
🍂🍂🍂🍂🍂
Ceklek.. Ceklek.. Ceklek
Mommy Viana yang curiga suaminya kabur ke kamar tentu langsung menyusul, ia merasa ada yang janggal dengan menghilangnya pria itu saat ia dan Sang menantu sibuk mencari Selai Strawberry buatan mereka pagi tadi.
Meski sudah hampir resmi menjadi GranMi, bukan berarti ingatan wanita yang belum genap setengah abad itu menjadi lemah. Ia yang sendiri yang meletakkan si wadah berwarna ungu ke dalam kulkas setelah siap untuk di nikmati nanti saat sudah dingin sesuai keinginan Si ibu hamil.
Tok... tok.. tok..
"Dadd, mau kiri atau kanan?" teriak Mommy Viana sambil terus mengetuk pintu dengan sangat keras karba ia kini tengah mengeluarkan semua tenaga dalamnya agar Si benda berwarna putih tersebut cepat terbuka.
"Kanan ya, Dadd!"
Ceklek
"Kiri aja, kanan udah keseringan, Mom," sahut Daddy Andra yang akhirnya membuka pintu kamar mereka.
Mommy yang geram langsung berkacak pinggang, ia tatap suaminya dengan sorot mata mematikan sampai rasanya pria itu sulit menelan salivanya sendiri.
__ADS_1
"Mana Selainya, hem?" tanya Mommy langsung tanpa basa basi.
"Selai apa?tadi aku mules, Mom." Daddy Andra pun langsung melayangkan dramanya yaitu meningiris sambil memegang perutnya yang tak se sixpack puluhan tahun lalu.
"Yakin sakit perut? atau mau ku tambah sakit kepala atas bawah?!" ancam Mommy sambil melihat kearah Si Jendolan.
Daddy yang ketakutan pun langsung tertawa kecil, ia raih tubuh istrinya untuk ia dekap agar tak segalak singa lapar.
"Iya, iya. Maaf ya, Mom."
"Aku gak butuh maafmu, aku butuh Selai Strawberrynya, Dadd." Mommy langsung mencoba mengurai pelukannya.
Pria paruh baya bertubuh tinggi dan masih tampan itu pun berjalan kearah Lemari, Mommy sampai mengernyitkan dahi dan lanjut mengomel, bagaimana jika Si makanan tumpah? Ia tak bisa membayangkan akan se lengket dan sebanyak apa semut nanti di dalam sana.
"Nih, Mom." Daddy Andra langsung memberikan Wadah berwarna Ungu yang di cari istiri dan menantunya.
Mommy menerima benda itu cukup lumayan kasar, dan betapa terkejutnya ia saat di buka ternyata.
"KOSONG????!"
__ADS_1
"Iya, habis selainya, Mom," sahut Daddy Andra sambil mengusap tengkuknya, hawa di kamar itu mendadak panas dan mencekam bagai rumah hantu pasar malam.
"Telinga kanan atau kiri aja ya terserah Mommy, dua duanya juga boleh asal jangan bikin sakit kepala atas bawhah, Ok," rengek pria itu memohon.
Akan gabut sekali malamnya jika tak mendatangi Si lembah imut area main becek becekan Si jendolan.
"Oh, udah berani nawar ya sekarang? cepat beli buah strawberrynya sekarang juga!" titah Mommy, ia kasihan pada Senja.
Selai itu mereka buat tentu bukan hanya untuk campuran kue yang akan di berikan pada teman Mommy saja, tapi juga untuk di jadikan cemilan untuk Si ibu hamil usai makan agar tak mual, karna khawatir juga jika harus terus menerus makan buah mangga atau juga kedongdong meski tak banyak.
"Sekarang, Mom?" tanya Daddy Andra, ia yang kekenyangan saat makan dan juga sudah mabok Selai Strawberry satu wadah rasanya malas untuk keluar, apalagi saat melihat kasur yang melambai seolah mengajaknya untuk datang.
"Iya, SEKARANG! awas ya kalau gak di beli Strawberrynya, mau ku buat Selai lagi," jawab Mommy.
.
.
.
__ADS_1
Kalau gak ada, Strawberry buah nanas aja ya, Mom. Enak tuh...