Pangeran Senja

Pangeran Senja
Cinta dan Setia


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Mbuuuul--," panggil Daddy Andra yang baru masuk kedalam dapur, disana ada istri dan satu ART yang bertugas membantu masak.


ShaQueena yang merasa terpanggil langsung menoleh lalu tersenyum sampai kedua matanya semakin menyipit.


"Jangan nengok kalau di panggil Mbul," sindir Mommy Viana yang melirik kearah Sang suami.


Pria paruh baya yang masih berjiwa muda itupun yang hanya terkekeh karna bukan kali ini saja istrinya kesal dengan nama panggilan yang di berikan suaminya tersebut, Mommy pikir cukup putra semata wayangnya saja yang panggil Ndut tapi nyatanya cucu kesayangannya pun sama yaitu Mbul.


"Ini kan emang Mbul, pipinya bulet banget gigit ya?" kata Daddy Andra.


"Enak aja! bikinnya susah nih," sahut Pangeran yang tiba-tiba datang lalu menggendong putrinya.


Senja yang sedang sakit membuat pria itu memang memfokuskan perhatiannya pada wanita halalnya lebih dulu, sedangkan anaknya ia titip ke Mommy juga Daddy nya.


"Gimana Senja, Ran?" tanya Mommy.


"Udah mendingan, demamnya pun sudah turun, Mom," sahut Pangeran. Ia menciumi ShaQueena dengan gemas karna sejak semalam tak tidur dengannya.


"Kenapa gak dibawa ke rumah sakit?"

__ADS_1


"Gak mau, lagian cuma demam kayanya kecapean deh," jelas anak tunggal keturunan Bramasta tersebut.


Kecapean yang masuk kedalam otak Daddy Andra tentu lain, ia malah senyum senyum karna berharap Si Mbul akan cepat punya adik hingga rumah mereka semakin ramai dengan candaan juga tangisan bayi.


Pangeran pun kembali ke kamar karena niatnya memang untuk mengambil ShaQueena saja, selemah apapun keadaan seorang ibu ia tetap ingat pada anaknya.


Cek lek


Mendengar suara pintu terbuka Senja langsung membuka mata, tak perlu menebak siapa yang datang karna pastinya itu adalah suami serta anak mereka.


"ShaSha--, cantiknya Mama," ujar Senja sambil mengambil alih putrinya dari gendongan Pangeran.


"Kayanya udah, tadi lagi di meja makan sih," jawab Pangeran meski ragu.


ShaQueena yang di baringkan di tengah ranjang langsung di ajak main, anak yang jarang sekali rewel itu memperlihatkan gusinya yang belum bergigi.


Sedangkan Pangeran tersenyum simpul melihat dua wanitanya sedang bersama, rasa syukur selalu terselip dalam hatinya agar kebahagiaan yang sederhana ini akan terus belanjut hingga helaan napas terakhirnya kelak.


Jika sudah cinta, tentu pasti akan setia sebab tak mungkin ada yang kedua saat hati sudah terkunci dengan satu nama.


"Sayang, kok ngelamun?" tanya Senja dengan tatapan heran ketika melihat suaminya.

__ADS_1


"Gak apa apa, seneng aja liat kalian," sahut Pangeran yang mendekat lalu memeluk Senja dari samping.


"Kamu pasti capek, dari semalem jagain aku 'kan. Kamu istirahat ya, aku udah baikan kok biar ShaQueena sama aku." Senja membalas pelukan suaminya, pelukan yang selama ini selalu memberinya rasa aman dan nyaman.


"Sudah tugasku, Sayang. Akan ku temani semua keadaanmu sakit maupun sehat," ujar Pangeran yang langsung menghujani Senja dengan ciuman di wajahnya.


Senja yang tergelak tentu menjadi pusat perhatian ShaQueena yang tak lepas menatap kedua orangtuanya yang kadang tak tahu diri masih menganggap dunia milik mereka berdua saja.


"Ups, ada yang liatin kayanya," bisik Senja yang sadar sedang di perhatikan.


Pangeran yang menoleh kearah ShaQueena pun langsung mencubit gemas putri mereka tersebut.


.


.


.


Mbul mau ikutan bercanda, iya???


__ADS_1


__ADS_2