pesan pria paruh baya itu pada cucu kesayangannya yang tak pernah menolak jika di titipi Si Mbul.
"Mohon maaf, sejak kapan anakku cengeng?" kata Pangeran sambil mencibir.
"Ya kali kangen Daddy, belum aja dia bisa ngomong," sahutnya dengan percaya diri.
.
.
.
Kabar kedatangan mereka yang di ketahui Mimih dan Pipih pun membuat pasangan itu langsung meluncur juga ke rumah utama dan bisa dibayangkan jika ShaQueena akan seperti apa disana, oper sana sini sudah bisa di tebak oleh Pangeran dan Senja, tapi itu tak pernah di permasalahan kan karna anak mereka memang menjadi kesayangan terbukti adanya tiga keluarga besar dinama anak itu.
Dan sampai di rumah utama, Senja langsung menyerahkan putrinya itu pada Biru, kakak sepupunya karna orang-tuanya ternyata belum sampai, tak lama-lama ia pun segera pamit bersama suaminya.
__ADS_1
ShaQueena yang ada dalam gendongan menantu Rahardian itu kini sudah berpindah pada Appa Reza yang sudah menunggu, tapi sayangnya ia tak bertemu senja karna cucu bungsunya itu sedang buru-buru.
"Sayangnya Appa baru kesini lagi ya," ucap Pria baya itu sambil membawa cicitnya ke kamar.
Amma yang melihat suaminya masuk bersama ShaQueena tentu langsung melebarkan senyumnya. Ia ambil alih lagi Si Mbul untuk di ciumi pipi bulatnya sambil melepaskan Rindu padahal baru satu minggu mereka tak bertemu.
"Kamu bawa ke ranjang, Ra. Aku ambil hadiahnya untuk ShaSha," ujar Appa Reza yang di iyakan istrinya.
Bayi menggemaskan itu pun di dudukan di atas atas kasur dengan posisi bersandar, ia nampak kebingungan dengan apa yang kini ada di dekatnya yaitu sebuah hadiah yang selalu Appa berikan pada semua keturunannya hingga mereka punya satu persatu tanpa harus rebutan dengan Si Tutut Markentut.
.
.
.
Aneh dia, kenapa Gajahnya ada dua??
__ADS_1