
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Rujak yang di beli Senja siapa sangka akan membuat perutnya kini seolah sedang di aduk aduk. Rasanya cukup melilit dan sakit hingga keluar keringat dingin di tubuh Si ibu hamil.
"Kan udah ku bilang, jangan makan pedes, Sen." Pangeran yang khawatir terus mengomel sambil memberikan air putih hangat untuk istrinya yang masih sesekali meringis.
"Kalau gak pedes gak enak, Ran. Hambar aja gitu perasaan," jawab Senja yang masih saja membantah.
"Jangan pake perasaan, yang penting tuh kenyang aja dulu," lanjut pria itu. Tak hanya Senja yang ia khawatirkan tapi juga calon anaknya di dalam rahim Sang istri yang sering kali membantah perihal makanan yang kadang suka suka dia saja.
"Iya, iya. Nanti aku gak makan pedes lagi," ujar Senja yang pasrah dari pada terus mendengar suaminya mengoceh seperti ini.
"Yakin? bisa ku pegang janjimu, hem?" tanya Pangeran memastikan namun dengan senyuman jahil karna satu tangannya sudah berhasil meraba salah satu paha Senja.
"Iya, aku janji, meskipun--," jawabnya menunduk karna ada rasa kesal.
"Meskipun apa?" tanya Pangeran.
"Aku gagal pengen punya bayi yang mirip kaya kamu kecil, Ran."
__ADS_1
Ya, Senja semakin jatuh cinta pada Pangeran saat ia melihat bagaimana lucunya Sang suami saat bayi, rambut yang cuma beberapa helai, berwarna pirang, pipi bulat dan senyum yang menggemaskan adalah bentuk malaikat kecil paling gemoy yang pernah di lihat oleh Senja selama ini.
"Tar aku tanya Daddy dulu bikin aku kaya gimana, kalau kamu mau yang kaya gitu," sahut Pangeran di sela gelak tawanya.
Ia yang awalnya malu memperlihatkan wajah lucunya saat bayi malah kini nampak bangga sebab Senja justru ingin yang seperti dirinya yang berpipi bulat hingga Daddynya sendiri selalu memanggilnya dengan sebutan Ndut...
.
.
.
Semalas dan sengantuk ngatuknya Senja semenjak hamil ia akan bangun tepat waktu di pagi hari yang tentunya sebelum suaminya. Ia akan membersihkan diri lebih dulu dan membantu membuat sarapan meski nyatanya hanya duduk manis di kursi meja makan.
"Enggak, Mom. Ini juga udah banyak loh," sahut Senja yang menolak tawaran ibu mertuanya.
Pagi ini ia akan makan apapun yang ada di meja makan bukan karna pasrah tapi karna ia sudah merasa lapar sebab kemarin perkara Si rujak nyatanya sangat menguras tenaganya saat ia memuntahkan isi perutnya yang sakit.
"Bilang saja jika ingin sesuatu, jika bisa di buat ya pasti di buatkan meski nyatanya selalu habis oleh Daddymu," kata Mommy yang kesal jika ingat makanan dirumah sering hilang tak berjejak.
__ADS_1
"Iya, Mom. Tapi aku beneran gak mau apa apa, ini juga udah keliatan enak kok," sahut Senja.
"Ya sudah, Mommy panggil Daddy dulu ya, kamu bisa bangunkan Pangeran," titah Sang ibu mertua yang hanya di jawab anggukan kepala.
Senja pun bangun dari duduk, ia kembali ke kamarnya di lantai dua dengan berjalan sangat pelan apalagi saat menaiki anak tangga.
Cek lek
"Ran, ayo bangun. Sarapan udah siap, aku udah laper banget nih," kata Senja yang duduk di tepi ranjang.
"Hem, iya." Meski sudah bangun, jangan harap pria itu mau mandi jika belum di suruh oleh istrinya.
"Ayo cepetan, nanti jangan lupa nanya sama Daddy juga."
"Nanya apa?" tanya Pangeran bingung.
.
.
__ADS_1
.
Bikin kamu dulu kaya gimana???