Pangeran Senja

Pangeran Senja
Pembantu TAJIR untuk TUAN MUDA


__ADS_3

🍂🍂 Part 31 🍂🍂


Sepasang suami istri yang mendapat kabar jika putri tunggal mereka sudah kembali ke kediaman Bramasta tentu langsung pulang, Pangeran meninggalkan begitu saja meetingnya sedangkan Senja langsung meminta sang kakak ipar yaitu Mentari untuk menggantikannya di rumah sakit saat menemani Mimih Cahaya yang sedang melakukan Checkup.


Keduanya tentu tak lagi sabar ingin memeluk anak satu-satunya pewaris keluarga konglomerat, karena terbukti saat sampai di rumah mereka langsung mendatangi Shaquenna di kamarnya.


Cek lek..


Suara benda barcat putih itupun membuat si pemilik kamar menoleh, dan siap berhambur ke pelukan papa dan mamanya.


"Mbuuuul---, ya ampun, kamu kemana aja? baru kali ini Papa susah buat cari kamu, Nak," kata Papa Pangeran yang memeluk erat anak gadisnya.


Jika ia tak bisa mendapatakan Senja, tentu Shaquenna pun tak ada, sedangkan baginya cukup memiliki satu anak saja sebab jika ingat perjuangan istrinya dari hamil hingga mengurus buah cinta mereka itu tak mudah.


"Mbul ngumpet di lobang semut, jadi gak ketemu kan?" kekehnya saat menjawab, mereka tak tahu karna tak di beri tahu secara gamblang dimana tepatnya Shaquenna selama ini, hanya di minta tenang karna semua baik baik saja.


"Jangan begini lagi ya, Mama rindu, Sayang."

__ADS_1


Shaquenna yang sedih pun kembali masuk kedalam pelukan orang tuanya yang ia pun merasakan hal yang sama, tapi saat berada dalam dekapan mama papanya justru bayangan Darren terlintas di pelupuk matanya.


"Kita harus rayakan kepulanganmu ini, kita makan malam bersama di luar ya, Sayang."


.


.


.


Shaquenna yang setuju dengan ajakan kedua orang tuanya tadi sore kini sedang merias diri di depan cermin, beberapa saat lagi ia yakin jika akan ada pelayan yang akan memanggilnya untuk turun ke lantai bawah dimana Mama, Papa, Daddy dan Mommy menunggu.


"Apa nih hidung kurang mancung ya, atau matanya yang kurang lentik, atau mungkin juga bibir yang kurang seksi? sampai Darren gak cinta aku," gumamnya sedih karna jika tak menjadi Minul ia mana tahu jika ketek pria itu ternyata halus tak berbulu bahkan tak bau sama sekali.


"Ah, kangen jadi Minul kan!"


Tapi, seperti yang sudah ia duga jika akan ada yang mengetuk pintunya jadi saatnya kini Shaquenna bangun dari duduknya di kursi meja rias.

__ADS_1


Ia berjalan pelan ke arah pintu lalu membuka benda tersebut, dan benar saja jika ada seorang pelayan yang menyampai kan pesan jika ia sudah di tunggu di ruang tamu.


Tap.. tap.. tap..


Shaquenna RanJa BiantaRahrdian Wijaya menuruni anak tangga dengan tergesa, ia langsung di gandeng oleh Daddy Andra yang seringkali membuat Mommy cemburu gemas dengan tingkah mereka berdua itu.


Salah satu Restoran pun di pilih oleh mereka yang akan memanjakan perut malam ini hingga kenyang, obrolan ringan dan candaan pun mewarnai perjalanan keluarga Bramasta ke tempat tujuan.


Dan, saat sampai di sana justru ada satu hal yang tak pernah terlintas dalam benak Shaquenna selama ini. Ia yang berjalan santai perlahan berhenti hingga Daddy pun melakukan hal yang sama.


"Ada apa, Mbul?" tanya Tuan Besar Bramasta pada cucu kesayangannya.


.


.


.

__ADS_1


Dia ---, Dia, Dadd....


__ADS_2