
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Perselisihan memang tak kenal waktu, ada saja kesalah pahaman yang terjadi di antara Si pengantin baru dengan munculnya orang di masa lalu. Niat yang awalnya baik namun salah diartikan oleh Senja meski ia pun tentu tetap mengambil hal positifnya.
Tapi, bukan wanita namanya jika tak terus mengungkit apa yang sudah terjadi, meski maaf terus menerus terlontar dari bibir Pangeran. Seperti saat ini, usai makan malam bersama keduanya duduk di teras depan, tempat favorit Pangeran selama ini karna ada kolam kecil yang berisi ikan hias peliharaannya.
"Aku kira, saat aku menikah masih bisa di hadiri oleh Ayah, nyatanya tidak sama sekali," ucap Pangeran setelah ia memberi makan ikan ikannya.
"Ayahnya Mommy?"
"Iya, sampai Bunda pun akhirnya ikut pergi," jawab Pangeran.
"Aku belum merasakan sakitnya di tinggalkan, dan aku tak mau hal itu." balas Senja yang langsung ingat keluarganya yang Alhamdulillah masih komplit hingga hari ini.
"Mau tak mau, hari itu akan tiba."
"Dan kamu akan meninggalkanku, begitu?" tanya Senja dengan sorot mata serius.
"Iya, aku tinggal ke kantor, aku kan harus kerja buat nafkahin kamu dan calon anak kita," jawab Pangeran sambil menatap perut rata Senja.
Ia yang tahu sedang di perhatikan ikut kemana arah sorot mata suaminya kini.
"Aku belum hamil," ucapnya pelan sembari mengelus bagian tengah tubuhnya sendiri.
__ADS_1
"Segera, aku pastikan kamu akan segera hamil, Sayang."
Rona merah terlihat jelas di wajah Senja, ia sudah bisa tersipu malu padahal usai merajuk pada suaminya. Beruntungnya Pangeran bisa membujuk tanpa harus banyak menjelaskan karna ia memang tak melakukan kesalahan apapun.
.
.
Malam yang semakin larut membuat keduanya masuk kedalam kamar mereka di lantai dua, sampai di dalam Pangeran malah terkekeh sampai Senja keheranan sendiri.
"Kamu kenapa?" tanya Senja.
"Aku aja gak kepikiran loh bikin kamar ini kedap suara, tapi kok Daddy bisa mikir sampai sana ya. Atau kamarnya juga sama?" tanya balik Pangeran yang di jawab gelengan kepala.
Pangeran jadi anak durhaka yang sedang menebak betapa hebohnya pasangan itu jika sedang bercinta.
"Huft, pasti nih Daddy nyamain mainnya dia sama mainnya aku," gerutu Pangeran kesal.
"Memang kalau sama kenapa? bukannya emang kaya gitu mainnya ya?" tanya Senja dengan begitu polosnya.
Tak punya pengalaman sebelumnya dan tak iseng untuk mencari tahu membuat Senja minim ilmu tentang peranjangan. Ia hanya ikut apapun yang di minta suaminya termasuk beberapa gaya yang sudah mereka lakukan selama ini.
"Bedalah, mau bukti?" tantang Pangeran dengan menaik turunkan kedua alisnya.
__ADS_1
"Gak!"
Senja langsung naik keatas ranjang lalu menyembunyikan tubuhnya di balik selimut. Melihat hal tersebut tentu membuat Pangeran malah menyusulnya.
"Kemarin malam kan enggak, jadi sekarang ya," ajak Pangeran seolah tak ada bosannya.
"Kan tadi siang udah!" protes Senja.
"Kan itu bonus, yang inti itu malam. Kalau pagi siang sore itu gak masuk itungan wajib, Sayang," goda Pangeran.
"Kok gitu?"
Pangeran hanya mengangguk sambil tersenyum, tangannya yang jahil kini seolah sedang memainkan Squishy yang kenyal dan lembut.
"Sakit, Ran."
"Ini juga udah pelan, buka aja kalau gitu," ujarnya yang baru mau mengangkat baju bagian atas istrinya, tapi...
.
.
.
__ADS_1
Sayang, kemarin itu kamu perjaka kan?