
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Jeritan minta ampun dari kamar Mommy dan Daddy membuat anak mantunya yang tak sengaja lewat depan pintu ruangan tersebut hanya bisa mengulum senyum. Sudah bisa di tebak Selai Strawberry buatan Senja sepertinya memang di habiskan oleh pria paruh baya tersebut yang entah kapan ia mengambilnya. Ada rasa lucu, kesal dan tak percaya bagi Si ibu hamil sedangkan suaminya masih saja terkekeh karna ia sedang membayangkan betapa merahnya kuping Daddy nya itu nanti saat keluar.
"Sering banget ya di jewer?" tanya Senja, selama menikah dan tinggal bersama di rumah ini, entah sudah berapa kali Senja menyaksikan drama jeweran ibu mertuanya.
"Bangeet, kayanya gak ada hari tanpa di jewer deh," sahut Pangeran. 7 tahun tinggal di luar Negeri keributan kecil seperti ini yang paling ia rindukan dari orang tuanya.
"Hem, lucu sih. Kasihan juga tapi sama Daddy."
"Suruh siapa Daddy nakal," sahut Pangeran di sela kekehannya.
Dan Senja hanya bisa menggelengkan kepala pelan melihat Pangeran yang sepertinya sedang satu server dengan Sang Mommy dan menjadi anak Durhakim bagi Daddy nya sendiri.
.
.
.
__ADS_1
Cek lek
"Pelit banget, Selai doang!" gerutu Daddy Andra saat ia di usir dari kamar untuk cepat membeli buah Strawberry.
Ia yang melangkah turun dari tangga tak sengaja bertemu dengan menantunya yang baru dari dapur, pria itu bisa menebak karna Senja membawa gelas berisi susu di tangan kanannya.
"Daddy mau kemana?"
"Ke pasar beli Tobeli," jawabnya sambil terkekeh dan tak lupa memasang wajah imut imut namun amit amit bagi Senja yang sembari mengelus perut ratanya.
"Gantiin Selai Strawberry yang udah di abisin?" sindir Si menantu yang langsung membuat Daddynya itu mencebik.
"Minta, Sen. Pertama tuh Daddy nyolek dulu, eh kok enak ya? terus nyolek lagi, kok makin enak ya? ya udah Daddy ambil sama wadahnya, gak kerasa jadi enak terus enak terus pas udah kenyang taunya abis tanpa sisa, kan takut mubazir juga kalau gak di abisin," jelasnya membuat alasan yang memang jujur seperti itu kejadiannya dan demi tak di salahkan ia pun kembal memasang ekpresi butuh di kasihani.
.
.
Kali ini tujuan Daddy Andra adalah ke salah satu toko buah yang tak jauh dari komplek perumahannya, ia tahu tempat itu karna setiap hari selalu melewatinya saat berangkat dan pulang dari kantor tapi ia tak ingat pasti kapan tepatnya toko itu berada.
__ADS_1
Dan hanya butuh waktu 20 menit sejak dari rumah kini mobilnya sudah terparkir tepat di depan toko tersebut. Senyum mengukir di ujung bibir pria berusia 45 tahun itu ketika matanya begitu segar melihat berbagai buah beraneka ragam dan warna.
"Mangga, jeruk, kelengkeng, pepaya, markisa, duren sama---, ya ampun ini anggur kenapa montOK moNtok banget ya," gumamnya saat meng absen satu persatu buah buahan di toko tersebut yang terlihat sepi pengunjung.
Tapi bukan Andra namanya jika tingkah lakunya tak aneh sekarang, semua buah yang di sebutkan barusan tak ada satu biji pun yang ia ambil, ia malah membeli beberapa buah yang tak ada di daftar ucapnya barusan termasuk Si Strawberry. Dan ia melenggang begitu saja untuk pulang setelah melakukan transaksi pembayaran, hatinya begitu senang sampai tak sadar jika telinganya kembali terancam.
Dan saat sampai di rumah itulah ia semakin bahagia karena di sambut oleh Sang istri yang ternyata ada di teras, Mommy langsung meraih bungkusan di tangan suaminya karna menurutnya itu sangat mencurigakan.
"Loh, Strawberrynya mana?" tanya Mommy masih mencari-cari dan ia harap itu ada di dalam mobil.
"Ya ampun, lupa!"
"Nah, kan! gini nih jadi laki gak bisa di percaya kalau di suruh. Di minta beli apa malah beli apa! ini apa, hah?!" oceh Mommy sambil mengeluarkan Buah dari dalam plastik.
.
.
.
__ADS_1
Rumah SpongeBob...