Pangeran Senja

Pangeran Senja
Pergi dan datang


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Drrrrrrtttt.... drrrrrrtttt.... drrrrrrtttt...


Getar alarm dari ponsel yang ada di bawah bantal akhirnya bisa membangunkan putri bungsu Biantara, ia yang kebingungan dan masih mengantuk belum berniat membuka mata. Rasa rasanya ini pertama kalinya seorang Senja bangun terpaksa seperti karna biasanya ia selalu sadar dari alam mimpi sesuka hatinya.


"Ada apa sih?" gumamnya sambil meraih ponsel lalu melihat angka jam yang ada di layar.


Percaya atau tidak, matanya kini bulat sempurna saat ingat ia apa yang akan ia lakukan sepagi ini.


Senja yang terlonjak kaget langsung turun dari ranjang, ia mandi secepat kilat begitu pun saat merapihkan diri, Senja hanya memakai baju tanpa polesan makeup sama sekali. Beruntungnya ia sudah cantik dari lahir jadi sepolos apapun wajahnya akan tetap menarik di pandang.


Ceklek


Adik perempuan satu-satunya dari Awan itu langsung masuk kedalam kamar Sang kakak tanpa mengetuk pintu, lagi lagi ia bersyukur karna nyatanya benda itu tak terkunci.


"Kak, bangun! ayo antar aku," pinta Senja sambil terus menggoyang tubuh RahardiAwan Biantara.


"Apa sih? orang masih ngantuk!"


Bukan Senja namanya jika tak terus memaksa, ia terus membangunkan kakaknya hingga akhirnya Awan mau tak mau membuka matanya.


"Apa?!"


"Anter aku ke Bandara yuk, aku mau anter Pangeran sebelum pergi," rengek nya yang mirip Batita.


Awan yang ingat akan hal itu pun hanya membuang napas kasar, bingung untuk mengiyakan dan tak tega untuk menolaknya juga.


"Ayo, Kak. Kalau aku pergi sama supir nanti gak di izinin Papih," mohon nya kembali.

__ADS_1


Tentu, di waktu yang sudah sangat mepet ini akan menjadi terlambat jika harus ketauan Tuan besar Biantara lalu di interogasi pula setelahnya jika Senja pergi sendiri, tapi akan beda cerita jika Awan bersamanya.


.


.


.


Pasrah mengikuti maunya Sang adik, Awan pun bersedia mengantar Senja ke Bandara sesuai rencananya yang ingin mengantar Pangeran sebelum pria itu benar-benar pergi tanpa memberi kepastian akan kembali atau tidak.


"Tinggal kirim pesan, ucapin hati-hati kan beres, Sen," ujar Awan di tengah perjalanan.


"Maunya ketemu, liat dan bilang langsung, Kak."


"Buat apa? pacar juga bukan!" sindir pria itu lagi.


"Pacar itu cuma status, yang penting hati dan rasanya," balas Senja.


"Sen, jangan terlalu banyak berharap ya," pesan Awan yang tak ingin adiknya terluka.


"Berharap apa? aku tak penah menaruh harapan lebih pada Pangeran. Aku lupakan yang pantas ku lupakan, aku simpan semua yang baik di hari lalu, aku nikmati rasa ku hari ini dan untuk esok biar itu menjadi rahasia Sang pemilik hidup dan garis takdirku. Aku hanya sedang melakukan apa yang ku bisa sebaik yang aku mampu, Kak." jelas Senja.


"Kakak paham, tapi jangan menyusun rencana apapun."


"Tak ada rencana, aku tak ingin berandai-andai, jika memang waktunya bertemu pasti akan bertemu, jika waktunya dia kembali, sejauh apapun aku dan dia pasti ada caranya sendiri untuk kami saling berhadapan lagi."


Awan menoleh dan menatap adiknya Sekilas, ia tak bisa bilang wanita itu keras kepala karna saat kita bicara pada orang yang sedang jatuh cinta apapun nasihat yang di berikan tak pernah masuk kedalam otaknya.


.

__ADS_1


.


.


"Huft.. huft... huft... " deru napas tersengal dan berat dirasakan oleh Pangeran saat ada seseorang yang memeluknya dari belakang. Ia tersenyum sebab tahu siapa yang melakukan hal tersebut.


"Aku tak terlambat kan?" tanya Senja yang masih menempelkan wajahnya di punggung Pangeran, tangan yang melingkar di perut pun di usap pelan oleh pria itu.


"Tidak, aku masih ada waktu 20 menit," bawah Pangeran.


Ia melepas pelukan Senja lalu memutar tubuhnya, tapi tentu tak sampai disitu sebab ia langsung menarik Senja untuk masuk kedalam dekapannya.


"Terima kasih sudah mau datang, meski aku tak menjajikan untuk kembali tapi ku harap kita bisa saling menyapa di lain waktu meski dengan keadaan yang jauh lebih berbeda," ucap Pangeran dengan nada lirih seperti ada yang tertahab dalam dadanya.


Senja hanya diam, tak sekalipun ia bertanya tentang tentang apa yang tak pernah ia pahami dari semua perkataan Pangeran yang terkesan Ambigu.


"Masih ingat pesanku?" tanya Pangeran yang semakin mengeratkan pelukan.


"Apa?"


"Jangan menungguku," jawabnya sedih karna bukan ini yang ia ingini. Bersama seperti sekarang adalah impiannya selama 10 tahun sejak awal ia jatuh cinta pada Senja.


Tapi saat cinta tumbuh kian dewasa dan tenang semua di buat menyakitkan dengan bisikkan hati yang mengatakan jika mereka tak akan pernah bisa bersama.


.


.


.

__ADS_1


Aku tak akan menunggumu, pergi dan datang lah sesuai kata hatimu.. aku tak kemana mana, kamu tahu di mana harus menemuiku...



__ADS_2