
🍂🍂 Part 18 🍂🍂
Darren yang sedang melajukan mobil mewahnya, kini sudah sampai di sebuah rumah minimalis dua lantai yang di isi seorang diri oleh gadis bernama Bella.
Dari foto dan beberapa kali mereka berkirim pesan, Darren bisa menilai jika gadis yang entah ke berapa ia temui ini cukup baik, sopan dan ramah. Ia juga tak begitu agresif saat mengobrol lewat sambungan telepon.
Setelan mematikan mesin kendaraannya, Darren turun dan berjalan ke arah teras yang ada sepasang kursi dan sebuah meja bundar dengan vas bunga mawar di atasnya. Namun, belum juga ia menekan bell rumah, nyatanya pintu sudah di buka lebih dulu hingga muncul lah sesosok wanita dengan gaun berwarna merah maroon yang cukup kontras dengan Kulitnya yang putih bersih.
"Bella--?" tebak Darren.
"Iya, aku Bellla, kamu Darren?" tanyanya sambil mengulurkan tangan.
Darren hanya tersenyum lalu menerima uluran tangan Bella yang begitu lembut khas nona muda.
"Jalan sekarang?"
"Tentu, aku sudah lapar," kekeh Bella yang langsung bergelayut manja di lengan pria yang sudah membuatnya jatuh hati sejak awal berkenalan lewat video call.
__ADS_1
Keduanya langsung menuju mobil dengan Bella masuk lebih dulu ketika Darren sudah membuka pintu untuknya
Selama perjalananan ke Resto, kedua nya mengobrol tapi kali ini membahas tentang apa yang akan mereka makan, karna Dareen maupun Bella belum menjatuhkan pilihan Resto mana yang akan mereka datangi, meski Mama sudah Reservasi tempat untuk mereka berdua.
"Baiklah, kita ke Resto pilihanmu yang awal saja, bagaimana?" tanya Darren yang langsung di iyakan oleh Bella, gadis itu senang karna di pertemuan pertama pria yang masih fokus pada jalan di depan mereka itu mau mengikuti maunya.
.
.
.
"Terima kasih ya," ucap Darren di sela sela mereka menunggu makanan.
"Untuk apa?" tanya Bella bingung.
"Mau makan malam denganku, mau menerima ajakan ku dan mau kenal dengan ku," jawab Darren sembari memberi alasan.
__ADS_1
"Jangan bilang begitu, aku senang melakukannya."
Keduanya berbincang dan bertukar banyak cerita hingga tak sadar ada sepasang mata yang sedang memperhatikan.
Embun. Ya, ia yang sedang makan malam dengan pacar ke tiganya tak fokus pada pria yang sedari tadi bicara.
"Aku ke toilet dulu sebentar,", pamit sang Ratu Rahardian pada kekasihnya, demi memperjelas apa yang ia lihat.
Dan benar saja, saat Embun lewat di dekat pasangan itu ia semakin yakini jika mereka adalah Darren dan Bella.
Di dalam toilet, Embun tentu akan melaporkan semua ini pada sepupunya yaitu Shaquenna yang mereka juga kenal siapa itu Bella, tidak satu Universitas tapi pernah ada di satu organisasi yang sama antar kampus beberapa bulan yang lalu. Embun yang mulai kesal masih mencoba menghubungi si Mbul, dan akhirnya teleponnya di angkat juga.
"Ya ampun, Buuuuul, lama banget sih gak di jawab jawab, kamu tuh lagi apa? cuci piring, cuci baju apa lagi ngepel, hah?" oceh Embun yang tak sabar ingin berghibah ria dengan nona muda Bramasta.
.
.
__ADS_1
.
Lagi jewer kuping sendiri sambil angkat satu kaki, hiks...