
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Dadd, kamu bisa diem gak?" Mommy Viana yang melihat suamiya itu bagai setrikaan akhirnya mulai mengomel juga.
"Aku bingung mau ngapain gada Si Mbul, Mom." Pria paruh baya membuang napas kasar lalu menjatuhkan tubuhnya di sisi Sang istri dengan menjatuhkan kepalanya di atas pangkuan Sang istri.
"Tidur, daripada bikin aku pusing," sahut Mommy yang di jawab gelengan kepala oleh suaminya.
"Bikin adenya Si Ndut yuk," ajak pria paruh baya itu sambil menaik turun kan alisnya dan itu membuat istrinya langsung mencebir.
Apapun keadaannya, Daddy Andra tak pernah pantang menyerah untuk membuat Pangeran beradik lagi meskipun kadang justeru itu adalah modus belaka, ia hanya iseng memanjakan Si Jendolan yang kadang tak bisa melihat istrinya santai sedikit langsung saja ingin ia terkam sampai dua duanya puas.
"Bikin sana sama lobang botol kecap!" sahut Mommy sambil bangun dan ia berlari saat tahu suaminya sudah ikut bangun juga lalu mengejarnya.
Tak ada Sang cucu, neneknya pun jadi untuk di ajak main di atas ranjang itulah isi otak pria mesum seperti Daddy Andra putra Bramasta.
.
.
__ADS_1
.
Lain di rumah utama, Si Mbul yang sudah cantik siap untuk di ajak jalan jalan oleh Mimih dan Pipihnya meski tanpa tujuan yang jelas.
Bayi yang selalu memakai bandana itu berjingkrak senang saat Tuan besar Biantara mengulurkan tangannya pertanda ia akan menggendong ShaQueena.
"Mih, kita culik yuk, gak apa-apa kita pindah ke planet laen biar SenSen sama Pangeran nyariin," usul konyol Pipih Langit pada istrinya.
"Ish, ngaco. Mending mereka aja kamu kirim ke mana gitu biar pulang bawa bayi lagi," sahut Mimih Cahaya yang samanya jika sudah menyangkut Si Mbul.
Puas berjalan-jalan kini saatnya pulang karna Senja dan Pangeran pun akan segera kembali ke rumah utama, sudah di rayu dengan berbagai cara tapi pasangan itu tetap tak berniat untuk pulang membawa Si mbul.
"Ya sudah, aku mandiin ShaSha dulu ya, Pih."
Jangan harap ada pelayan yang bisa menyentuh bayi keturunan Gajah karna yang memakai jasa pengasuh hanya Biru, ia yang hamil anak kedua saat Si sulung masih Batita mau tak mau harus ada yang ikut membantunya juga meski itupun tak lama.
Mimih Cahaya memandikan ShaSha sambil di ajaknya bercanda, bayi itu selalu senang main air seperti ini apalagi saat di ajak berendan dengan busah melimpah.
__ADS_1
"Udahan yuk, kita dandan yang cantik ya," ucap Mimih sambil meraih tubuh putih montok cucu perempuannya tersebut. Hidup wanita baya itu kian sempurna karna keturunan sudah lengkap semua.
ShaQueena di letakkan nya di atas ranjang untuk di pakaikan baju, bayi itu harus cantik dan wangi sebelum di jemput mama dan papanya nanti.
"Pakai kuning kuning ya, biar seger kaya buah lemon," kata Mimih Cahaya sambil terkekeh, tak lupa bandana sewarna pun sudah ada di kepala cucunya. Inginnya Senja punya anak mirip suaminya memang di kabulkan oleh Mak othor.
"Pih, titip ShaSha, aku mau ke kamar mandi," pinta Mimih pada suaminya yang ada disofa.
Pria itupun bangun lalu membuang napas kasar saat melihat Si Mbul.
.
.
.
Nih bayi udah kaya sambel aja di taro di pinggiran begini sih, Mih...
__ADS_1