Pangeran Senja

Pangeran Senja
Pembantu TAJIR untuk TUAN MUDA


__ADS_3

            🍂🍂 Part 42 🍂🍂


"Ada, Tuan mau?" tanya si pembantu jadi jadian dalam mode menggoda.


Darren yang semakin di buat salah tingkah, langsung menggeser sedikit duduknya, ia tak ingin kejadian di luar dugaan terjadi meski sepertinya ia akan menerima dengan senang hati setelah kegagalan kemarin perkara teman si Agus.


"Tapi yang paling enak buat sekarang itu Rujak buah dulu ya, Nul. Rujak yang lainnya nyusul," kata Darren yang tak kuat lagi untuk tidak sambil tersenyum saat bicara.


"Ih, kok ada kacangnya?" tanya Shaquenna yang kaget melihat si penampakan sambal yang tak seperti ia makan biasanya, cukup gula merah dan cabai saja serta sedikit garam.


"Kamu gak suka?" tanya balik Darren yang di iyakan, lagi lagi si pembantu jadi jadian tak tahu diri tersebut memasang wajah sedih setelah tadi cukup sumringah setelah sang majikan pulang membawa sebungkus rujak buah.


"Untung tadi gak saya campurin semuanya, nanti ya saya pisahin dulu," ucap Darren yang dengan sangat sabar menyisihkan si kacang kacang yang memang masih terlihat agak kasar.


Pemandangan serius itu tentu sangat di nikmati oleh Shaquenna yang sebelum menjadi Minul ia tak pernah melihat Darren semanis dan sesabar ini. Hati wanita mana pun pasti akan berbunga-bunga jika diperlakukan seperti yang Darren lakukan sekarang padanya.


"Tinggal sedikit, ayo dimakan." Darren yang mengambil sepotong buah mangga lalu di makannya, gigitan pertama membuat pria tampan berdagu belah tersebut meringis karna asam.


Sedangkan ShaQuenna langsung tertawa melihat ekspresi Darren yang menurutnya itu sangat sangat lucu.


"Tunggu, aku ambilkan minum dulu," kata ShaQuenna sambil bangun dari duduknya di lantai, sedangkan Darren buru buru mengeluarkan lagi si mangga dari mulutnya.

__ADS_1


"Ya ampun! malu banget di depan Si Minul kaya tadi," ucapnya yang benar-benar malu karna itu pasti adalah tampang terburuk seumur hidupnya di depan wanita manapun dan tak perduli itu seorang pembantu sekalipun.


Darren mengusap wajah kasarnya dan ia kembali kaget saat segelas air putih sudah ada di depan muka.


"Terima kasih, mangganya asam sekali, jangan di makan ya," pesan Darren setelah ia meneguk air putih hingga setengah gelas.


"Hem, aku mau jambu sama nanas nya aja."


"Bengkuang sama pepaya aja, ini manis untukmu," cegah Darren yang memisahkan si buah untuk ShaQuenna.


"Enggak ih, kok rujakan pake yang manis semua," protes gadis aneh tersebut.


Saking khawatirnya ia tak ingin si Minul sampai sakit perut karna ulah si rujak. Darren yang benar benar melarang akhirnya membuat Si Minul pasrah juga. Ia menurut untuk makan apa yang sudah di sisihkan untuk nya meski sambil menggerutu kesal.


"Huft, kok lama-lama pedes banget ya? tadi enak loh," ucapnya yang mulai mengeluh karna serasa lidahnya kini terbakar habis.


Buliran keringat di kening pun mulai di usap oleh tangan Darren sendiri beserta anak rambut yang menghali wajah yang di akui Darren memang jauh dari kata cantik.


"Kan sudah saya bilang, itu hukuman untukmu yang tak mau menurut juga," sindir Darren karna pembantunya sesekali mengambil buah yang tidak di peruntukkan untuknya.


"Tapi bagianku habis!"

__ADS_1


Darren yang tersenyum melakukan hal yang sama seperti yang Si Minul lakukan yaitu memberi air minum yang pasti itu bekasnya.


"Nul--," panggilnya lagi yang kali ini suaranya jauh lebih serius.


"Apa?"


.


.


.


Temani saya ke luar kota ya...



Siap grak pokonya, Bang 🤣🤣..


Jangankan ke luar kota... ke KUA juga si Minul mau noh 😂😂..


Tolong abis ini itu pembantu naek jabatan ya jadi asisten pribadi 🙄🙄

__ADS_1


__ADS_2