
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Mommy Viana yang baru meletakkan ponselnya hanya bisa membuang napas kasar, ia yang mendapat pelukan dari belakang langsung menyandarkan kepalanya pada dada Sang suami.
"Mereka bertengkar lagi, Dadd," adu wanita itu seperti biasa setelah mendengar semua keluh kesah calon menantunya.
"Ujian menjelang pernikahan mungkin," jawab Andra.
"Tahu dari mana? kan kita pas mau nikah gak kenal, gimana ributnya?" tanya Viana, jika sedikit saja Andra salah bicara sudah bisa di pastikan telinganya ajak di rujak habis habisan.
"kan aku bilang, MUNGKIN. Aku cuma tahu dari temen yang suka cerita. Lagian ngeributin apa lagi sih? Hobby banget berantem?" meski tak lagi penasaran tapi nyatanya ia bertanya juga.
"Entah, masalah yang sama menurut ku, Putri hanya ingin tahu apa yang di lakukan Pangeran selama di sini kecuali ke kantor karna ada bau parfum lain di bajunya saat sampai kemarin, aku bingung jawab apa, Dadd," jelas Viana serba salah.
Sesalah salahnya Pangeran, akan di lindungi oleh Mommynya dari pada anak tinggal kesayangannya kena amuk Sang calon istri. Semua tahu bagaimana Putri yang memang punya rasa cemburu berlebihan. Dan para orang tua hanya meminta Pangeran untuk lebih bisa menjaga sikapnya untuk menghindari pertengkaran terus terjadi, karna untuk merubah sifat dan watak Putri rasanya sangat sulit, hanya janji dan maaf yang di berikan wanita itu.
__ADS_1
"Lalu menurutmu, Mom?"
"Entah, mungkin itu Senja. Pangeran mana mungkin mau memeluk sembarangan orang apalagi itu wanita," jawab Viana. Sebagai orang tua tentu ia tahu bagaimana kelakuan putra mereka selama ini.
Andra pun membawa Sang istri ke tepi ranjang, disana keduanya akan berdiskusi kembali tentang hubungan Pangeran dan Putri yang kian memburuk.
"Kasian anakku, di omelin mulu," gumam lirih Viana.
"Untungnya sabar kaya aku ya, Mom." Andra menyahut sambil menaik turunkan alisnya, tak lupa ada kekehan kecil juga yang justru membuat Sang istri kesal.
"Pangeran sebegitu cintanya sama Senja sampai susah buat lupa, padahal jelas ada Putri. Kenapa gak bisa sedikit aja buka hatinya?" pertanyaan yang tak pernah ada jawabannya itu terus saja berputar di kepala ibu satu anak tersebut.
Tak adanya kenangan antara mereka harusnya membuat Pangeran tak hanya mundur, tapi juga lepas dan ikhlas Namun apa yang kini terjadi justru malah menyakiti banyak pihak.
"Cintanya sudah habis di orang lama, Mom."
__ADS_1
Viana langsung mengernyitkan dahi, ia tak paham dengan apa yang dikatakan pria di depannya sekarang.
"Maksudmu apa, Dadd?"
"Pangeran punya cinta yang tulus pada Senja, Tak semudah itu melupakannya meski ia sudah pergi jauh. Tapi nyatanya hanya raga yang berpisah."
Viana yang paham akhirnya mengangguk, sulit memang melupakan cinta yang benar terpatri dalam hati meski ia tak pernah merasakannya sama sekali, dan jika di minta untuk mencoba tentu ia tak akan pernah mau sebab akan jadi apa hidupnya jika tanpa Andra , sudah bisa di pastikan ia pun akan sulit untuk melupakan pria yang sudah memberinya satu putra tersebut.
.
.
.
"Dan sialnya, kini Pangeran justru bersama orang yang tak bisa membuat ia nyaman dan membuka hati jika wanita di depannya jauh lebih baik."
__ADS_1