Pangeran Senja

Pangeran Senja
Tidur sekarang


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Rangkaian semua acara untuk hari ini tak terasa sudah selesai mulai dari drama pengantin pengganti, lamaran, ijab qabul hingga resepsi pernikahan saat malam. Senja tak banyak protes karna ini semua sangat mendadak, untungnya saja Putri punya selera yang tinggi jadi tak terlalu mengecewakannya. Dan kini semua anggota dari beberapa keluarga tinggal berkumpul di sebuah ruangan yang teramat besar untuk acara pribadi mereka.


Makan malam dan saling berbincang tentang banyak hal adalah cara untuk lebih saling dekat satu sama lain dan tentunya itu sudah sangat biasa untuk mereka semua, apalagi di keluarga Rahardian.


"Pengantin baru mau pulang kemana?" tanya Daddy Andra.


Pangeran dan Senja yang duduk bersebelahan hanya bisa saling tatap, hal ini tak pernah terpikirkan oleh mereka jadi tak salah jika pasangan yang baru saja resmi itu nampak kebingungan.


"Terserah Senja aja, Dadd," sahut Pangeran sambil tersenyum dan senyum itu terlihat sangat lepas.


"Kok aku? aku kan yang harusnya ikut kemana pun kamu pergi dan tinggal," sahut Senja dengan ekspresi serius dan itu malah membuat suaminya gemas.


Cieeeeee.....


Suara ledekan dan gelak tawa dari keluarga yang mendengar membuat Senja kaget hingga kedua pipinya memerah.


Senja yang tak pernah dekat pria mana pun tentu hal ini menjadi pemandangan langka luar biasa. Jadilah kini ia bahan ledekan terutama kakaknya yang memang kebetulan juga kenal baik dengan Pangeran, tak ada rasa canggung dari keduanya karna bisa mengobrol banyak hal termasuk tentang dunia bisnis.


.

__ADS_1


.


.


Deg..


"Terimakasih," bisik pangeran pelan.


Pelukan tiba tiba-tiba dari belakang membuat Senja kaget, ia yang baru selesai membersihkan diri di kamar hotel tak menyangka Pangeran akan melakukan hal tersebut.


"Terimakasih untuk apa lagi? ini sudah ke yang kesekian kalinya, Ran," kata Senja yang hari ini benar-benar di hujani dengan kata terimakasih dari suaminya.


"Jika kamu memang di takdirkan untukku, tentu kamu akan kembali padaku entah bagaimana prosesnya," balas Senja sambil memutar tubuh hingga keduanya kini saling berhadapan.


Senyum sepasang suami istri baru itupun terlihat begitu jelas terukir di ujung bibir sampai rasanya mereka belum percaya jika sudah menikah.


"Pipimu merah lagi, Sayang," goda Pangeran yang langsung menciumnya.


Kedua mata Senja yang membulat sempurna malah membuat pria tampan yang serasa dunia dalam genggamannya itu tertawa.


"Hey, aku seperti ingin di makan olehmu."

__ADS_1


"Berhenti mengejekku, Ran." Senja yang malu pun mulai salah tingkah.


"Baiklah, asal jangan memintaku untuk berhenti mencintaimu, karna 10 tahun ini aku sudah di buat gila karnamu," jawab Pangeran sembari memasang wajah sedih dan Senja langsung menjatuhkan kepalanya di dada pria itu.


"Maaf, jika aku tahu se tersiksa ini, aku tak akan menolakmu. Berjanjilah untuk jangan pergi lagi."


Cukup bagi Senja merasa patah hati seperti kemarin, menahan rindu padahal jelas di depan mata namun tak bisa saling sapa. Itu sungguh rasa yang paling menyakitkan yang pernah ia rasakan seumur hidupnya.


"Ran--," panggil Senja saat mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing.


"Hem, apa?"


"Aku lelah, bisa kita tidur sekarang?" pinta Senja, usai mandi ia justru diserang rasa kantuk luar biasa.


.


.


.


Enak aja, aku mau SILATURAHMI dulu...

__ADS_1


__ADS_2