Pangeran Senja

Pangeran Senja
Adegan Berbahaya


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Bikin kamu dulu kaya gimana???"


Pangeran yang mendengar permintaan Senja hanya bisa membuang napas kasar, tak menyangka jika Si ibu hamil itu akan membahas hal serupa itu lagi.


"Emang apa bedanya sih, Sen? perasaan cara bikin anak tuh sama aja," sahut Pangeran.


"Tapi aku mau yang kaya kamu, Ran. Pokonya harus pipinya bulet matanya bulet sama---,"


"Botak! iya?" potong Pangeran yang langsung membuat Senja tertawa.


"Bukan aku loh yang ngomong," Kekeh menantu Bramasta tersebut.


Pangeran yang sudah waktunya mandi pun bergegas untuk membersihkan diri. Semenjak Senja hamil ia tak terlalu sibuk di kantor tapi tetap datang setiap hari meski hanya untuk menandatangi beberapa berkas penting, karna untuk meeting selagi bisa di wakilkan oleh Asistennya ia akan memilih untuk pulang.


Pangeran selalu khawatir dengan kebiasaan Senja yang kini bisa tidur dengan waktu yang lama. Jika tak di bangunkan untuk makan, istrinya akan benar-benar terbuai dalam mimpi sampai bangun sendiri. Sedangkan Mommy tak seberani itu.


Sarapan pagi selalu di isi dengan obrolan ringan yang kadang seputar pekerjaan yang di tanyakan Daddy Andra pada putranya tersebut.


"Jadi nanti yang keluar kota siapa?" tanya Mommy yang mendengar sendiri obrolan suami dan anak tunggalnya.


"Kita," jawab Daddy Andra, mommy yang mendengar hal tersebut langsung mengernyitkan dahi.

__ADS_1


"Kok kita?" tanya wanita paruh baya tersebut.


"Hem, kita. Aku pagi sampai sore kerja, sisanya kita bulan madu," jelas Daddy Andra dengan senyum penuh arti.


"Bulan madu apa? aku gak suka bulan madu sama kamu," cetus Mommy sambil mencibir, dan itu membuat suaminya merengut kesal.


Bulan madu yang sesungguhnya memang menghabiskan waktu berdua, tapi yang di lakukan pria itu memang menyebalkan karna ia dan istrinya tak akan sama sekali beranjak dari atas ranjang. Keduannya akan terus mengulang hal yang sama hingga waktu bulan madu selesai.


"Loh, kenapa? bukannya enak ya?" tanya Senja, versi bulan madu bagi wanita itu jelas berbeda.


"Enak buat Si Daddy," cibir Mommy Viana kearah suaminya.


Pangeran yang mendengar perdebatan orang-tua dan polosnya Sang istri hanya terkekeh kecil, tentu ia tahu Honeymoon membosankan ala-ala Daddy nya yang tak jauh dari aksi memanjakan Si jendolan.


Si calon ayah yang sedang di banggakan pun tersenyum lebar, saat itu ia memperlakukan Senja bak Ratu sungguhan yang dilayani dan di manjakan 24 jam.


"Kita nanti mau lagi kan, Ran?" tanya Senja langsung.


"Kapan?" tanya balik Pangeran yang bingung pasalnya tak pernah ada rencana apapun untuk mereka pergi jauh dalam keadaan Senja hamil di trimester kedua ini.


"Nanti lah, kalau pas aku udah lahiran, terus kan nanti bulan madu lagi, buat anak kedua."


"Itu aja yang di perut belum brojol, Sen," timpal Daddy, ia mendadak kesal karna kalah jago dari Pangeran jika sampai Senja bisa hamil anak kedua ketiga dan ke empat sampai seterusnya.

__ADS_1


"Iya, nanti kesana lagi ya, Sayang. Urus aja dulu yang ada di perut kamu, Ok."


"Hem, tapi mau kaya kamu ya, ayo cepetan tanya cepetan," pinta Senja lagi, entah ini ngidam atau apa yang jelas Pangeran hanya bisa membuang napas kasar.


"Tanya apa?"


"Senja pengen anak kita mirip kaya aku pas bayi, dia pengen tahu cara bikinnya gimana?" tanya Pangeran pasrah.


Mommy dan Daddy langsung saling pandang, mereka tak percaya jika Pangeran akan bertanya hal seperti itu karna kejadian 25 tahun lalu tentu tak ada manis manisnya apalagi indah untuk di kenang meski nyatanya menghasilkan seorang Pangeran.


"Daddy, kok diam aja? cara bikinnya sama kan?"


"Beda!" jawab Mommy cepat dan sedikit pantang.


"Bedanya?" tanya Pangeran dan Senja.


.


.


.


Pokonya itu adegan berbahaya, tidak layak di tiru.

__ADS_1


__ADS_2