Pangeran Senja

Pangeran Senja
Pembantu TAJIR untuk TUAN MUDA


__ADS_3

          🍂🍂 Part 37 🍂🍂


"Ponsel? Tuan kasih saya ini untuk apa?" tanya ShaQuenna bingung.


"Untuk ---, untuk apa ya?" jawab Darren yang bingung juga sambil menggaruk pelan kepalanya yang jelas tak gatal.


ShaQuenna yang tadi salah tingkah kini justru berbalik pada Darren yang tak kuat di tatap gadis ajaib di depannya saat ini padahal kedua mata si pembantu jadi jadia jelas menyiratkan keanehan.


"Hem, agar memudahkan kita berkomunikasi, mungkin ada yang ingin saya tanyakan saat saya di kantor," jawab Darren memberi alasan.


"Mau nanya apa sih, Tuan? nanya saya udah makan apa belum, gitu?"


Deg...


Haruskah Darren seperti itu?


"Tidak, Nul! aku bukan anak SMA yang harus melakukan itu !" bathin Darren.


Ia pastinya ingat berapa umurnya sekarang, tentu sudah tak lagi pantas untuk bertanya hal yang demikian, justru yang akan di lakukannya adalah langsung membawa makanan di banding hanya sekedar bertanya.


"Tuan! kenapa melamun?" tanya ShaQuenna yang kini merasa jika Darren tak seperti ia bekerja.


"Jadi kamu mau tidak? kalau tak mau, kembalikan!" kata Darren sambil menyodorkan tangannya.


"Mau, Tuan. Rejeki anak Papa Ndut ini," jawab ShaQuenna pelan dan nyaris tak di dengar oleh Darren yang terlonjak kaget saat punggung tangannya di cium tiga kali.

__ADS_1


Ia yang masih berdiri di tinggalkan begitu saja oleh si pembantu jadi jadian yang tanpa pamit lagi pergi sambil membawa ponsel barunya tanpa berterima kasih lebih dulu.


"Serasa makin tua kalo si Minul salim begini," ucap Darren entah sadar atau tidak malah mengusap usap punggung tangannya sendiri sambil tersenyum.


.


.


.


Mama yang ada acara di luar bersama teman temannya membuat Darren hanya berdua saja di Apartemen, wanita itu belum mau pulang ke rumah dengan alasan tak percaya meninggal sang putra hanya berdua saja dengan si pembantu jadi jadian.


"Nul--- Minul," panggil Darren yang baru pulang entah dari mana.


ShaQuenna yang sedang mencari cari cemilan di dalam kulkas pun menoleh.


"Apa? Tuan beli apa?" tanya balik ShaQuenna yang lalu menghampiri tuannya itu ke meja makan.


"Ini, saya beli salad buah untukmu, tapi nasi padang untuk saya," jawab pria itu.


"Tau aja, di kulkas tinggal jeruk sama salak," kekeh ShaQuenna yang memang sedari tadi bingung sebab ia tak terlalu suka salak karna baginya itu sangat menyusahkan.


"Iyakah? kok gak bilang kalau sudah habis?" tanya Darren.


"Tinggal sedikit, bukan habis kok, Tuan."

__ADS_1


"Ya sudah, malam ini kita belanja ya," ajak Darren yang membuat ShaQuenna reflek mengangguk senang hingga merona kedua pipinya.


Selagi tak ada Mama, Darren meminta pembantunya itu untuk duduk satu meja dengan alasan ingin di temani agar makannya cepat habis .


"Kamu beneran, gak selera liat saya makan?" tanya Darren.


"Enggak, ini cukup."


"Gak suka, gak mau atau memang Diet?" selidik nya karna pernah dua kali tak sengaja melihat ShaQuenna memakai T-shirt yang memperlihatkan lekuk tubuhnya dengan jelas saat malam hari, karna jika siang atau saat bersih bersih gadis itu selalu memakai kaos polos yang besar.


"Gak bisa makan banyak, Tuan," jawab ShaQuenna yang mendadak panik dan itu di sadari jelas oleh Darren.


.


.


.


Aku harap dugaan ku salah besar, Nul...



Baaaaaaaang... dagu mu napa??? 😭😭


Apa itu jalan menuju bibirmu agar diriku tak tersesat 🤣🤣🤣🤣

__ADS_1


Astaghfirullah... masih setia ma Gajah kok


Tapi yang ini pengen nyobain juga 🤭🤭


__ADS_2