
🍂🍂 Part 28 🍂🍂
Dooor.....
Heaven yang berada di urutan paling depan berhasil mengagetkan sepupunya hingga terlonjak, ia tak menyangka apa yang selama ini menganggu pikirannya ternyata benar adanya dengan melihat langsung Shaquenna dalam bentuk Minul.
"Ta Buuuuuuuy, katanya gak ada orang, ini apa?" jerit kesal si cucu bungsu Bramasta dan cucu perempuan satu-satunya Biantara tersebut. Dua keluarga yang selama ini membuat para pria berpikir ulang jika ingin dekat dengan Shaquenna apalagi ia juga masih ada darah Rahardian Wijaya
#LierOey.
"Emang itu semua orang?" tanya Embun dengan polos, ia langsung kabur saat sadar kini para Pangeran Rahardian membulatkan mata kearahnya.
"Woy buaya betina, mau kemana?!" teriak ArXy yang tak pernah ada manis manisnya.
Tak bisa lagi berkutik, Shaquenna langsung di bawa ke kamar Rain untuk di sidang, begitu pun dengan Embun yang selama ini jadi saksi yang terlibat, untungnya SyahRaa tak ada, ia sedang pulang kampung karna si Choky, kuda kesayangan sedang sakit.
"Apa coba kaya gini? sumpah lo jelek banget, Mbuuuuuuul," omel Heaven yang jadi sepupu paling dekat karna kedua orangtua mereka saudara kembar.
__ADS_1
"Iya, ih, BumBum sampe merinding," timpal ahli waris Rahardian Group.
"Ta Buy juga, kenapa di biarin aja?" tanya Skala yang mulai ikut ikutan.
"Ish, kok nyalahin Buy sih?" protesnya karna selama ini sudah sering mengingat kan tapi hasilnya si Mbul tetap keras kepala, sebab menasehati orang yang sedang jatuh cinta sama seperti bicara dengan tembok.
Shaquenna yang tertangkap basah di pintu belakang rumah utama tak bisa berkata-kata lagi, ia hanya menunduk sambil terisak saat Heaven menceritakan bagaimana paniknya Pangeran Senja terutama Mimih Cahaya yang memang tak tahu jika cucu perempuannya itu disana sini tak ada, riwayat penyakit jantung membuat semua orang menutupi hal ini dari Nyonya besar Biantara tersebut.
"Dari awal di Apartemen gue curiga, mau lo tutup muka lo pake masker pun gue tahu kalo lo itu si Mbul!" sindir Bapak MariMar gak pake AW..
"Kenapa gak di bawa pulang?" tanya Rain.
Huaaaaaaaaaaaa....
Tangisan Shaquenna pun pecah juga sampai begitu menggema ke seisi kamar sang tuan muda. Ia yang merasa bersalah dengan kelakuan konyol nya itu pun langsung di peluk oleh Embun.
"Cup-Cup-Cup, dah jangan nangis, ntar tompel nya ilang," kata Ratu Rahardian sambil mengusap kepala sepupunya itu.
__ADS_1
Bukan reda, tangisan Shaquenna justru semakin pecah karna orang lain tak pernah tahu jika si tompel sering membuatnya pusing setiap pagi karna ia sering lupa antara letaknya yang di kanan atau kiri.
"Mau resign tapi gajiannya masih lama Ta Buuuuuy--, hiks!! "
Embun yang tahu itu hanya bisa tertawa tapi tidak dengan yang lain, mereka tentu tak akan berpikir sejauh itu jika Shaquenna yang berlimpah harta masih mengharapkan gajian dari pekerjaannya yang menjadi pembantu, padahal perkara buah, susu, roti dan kue yang sediakan Darren sudah melebih gajinya yang di rumah hanya berdebat saja dengan Mama.
"Ya udah, ntar kalau gajian trakhir kita kita ya," goda Embun lagi.
Shaquenna pun langsung menggelengkan kepalanya, ia yang merengut kesal membuat yang lain penasaran.
"Kenapa?"
Belum juga Shaquenna menjawab, terdengar suara ketukan pintu berkali-kali, hingga akhirnya..
.
.
__ADS_1
.
Ceklek