
🍂🍂🍂 PART 13 🍂🍂🍂
"Mbul eh Minul," jawab si pembantu jadi jadian yang membuat wanita di depannya itu bingung.
"Nama yang aneh, ada kejadian apa saat kamu lahir? Sampai orang tua mu memberi nama Menul?" tanya wanita yang tak lain adalah ibunya sang majikan, Darren.
"Menul?" gumam Shaquenna sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Ia yang berjalan di belakang wanita tadi berhenti juga saat saat sampai dapur.
"Nak, Darren, kamu pakai Pembantu sekarang?" tanya mamanya yang aneh karna setahunya sang putra dulu tak ingin ada orang asing di unit apartemennya.
"Iya, Mah. Terpaksa karna di paksa," jawab Daren sembari melirik kearah gadis aneh dibelakang sang Mama.
Shaquenna yang mendengar alasan Darren pun tak terima, ia langsung mendengkus kesal namun itu malah membuat majikannya senyum senyum tak jelas.
Mama yang sudah duduk di meja makan meminta Shaquenna untuk membuat kan minum, dan untungnya wanita itu tak sampai meminta yang aneh aneh hingga Shaquenna bisa terselamatkan lagi.
Segelas jus jeruk pun sudah di hidangkan olehnya, kini saatnya Shaquenna pamit ke kamar nya karna tak ingin menguping pembicaraan ibu dan anak tersebut meski jiwa penasaran nya kini sedang meronta ronta.
__ADS_1
"Bagaimana? Gadis yang Mama kirimkan fotonya itu cantik kan? dia sangat cocok untuk mu, Nak," rayu Mama dengan sedikit memohon.
"Semua wanita terlahir cantik, Mah," jawab Darren yang sebenarnya malas menanggapi dan membahas perihal calon istri untuknya itu.
"Tidak, tak semuanya cantik, buktinya si Menul," jawab Mams sambil berbisik pelan.
Darren yang mendengar hal tersebut hanya bisa mengernyit kan dahinya bingung sendiri.
"Siapa Menul?" tanya Darren.
"Pembantumu itu loh, Menul kan?" tanya balik Mama untuk memastikan.
"Minu, Mah. M I N U L," jawab Darren yang kali ini terkekeh geli sendiri setiap menyebut nama pembantu jadi jadiannya tersebut.
Darren tentu tak suka dengan pernyataan yang di berikan sang Mama, meski jauh dari dasar hatinya ia juga setuju akan hal tersebut.
Mama yang terus memaksa akhirnya di iyakan juga, Darren setuju bertemu dengan gadis yang entah sudah ke berapa di sodorkan padanya yang terjebak oleh cinta masa lalu.
"Tapi aku gak janji ya, Mah. Menikah itu bukan satu dua hari, Mama hanya membantu ku mencari, karna untuk memilih tentu tetap aku yang melakukan nya," tegas Darren, masalah pasangan masa depan, ia tak ingin ada yang ikut campur sekalipun orang tua nya.
__ADS_1
"Kamu tenang saja, semua gadis pilihan mama adalah yang terbaik, kamu tak akan rugi jika memilih salah satunya," jawab Mama dengan sangat antusias sebab ia senang dengan sikap menerima dari putra nya itu.
"Mama mau menginap?" tanya Darren.
"Iya, Mama akan pulang setelah kalian bertemu nanti, karena Mama tak sabar ingin mendengar ceritamu."
Darren tertawa kecil dengan tingkah Mama, wanita itu benar-benar tak sabar ingin pamer menantu pada teman teman dalam genk sosialita nya.
"Hem, ya sudah. Nanti biar Minul yang bereskan kamar untuk Mama."
"Ok, biar Mama panggil kan dia, sekalian siapkan air hangat untuk Mama mandi," ucapnya yang di iyakan oleh Darren.
"Menuuuuuuul--," teriak Mama yang cukup lumayan keras. Namun, sudah satu dua tiga kali memanggil nyatanya tak ada jawaban juga.
"Kemana pembantumu itu?" tanya Mama lagi dengan ekspresi bingung.
.
.
__ADS_1
.
Entahlah, dia memang sering tak sadar saat di panggil, Mah...