
🍂🍂 Part 02 🍂🍂
"Baiklah, kamu bisa jadi pembantu saya," ucap Pria tinggi nan tampan tersebut, matanya yang selalu tajam menanap membuat Shaquuena semakin jatuh cinta dan gila.
"Terima kasih, Tuan. Terima kasih banyak, saya senang sekali bisa bekerja di tempat Anda."
Sambil menyelam minum air, ShaSha meraih tangan pria incarannya itu untuk di cium, tapi bukan cium sopan dan takzim pastinya.
"Hey, kamu ini apa apaan!" saking kagetnya Pria tersebut sampai meninggikan nada suara tapi ShaSha tak perduli akan hal itu karna yang terpenting ia bisa bersama dengan sang pujaan hati.
"Maaf, Tuan. Ayo Tuan kita ke Unit Apartemen Anda," ajak ShaSha yang sudah kelewat antusias sampai lagi dan lagi ia menarik tangan majikannya.
"Tidak sekarang!"
Shaquuena yang mendengar hal tersebut langsung berhenti, ia yang memang berjalan lebih dulu pun langsung membalikkan tubuhnya.
"Saya ada meeting hari ini, kamu bisa datang lagi besok pagi, Ok," jelasnya sambil meraih dompet di saku celana lalu mengeluarkan satu lembar uang yang kemudian di berikan pada gadis di depannya itu.
__ADS_1
"Ambil ini, lumayan untuk beli nasi 'kan?" sambung nya lagi dengan tawa kecil. Ia lalu pergi meninggalkan Shaquuena yang kecewa seorang diri.
.
.
.
Tahap lamaran kerja sudah beres, kini saatnya Nona muda Bramasta itu pulang ke rumahnya dengan menggunakan mobil mewah hadiah ulang tahunnya beberapa bulan lalu dari sang Papa.
"Aneh banget kan! pake pakean gembel begini dia mau ngomong sama aku, tapi bagian dandan cantik paripurna sok jaim udah kaya beruang kutub yang sulit di sentuh," ocehnya kesal.
Pertemuan pertama mereka terjadi saat Shaquuena datang dalam satu kesempatan yaitu acara peresmian Daren sebagai Direktur Utama perusahan bersama Papanya, Pangeran RaviAndra Bramasta. Saat itu mereka punya kesempatan untuk berkenalan tentu menjadi jati diri masing-masing termasuk Shaquuena yang di kenalkan sebagai Nona muda yang memiliki banyak darah keluarga konglomerat yaitu Biantara, Bramasta dan Rahardian Wijaya. Kadang, ada beberapa pria yang akhirnya mundur teratur saat tahu siapa dan apa latar belakang gadis itu.
Hingga pertemuan kedua dan ketiga semua berjalan normal sapa salam dan sedikit berbincang. Tapi, perlahan kedekatan itu sirna entah apa alasannya sampai Shaquuena menemukan ide konyol tersebut.
Dan bukan ShaQuuena RanJa BiantaRahardian Bramasta namanya jika tak bisa menaklukkan apa yang ia inginkan.
__ADS_1
Sampai di rumah, rasanya ia lupa sesuatu. Apalagi jika bukan tampilannya yang di luar kebiasaan. ShaSha yang modis dan selalu nampak cantik meski tak full make-up justru kini sandalnya saja lain warna kiri dan kanannya.
Pelayan yang menyambut di pintu utama saja sampai heran dengan apa yang terjadi pada Nona muda mereka kali ini, jika bukan turun dari mobil sport merah yang memang milik Shaquuena mungkin ia sudah di hadang sejak awal di pintu gerbang.
"Mama dan Papa mana? belum pulang?" tanya Shasha.
"Be--belum, Nona. Hanya ada Tuan besar di gazebo belakang," jawab salah satu pelayan.
Shaquuena yang tak menjawab lagi langsung ke tempat yang di beri tahu barusan.
Ia berlari kecil ke halaman belakang untuk menemui Daddy kesayangannya, itu biasa ia lakukan karna memang ia tunggal dari dua generasi.
"Daddy---, Mbul pulang," teriaknya saat sudah dekat, tapi bukan pelukan yang di dapat, Tuan Andra Bramasta justru berlari tak kalah berteriak juga.
.
.
__ADS_1
.
Tolooooong.. ada ALIEN