
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Mohon untuk step by step ya.. Yang udah ngikut semua novel teteh selama 3 tahun ini pasti udah tahu banget kalo konflik biasanya cuma SATU.. bukan bertele tele atau jalan di tempat, tapi kalo udah selesai ya Happy ending... gak ada tuh yang nantinya di bab kesekian muncul pelakor lagi, pembinor lagi tau tokoh-tokoh baru, jika pun ada hanya sebatas salah paham untuk pemanis sebuah hubungan karna yang lurus aja itu gak enak.. meski ada sih yang enak apalagi lurus mulus dan panjang.. Eeeh JALAN TOL misalnya 🤣..
*********
"Tapi cinta itu harus timbal balik, tak harus selalu memberi tapi juga menerima," ucap Pangeran langsung saat Putri keukeh dengan nikmatnya rasa yang tak terbalas.
"Aku adalah kamu yang dulu, Ran!"
"Justru itu, aku tahu bagaimana lelahnya kamu sekarang!" balas Pangeran.
Rasa cemburu yang ia rasakan ternyata merambat kemana kemana termasuk ke dalam hubungannya bersama Putri padahal selama ini mereka tak pernah membahas tentang masa lalu Pangeran.
Tapi tidak untuk sekarang, Pangeran layaknya Bom yang siap untuk meledak.
"Aku masih mencintainya, sangat dan entah sampai kapan karna hadirnya dirimu pun nyatanya tak mengubah segalanya. Dia masih disini, masih menjadi penghuni hatiku," ucap Pangeran menekan dadanya sendiri dengan masih berderai air mata.
__ADS_1
"Semua ini salahku, aku minta maaf sudah membiarkanmu masuk kedalam kehidupanku padahal aku sendiri belum selesai dengan masa laluku, kita sama-sama sakit."
Putri yang menetes kan air mata di hapus dengan cepat oleh tangan Pangeran, ia selalu benci wanita itu menangis karnanya sebab cukup ia tak bisa memberi cinta jangan sampai luka.
"Kamu cantik, baik dan pintar, tak seharusnya menghabiskan waktumu dengan pria bodoh yang tak bisa mencintaimu. Kamu pantas bahagia," ucap lirih Pangeran yang menarik Putri ke dalam pelukannya.
"Aku menyayangimu, aku ingin membahagiakanmu, Put. Aku sangat ingin. Kamu sudah banyak berkorban untukku, mengorbankan waktumu yang tak sebentar itu untuk terus bersamaku."
"Bahagiaku di kamu, aku juga mencintaimu, lalu salahku dimana?" tanya Putri yang sama terisak nya.
Setelah sekian lama, hari ini adalah pertama kalinya mereka menangis untuk satu hal yang tentunya sangat bertolak belakang.
"Dan aku sudah cukup meski begini. Aku tak bisa bayangkan hidupku tanpamu, Ran. Kamu segalanya, aku mencintaimu," balas Putri tak mau kalah, ia benar benar tak ingin ada kata apapun lagi keluar dari mulut calon suaminya.
Hari ini ia sangat takut, takut Pangeran menyerah dan memohon padanya untuk di lepas sedangkan niat itu tak pernah terbersit dalam benak Putri.
Tujuannya hanya satu, yaitu memiliki Pangeran secara utuh entah bagaimana caranya.
__ADS_1
"Pengorbananmu sudah cukup, wanita sebaik kamu tak pantas di abaikan cintanya oleh pria seperti ku yang masih terbelenggu oleh masa lalu. Takdir memang tak bisa di ubah tapi setidaknya kamu bisa memperbaiki nasibmu. Begitu pun dengan hati, aku tak bisa melarangmu untuk berhenti mencintaiku tapi setidaknya kamu bisa pilih pendamping hidup yang jauh lebih baik," jelas Pangeran, sudah sejak lama ia ingin mengatakan semua ini pada Putri tapi ia tak punya alasan kuat, sedangkan sekarang ia baru tahu dan merasakan kacaunya hati saat cemburu.
"Tidak, kamu milikku. Aku cukup punya kamu, Ran. Sakiti aku sepuasmu asal jangan tinggalkan aku," mohon Putri yang justru mengeratkan pelukannya.
"Aku tahu, kamu ingin kembali pada Senja kan? dia sudah bersama pria lain. Lalu apa yang ingin kamu pertahankan darinya?"
Pangeran hanya menggeleng kan kepala, air matanya tak sederas saat bersama Mommy karna ia sadar ada Putri yang harus ia tenangkan sekarang.
"Aku hanya sedang lelah, aku ingin istirahat dari semua yang serasa menghimpitku. Aku bertahan dari sesuatu yang nampak sia-sia, aku sudah belajar tapi hanya sabar yang bisa ku berikan padamu," ucap lirih Pangeran lagi.
"Ini bukan Pangeranku, bukan! Jangan katakan apa-apa lagi, ku mohon. Aku takut. Kamu tak pernah seperti ini padaku."
.
.
.
__ADS_1
Karna aku cuma mau kamu paham, akan ada hari dimana kamu sendiri akan lelah dengan semua ini. Yang kamu kejar sekarang adalah pria yang mencintai wanita lain, dan sainganmu bukan wanita yang mencintaiku tapi wanita yang aku cintai....