
🍂🍂 Part 34 🍂🍂
"Darren! ada apa?" tanya Mama yang baru keluar dari kamarnya, wanita itu kaget luar biasa karna sepagi ini sudah di ruang tamu atau mungkin tepatnya di balik pintu.
"Eh, mama. Gak ada apa apa, Mah," jawab Darren sambil terbata-bata karna pertanyaan mama barusan cukup mengejutkan baginya yang sedang mondar mandir bagai setrikaan.
"Gak apa apa gimana? lagi nunggu Catering?"
"I--iya, Mah. Darren nunggu Catering, Darren laper," jawabnya lagi semakin panik lalu mengikuti langkah sang Mama ke arah dapur.
"Memang si Menul janji pulang kapan? awas nanti dia kabur!" kata Mama sambil menarik kursi meja makan lalu menuangkan air putih ke dalam gelas hingga hampir penuh.
"Hem, hari ini, tapi entah kapan pastinya, semoga pagi sebelum aku berangkat kerja," jawab Darren yang raut paniknya tadi berubah dengan senyum kecil di ujung bibirnya.
"Memang kalau si Menul datang setelah kamu ke kantor kenapa?" tanya Mama bingung.
__ADS_1
"Hah?!"
.
.
ShaQuenna yang akan kembali ke Apartemen Darren masih berpelukan dengan Daddy Andra, ia sengaja menunggu Papa dan Mamanya pergi dulu agar tak banyak melakukan drama kebohongan.
"Janji akhir bulan ini Risegn ya, Mbul," mohon Daddy Andra yang semakin mengeratkan pelukannya pada sang cucu perempuan satu-satunya. Entah punya dosa apa, hingga mak othor hanya memberikan keturunan yang hanya seuprit pada keluarga Bramasta.
"Iya, Dadd. Nanti dapet atau gak dapet Mbul pulang ya," jawabnya meski ragu karna semakin hari cintanya tumbuh bersemi hanya saja ada calon Mama mertua yang kadang merusak momen kebersamaannya dengan Darren jika sedang main drama pembantu dan majikan.
"Darren pasti di pelet, Mbul yakin itu," tegasnya dengan penuh percaya diri.
"Hust, jangan suka Patonah, Pamali," sahut Daddy Andra sambil mencubit gemas pipi ShaQuenna yang sudah menjadi mahasiswi, tapi pria itu masih saja memperlakukannya seperti anak bayi dimana dulu sering di tinggal oleh Pangeran Senja karna kesibukan di luar, jadi tak salah jika mereka teramat sangat dekat selama ini.
__ADS_1
"Aku kenalnya Bumali, kang gorengan depan kecamatan," jawabnya sambil terkekeh.
Pelukan yang semakin erat itu perlahan terurai, Daddy Andra mau tak mau melepas ShaQuenna untuk kembali ke unit Apartemen calon cucu mantunya yang masih terus di Amiinkan demi kebahagiaan hasil kerja keras Si Jambrong dan Si Kribo yang nyatanta tetap kekeuh hanya ingin dengan Darren si pemilik ketiak mulus dan harum
"Mbul pamit ya, mommy dan Daddy baik baik ninggu Mbul pulang , jangan kirim makanan lagi, disana banyak kok buah dan kue," pesannya yang selalu tercukupi perihal isi perut.
Pasangan itu pun hanya mengangguk, dan tak lupa memberi banyak nasihat terutama jika ShaQuenna sedang berada di dapur, usahan untuk tidak dekat dengan kompor dan juga pisau.
"Tenang, semua rebes! pokok yang Mbul disana cuma nungguin Darren pulang kerja," jawabnya sambil tertawa tentu hanya demi membuat pasangan baya itu tenang melepas kepergiannya.
"Baguslah, jangan macam macam dan jaga dirimu baik baik!"
.
.
__ADS_1
.
Kalau itu gak janji, karna banyak kesempatan buat Khilaf....