Pangeran Senja

Pangeran Senja
Selingkuh


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Mom, Ndut ku mana?" tanya Andra yang baru turun dari lantai atas.


"Pergi kerumah Senja," jawab Viana tanpa menoleh.


"Ngapain?"


"Entah, sepertinya saat nanti dia pulang kita harus bicara, Dadd." Viana yang membalikkan badan langsung melipat tangan di dada dan itu tentu membuat suaminya bingung.


"Bicara apa? memang Si Ndut kenapa?" tanya Andra lagi semakin di buat tak paham dengan ocehan istri tercintanya.


"Kamu tahu kan, Pangeran itu udah Tunangan, Dadd. Lalu mau apa masih pergi keluyuran kaya gini sama Senja?"


"Cuma main kali, Mom. Biarin aja," sahut Andra yang santai namun tanpa sadar sudah memantik amarah wanita halalnya.


Tak senang dengan ucapan Sang suami, Viana langsung menjewer telinga pria itu sampai ia memohon di tengah rasa sakitnya.


"Apa sih, Mom. Aku salah apa?"


"Cukup kamu aja ya, Punya pacar sama istri! tapi Pangeran JANGAN!" cetusnya jengkel.

__ADS_1


Andra yang mengusap telinganya yang merah hanya bisa membuang napas kasar. Ia dan Sang putra tentu berbeda meski sama-sama punya dua wanita. Tapi, saat itu Andra jelas bukan lagi berjuang mempertahankan melainkan sedang bersiap melepaskan sebab ia sudah tahu jodohnya jatuh pada siapa.


Lain hal dengan Pangeran, ia justru sedang tergoda oleh hadirnya masa lalu di saat ia dan masa depannya tinggal selangkah lagi menuju hari sakral yang tentu sudah di rundingkan dengan matang oleh DUA KELUARGA.


"Hem, nanti aku biar aku yang bicara," ujar Andra yang takut istrinya merajuk.


"NO! biar aku yang bicara dengan sudut pandang perempuan, kalau kamu yang bicara dengannya yang ada makin rumit, laki kan maunya punya dua," sindir Viana yang langsung pergi begitu saja.


Andra yang kesal di tinggalkan tentu langsung mengumpat kasar dalam hati. Ia yang tak tahu apa-apa selalu saja dapat getah dari kelakuan putranya sekarang.


.


.


.


"Ada apa, Mom?" tanya Pangeran yang terlihat cukup lelah.


"Sudah jujur pada Senja jika kamu punya Tunangan?" tanya langsung Mommy Viana tanpa basa basi.


"Untuk apa? sebentar lagi juga aku pergi, Mom."

__ADS_1


"Hey, sejak kapan kamu menjadi pecundang yang seperti semua tak terjadi apa-apa?"


"Mom, aku hanya ingin menikmati waktuku yang tak banyak ini dengan Senja sebelum aku harus benar-benar melupakannya," ujar Pangeran meyakinkan dan minta pengertian. Dan sayangnya itu semua tak di benarkan oleh Mommynya.


"BENAR-BENAR MELUPAKANNYA? bukankah 7 tahun lalu juga kamu berjanji seperti itu pada Mommy sebelum pergi ke luar negeri, hem?" sindir wanita itu yang hampir saja murka jika saja suaminya tak sedang terbuai mimpi.


Pangeran menunduk, ia seperti sedang di tampar secara tak langsung oleh kenyataan bertahun-tahun lalu atas niatnya dulu yang ternyata tak terbukti hingga kini.


"Ingat Putri, Nak. Dia yang selalu ada untukmu, Mommy dan Daddy bisa bilang apa jika keluarganya melihat mu dengan Senja? pernah kah kamu berpikir sampai sana?" tanya Mommy Viana untuk jangka panjang yang mungkin saja terjadi.


Pangeran tak mampu menjawab karna hatinya tak ingin membuang kesempatan yang mungkin akan hadir sekali dalam hidupnya.


"Kamu sudah berselingkuh darinya, paham?"


"Mom, aku gak ngapa ngapain, aku gak selingkuh dari Putri, Mom. Aku gak ada hubungan apapun dengan Senja," protes Pangeran pada Mommynya yang sorot matanya sungguh mematikan.


.


.


.

__ADS_1


Ini bukan perkara ada hubungan, tapi kamu yang sudah berani mematikan ponsel saat bersamanya saja sudah termasuk SELINGKUH..


__ADS_2