Pangeran Senja

Pangeran Senja
Welcome to...


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Satu, dua, tiga entah berapa gaya yang sudah pasangan pengantin baru itu lakukan saat penyatuan tubuh. Di hari kelima mereka resmi menjadi pasangan suami istri semua segalanya semakin terasa biasa. Mulai dari bangun tidur hingga beranjak tidur kembali rasanya setiap waktu yang terlewat tak ada yang tak indah.


"Ran, kamu yakin gak akan kembali ke negara sana lagi? bukan kah itu masih tanggung jawabmu?" tanya Senja usai sarapan pagi.


"Sudah ada orang kepercayaan kakek, aku tak perlu bolak balik ke sana kecuali urgent, memang kenapa?" tanya balik Pangeran yang kemudian menarik tangan Sang istri.


"Gak apa apa, cuma takut kamu terlalu sibuk nantinya, Pernikahan kita sangat mendadak, aku maupun kamu belum sepakat tentang misi dan visi kita di dalam berumah tangga ini, Ran."


"Kamu tenang saja, aku akan melakukan yang terbaik untukmu, jangan khawatir ya," jawab Pangeran mencoba menenangkan.


Pernikahan di usia dewasa tentu banyak yang mereka pikirkan terutama Senja, tentu bukan hanya yang manis dan indahnya saja termasuk perihal anak.


"Aku tak pakai pengaman sama sekali saat berhubunga, apa kamu siap jika aku hamil?" tanya Senja.


Pangeran yang mendengar hal tersebut malah tertawa, bisa-bisanya wanita yang berstatus istri tersebut bertanya seperti itu padahal ia tahu betul sebesar apa rasa cinta yang di punya Pangeran untuk Senja selama ini.


"Ran, aku serius."


"Kamu aneh, Sayang. Aku pasti bahagia sekali kalau kamu hamil, kita akan punya anak dan menjadi keluarga kecil yang sempurna," jawab Pangeran sambil terkekeh.

__ADS_1


"Aku tak pernah berniat menunda apapun itu denganmu, termasuk tentang keturunan," tambahnya lagi yang mengeratkan genggaman.


Tak hanya dengan Senja, nyatanya saat bersama dengan Putri pun ia sudah punya niat yang sama bahkan ingin lebih dari satu agar tak sepertinya yang sampai detik ini masih menyandang status menjadi anak tunggal satu-satunya harapan Daddy dan Mommy.


Lalu, dimana Putri sekarang?


Ia sudah kembali ke negara tempat tinggalnya selama 7 tahun ini, tetap bekerja seperti dulu yang nyatanya itu semua di luar rencananya yang akan menikah dengan Pangeran. Bukan sesuatu yang mudah memang, tapi setidaknya Putri berusaha sedang berhenti sejenak dari pada ia lanjut berjalan tanpa tujuan yang pasti jika jadi di nikahi oleh Pangeran yang sebatas menghargai perasaannya saja. Saat itu, tak hanya sepasang pengantin yang di limpahi doa tapi ia pun mendapatkan hal yang serupa, ia yang selalu fokus pada satu tujuan yaitu hanya Pangeran seolah lupa dan tak sadar jika ternyata banyak yang menyayanginya dengan sangat, bahkan ingin hal ini i terjadi jauh jauh hari sebab khawatir dengan bagaimana pernikahannya kelak bersama pria yang cintanya sudah habis di orang lama.


.


.


.


"Mimih juga disana, Sen?" tanya Pangeran saat keduanya sudah berada dalam mobil.


Kali ini ada supir yang akan mengantar sampai rumah utama sebab selama di hotel mereka sama sekali tak keluar dari area tersebut.


"Iya, udah dari satu jam lalu, kenapa?"


"Gak apa-apa, nanti kalau mau nginep juga boleh kok," sahut Pangeran.

__ADS_1


Sebelum meminta, ia selalu mengusahakan untuk menawarkan lebih dulu agar jauh lebih bisa menghargai keberadaan Senja sebagai pasangan sesuai janjinya.


"Enggak ah, kan kita mau kerumahmu juga," tolak Senja yang akan melakukan semuanya seperti yang sudah di rencanakan.


Jika Pangeran sudah menganggap keluarganya seperti keluarga sendiri, itupun akan ia lakukan pada keluarga suaminya meskipun tak di kenalnya secara dekat. Dan ia akan mulai belajar bagaimana seharusnya menempatkan diri sebagai Menantu di keluarga suami.


"Baiklah, terima kasih ya."


Mobil mewah yang mereka tumpangi kini melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah utama yang katanya sedang ada acara kumpul seperti biasa, beruntungnya ada Awan juga di sana jadi Pangeran tak terlalu canggung di tengah keluarga konglomerat tersebut.


Sesampainya di bangun megah bak istana, Senja yang turun bersama dengan suaminya langsung melangkah masuk. Di ruang tamu suda ada para Tuan sedang berbincang tapi entah dimana para pawangnya hingga Senja kaget saat tangannya tiba-tiba di tarik oleh seseorang.


"GrandMom, ada apa?" pekik Senja saat ia terus di bawa ke dalam sebuah kamar yang ia sangat hafal itu milik siapa.


Cek lek..


.


.


.

__ADS_1


Welcome @PawangRahardian.


__ADS_2