
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Aku tak akan merebutnya dari wanita yang mungkin cintanya jauh lebih besar dari dariku, aku kalah dengan takdir yang tak mengizinkan kita bersama," ujar Senja yang masih mempertahankan cairan bening di matanya agar tak jatuh.
"Baguslah, jangan egois. Waktumu masih panjang dan kamu bisa melakukan banyak hal tanpanya. Cinta boleh, bodoh jangan ya, Cantik," jawab Fahri yang terus mengusap punggung tangan Senja.
Sesak di dalam dada berangsur lega, bagaimana pun Senja tetap wanita biasa yang punya rasa kecewa dan luka. Apalagi ini adalah pertama kalinya ia jatuh cinta dengan orang lama. Ya, orang lama yang ia kenal selama satu dekade.
"Aku hanya menyalahkan hatiku, Kak. Kenapa, kenapa baru sekarang rasa itu ada?" partanyaan yang menurut Senja belum ia dapatkan jawabannya.
"Semua tak selalu harus menurut inginmu, Sen. Ada saatnya mungkin kamu tak mendapatkannya. Tapi percayalah, Tuhan sudah siapkan jodoh terbaikmu, Dia pasti datang di waktu yang tak terduga," jawab Fahri.
Pria itu bahkan tak percaya saat tahu jika Senja sedang jatuh cinta, sikapnya yang cuek memang seolah tak butuh pria sebab semua sudah ia punya. Tapi balik lagi, Senja tetap wanita biasa yang butuh sentuhan dari lawan jenisnya.
Puas mencurahkan isi hati, kini keduanya pulang dengan Fahri mengantar Senja ke kediaman Biantara meski wanita itu menolak dan akan meminta supir untuk menjemputnya ditaman kota. Tapi Fahri tak akan mengizinkan hal tersebut, ia bisa di cincang oleh para lelaki Biantara nantinya jika tahu Senja pulang sendiri karna jelas perginya bersama.
__ADS_1
.
.
Langkah kaki yang beriringan siapa sangka membuat satu hati yang melihatnya hal tersebut bagai terkoyak, sakitnya sungguh luar biasa.
"Ran, kamu liat apa?" tanya Putri pada Pangeran yang berdiri mematung, tatapannya jauh dengan ekspresi datar.
"Ran! ada apa sih?" sentak wanita itu lagi saking kesalnya.
"Aku mau pulang," ucapnya di luar dugaan.
Pangeran yang melengos begitu saja tentu membuat Putri geram, apa lagi ia tak tahu alasan kenapa pria itu bersikap sedemikian anehnya. Tapi, bukan Putri namanya jika ia tak mencari tahu, bukan menyusul Pangeran ke mobil ia malah mengedarkan pandangan hingga kedua matanya menangkap sosok Senja yang di rangkul oleh seorang pria dewasa.
"Apa karna ini?" gumam Putri kesal sampai ia mengepalkan kedua tangan saking geramnya.
__ADS_1
Tak hanya Pangeran, hati Putri pun sangat berantakan saat ini dimana ia menyaksikan lagi Pria yang teramat di cintainya itu menatap penuh damba wanita lain, meski tersirat juga luka dan kecewa dari sikap yang di tunjukan oleh Pangeran.
"Maaf ya, kita bisa lain kali kemari. Aku akan mengantarmu pulang," ujar Pangeran saat mereka sudah ada di dalam mobil.
" Hem, aku ikut pulang ke rumahmu saja, ada yang mau ku bicara kan dengan Mommy," jawab Putri dengan pandangan lurus ke depan.
Mobil pun segera di nyalakan oleh Pangeran menuju rumahnya, ia tak mau bicara apapun lagi karna takut ucapanya justru memancing pertengkaran di antara mereka.
Ia biarkan wanita itu ikut dengannya asal tak mengganggu waktu ingin sendirinya saat ini.
.
.
Ikhlas kan, lalu lepaskan!
__ADS_1
Tapi aku hanya bisa melepaskan, bukan mengikhlaskan...