Pangeran Senja

Pangeran Senja
Pembantu TAJIR untuk TUAN MUDA


__ADS_3

          🍂🍂 Part 24 🍂🍂


Seperti yang sudah jadi Firasat Pangeran dan Senja, jika Shaqueenna memang tak ada di rumah utama, padahal terakhir gadis itu mengatakan jika sedang bersama Ratu Rahardian, siapa lagi jika bukan Embun sang Buaya betina.


Tapi apa, bangunan mewah itu nampak sepi karna Penghuninya sedang melakukan banyak aktifitas masing-masing di luar, kecuali sang Tuan besar.


"Memang kenapa? ShaSha gak pulang?" tanya PapAy saat ia dan istrinya Jan Hujan deres yang takut petir itu sudah duduk disofa bersama dua keponakannya, Pangeran Senja.


"Iya, udah berhari hari. Di telepon juga susah, kalau di tanya pasti jawabnya disini kalau enggak di rumah Sagara, tapi gak ada," jawab Senja yang kedua matanya berkaca-kaca.


Ia bukan takut andai hal buruk menimpa sang putri tapi satu hal yang membuat dada wanita itu sakit adalah, seolah ada yang di sembunyikan Shaqueenna akhir akhir ini, meski anak gadis itu jauh lebih dekat dengan kakek neneknya tapi firasat seorang ibu, Senja tahu meski hanya melihat ekspresi wajah atau dari nada bicara Si Mbul.


"PapAy bisa tolong kami? bantu cari tahu dimana ShaSha, Daddy setiap hari teriak teriak panggil cucunya terus, kupingku sakit," adu Pangeran yang malah membuat pasangan baya itu tertawa termasuk istrinya.


"Tanya Heaven, mungkin dia tahu," jawab Sang Tuan besar yang langsung membuat kening Pangeran Senja mengernyit saking tak paham.

__ADS_1


"Heaven, bapaknya si MariMar?" tanya Senja yang memastikan jika orang yang di maksud PapAy adalah sang keponakan, anak tunggal dari kembarannya sendiri.


PapAy Air yang mengangguk kan kepala tentu itu adalah jawaban yang artinya benar apa yang di katakan Nona Bramasta barusan.


.


.


.


Sedangkan di Unit Apartmen, Shaqueenna yang di cari orang tuanya malah sedang mimpi indah. Hari ini, ia bahagia karna majikan wanitanya yang bak mak Lampir itu sedang pergi entah kemana, Shaqueenna hanya di pesan untuk tak membuat apa pun di dapur selama ia tak ada. Tapi, si pembantu jadi jadian hanya menurut di awal saja, sebab rasa lapar dan ingin memakan sesuatu mulai terasa ketika ia bangun dari tidurnya yang lebih dari dua jam.


Sampai di tempat yang sejujurnya itu sangat merepotkan, Shaqueenna malah diam mematung sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Makan apa ya?" gumam gadis itu kebingungan sendiri, hingga tatapan matanya langsung terarah ke lemari pendingin yang sebagai banyak adalah makanan kesukaannya.

__ADS_1


"Ya ampun, kangen nonton sama Ta Buy juga SyahRaa, hiks-," kata Shaqueenna saat ia mengambil satu pack jagung popcorn mentah dari dalam kulkas.


"Bikin ah, terus masuk kamar lagi, Si ganteng masih sibuk kayanya di kamar," lanjut Shaqueenna yang mulai senyum senyum sendiri, ia begitu rindu dengan dunianya sebagai nona muda yang semua tinggal minta tolong ini dan itu tanpa memikirkan dapat dari mana dan terbuat dari apa, Shaqueenna hanya tahu enak dan kenyang.


Gadis cantik keturunan Bramansta dan Biantara itu pun langsung mengambil panci yang ia letakan di atas kompor yang apinya sudah ia nyala kan lebih dulu, tak lupa minyak gorengnya juga.


Ia yang baru memasak untuk pertama kali nya tentu mengikuti apa yang ada di belakang kemasan, yaitu memasukkan si jagung mentah tadi ke dalam panci secara sekaligus yang artinya satu bungkus bukan sedikit demi sedikit, masakannya di perparah ketika si panci tak di tutup. Jadi, bisa di bayangkan bagaimana dapur Darren saat ini yang tiba-tiba kebanjiran jagung yang sedang meletup letup bagai bom kecil


Shaqueenna yang kaget saat sadar langsung berteriak sambil berlari ke kamar Darren, ia yang panik luar biasa terus menggedor pintu sambil berteriak...


.


.


.

__ADS_1


Tuaaan---, tolong!! aku di serang Pop Corn..



__ADS_2