
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Suara lain kini terdengat di dalam kamar, desisan rasa sakit terus di dengar oleh Pangeran dari isterinya yang masih mengusap perut buncit nya yang teramat besar itu.
Jika yang lain sering melahirkan sebelum HPL, Senja justru sudah hampir lewat dari dua minggu dan itu sebenarnya membuat keluarga khawatir terutama suaminya.
Jalan untuk operasi malah di tolak mentah mentah dengan alasan semua baik-baik saja dan memang belum waktunya saja untuk lahir.
Tak ingin Si Ibu hamil Stress karna terus di paksa akhirnya keluarga mengalah dengan catatan jika lusa belum juga ada tanda tanda melahirkan, Senja mau tak mau harus jalani Operasi Cesar.
Tapi, semua itu rasanya tak akan terjadi karna ia sepertinya akan melahirkan keturunan Bramasta dengan normal sesuai inginnya selama ini.
"Kita kerumah sakit sekarang ya," ajak Pangeran sambil mengusap kening Sang istri yang banjir keringat.
"Tapi mulesnya masih jarang jarang kok, nanti aja ya," tolak Senja yang anti rumah sakit, jangan kan untuknya saat menjenguk saja ia tak pernah mau lama lama.
"Jangan nunggu nanti kalau bisa sekarang, aku gak mau kamu lahiran di rumah atau di jalan," ucap Pangeran yang selalu sabar merayu.
Pria itu tak pernah sekali pun menaikan nada bicaranya karna ia selalu ingat jika mendapat Senja tak semudah membalikkan telapak tangan, bahkan ia butuh satu dekade untuk mendapatkan cinta pertama yang sekarang jadi cinta terakhirnya, Pangeran selalu memastikan tak akan ada cinta lain selain untuk Senjanya...
.
.
.
__ADS_1
Sore menjelang petang, Senja akhirnya pasrah dan mau di bawa kerumah sakit. Ia yang sudah tak kuat hanya diam saja saat tubuhnya yang kini hampir tiga lipat saat gadis di baringkan di atas brankar pasien untuk di bawa ke ruang pemeriksaan.
"Sudah pembukaan enam, bawa saja langsung ke ruang bersalin," titah seorang wanita berjas putih yang tak lain adalah Dokter pribadi Senja.
Dengan rasa luar biasa, Senja hanya bisa berdoa dalam hati, ia cukup tenang dan tak banyak drama menjerit kesakitan meski tak jarang juga wanita itu mencengkam kuat tangan suaminya hingga meninggal kan bekas kuku.
"Sabar ya, Sayang," bisik Pangeran yang andai bisa berbagi ia tentu tak keberatan.
"Sakit banget, gak jadi nambah deh, satu aja ya anaknya gak apa apa yang ini gak botak gak bulet gak mirip kamu juga," sahut Senja sambil terisak menahan rasa yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.
"Kamu tuh lagi kaya gini masih aja mikirin botak sih, Sen!"
"Aduh sakit banget, Raaaaaan," jerit Senja yang tempo mulasnya kini semakin bertambah dan sering.
Semua perlengkapan sudah di siapkan, kini Senja hanya tinggal menunggu instruksi dari Dokter kapan waktu yang pas untuk ia mengejan.
Senja yang hanya di temani suaminya hanya bisa meluapkan semua pada Pangeran termasuk pesan saat mungkin ia tak selamat saat mempertaruhkan nyawa demi anak mereka ini.
"Kalian akan baik baik saja, percaya padaku dan aku percaya padamu, Sayang."
Proses yang tak sampai satu jam itu akhirnya membuat semua yang ada di ruang persalinan bernapas lega ketika suara tangis cukup menggema.
"Anak kita sudah lahir, Sayang, jangan tidur," bisik Pangeran sesuai arahan Dokter.
"Hem, mana? tapi aku ngantuk," jawab Senja pelan. Ia terlihat begitu lelah dan lemas.
__ADS_1
"Sabar ya," jawab Pangeran lagi yang lalu melihat kearah beberapa suster yang seperti sedang membersihkan Si bayi.
"Selamat ya Nona dan Tuan, anak kalian perempuan dengan kondisi sempurna tanpa kurang satu apapun," jelas Dokter sembari menyerahkan putri pertama pasangan Senja dan Pangeran tersebut.
"Cantik, mirip Mama," puji Pangeran yang sambil mencium pipi Si bayi dalam gendongannya
Senja yang penasaran pun meminta di dekatkan, sama seperti Sang suami, ia pun tersenyum tapi sambil menitikan air mata.
"Mirip kamu," kata Senja pada Pangeran yang terkekeh.
"Siapa namanya?" tanya Senja lagi.
.
.
.
ShaQuuena RanJa BiantaRahardian Bramasta...
Kurang panjang Nduuut 😭😭😭😭
Welcome jadi kesayangan emak emak online ya cantik 🥰🥰
__ADS_1