Pangeran Senja

Pangeran Senja
Lolipop..


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Tak seperti rencana awal, mereka yang tadinya akan ke tempat Bunda beberapa hari lagi nyatanya di majukan sekarang karna Daddy Andra mendadak ada kunjungan ke luar kota yang tak bisa ia batalkan. Pria itu tak mungkin juga membiarkan istrinya pergi meski di antar oleh anak dan menantunya, sebab baginya pantang jika harus berjauhan dengan wanita halalnya tersebut.


"Begini aja, gak apa-apa?" tanya Senja saat ia berdiri di depan cermin yang memperlihatkan tubuhnya yang langsing dan tinggi, sungguh sangat serasi jika sedang berdampingan dengan Pangeran.


"Memang kamu maunya gimana?" tanya balik Sang suami yang langsung memeluk dari belakang.


"Kita mau ke PonPes loh," sahut Senja yang ragu dengan apa yang ia kenakan sekarang.


"Ini sudah lebih dari sopan, Sayang. Kalau mau pake Hijab ya tambah cantik sih. Tapi terserah kamu," balas Pangeran yang tak pernah mau memaksa.


Menurutnya asal keluar rumah tetap dalam keadaan rapih dan tertutup ia tak pernah masalah kecuali hanya di depannya, barulah di wajibkan tampil seksi dan menggoda bahkan jika bisa tak perlu pakai apa apa.


Senja adalah Senja, sudah di katakan oleh Pangeran jika rasa nyaman dan bahagia wanita itu adalah prioritasnya yang paling utama. Selagi tak keluar aturan biarlah ia melakukan apapun yang membuat bibirnya terukir senyum.


"Ya sudah, begini saja. Tapi aku tetap bawa untuk antisipasi ya," kekeh Senja yang di balas anggukan pelan dari suaminya.


"Kok aku pengen ya, kamu wangi banget sih, " bisik Pangeran, dagunya yang tadi ia letakkan di bahu kanan Sang istri justru kini malah menyusup lembut ke ceruk leher Senja, ia sesap pelan agar tak meninggal kan bekas kemerahan. Karna tempat untuk mengukir semua itu cukup di bagian dada saja.


"Jangan macam macam!"


Senja langsung mengurai pelukan suaminya sebelum tangan pria itu semakin nakal menjelajahi setiap inci lekuk tubuhnya yang mulus dan putih.


"Hey, mau kemana?"


"Ayo, pergi. Jangan sampai Daddy terus meledekmu sepanjang jalan nanti," sahut Senja yang terus melangkah lalu membuka pintu dan beberapa detik kemudian ia hilang dari pandangan Pangeran.


"Sensi banget sih, Brong. Bangun lagi bangun mulu bangun terus!" gerutunya sambil mengusap

__ADS_1


lawan Si Kribo yang sempat bergeliat dibalik celananya.


Pangeran pun lekas menyusul Sang istri ke lantai bawah yang ternyata sudah berkumpul di teras depan rumah.


"Udah nih?" tanya Daddy Andra memastikan jika tak ada lagi yang harus di bawa.


"Udah, kan cuma bawa badan," sahut Mommy Viana.


"Bawa cinta juga untukmu, Sayang," timpal Daddy Andra yang langsung mencium pipi istri.


Preet..


Pangeran yang sering di buat BaPer oleh sikap dan tingkah kedua orang tuanya hanya bisa meledek lalu bergegas masuk kedalam mobil.


"Sirik aja, Ndut."


Senja yang terbiasa dengan perdebatan suami dan ayah mertuanya hanya bisa senyum senyum apalagi jika Mommynya sudah ikut menimpali, entah keluarga macam apa ini yang setiap hari ada saja ke konyolan yang di perlihatkan.


"Kita pulang pergi atau nginep sih, Mom?" tanya Pangeran setelah Si kereta besi sudah keluar dari komplek perumahan mereka.


"Entah, kalau cape ya nginep, besok baru balik sini. Tapi kalau Bunda mau langsung ya terpaksa pulang malam nanti," sahutnya di kursi belakang bersama Sang menantu.


Perasaan Senja kini berdebar hebat, ini adalah pertama kalinya ia datang menemui Bunda dan wanita itupun akan ikut bersama mereka. Entah harus bagaimana ia bersikap agar terkesan baik dan sopan di hadapan wanita tersebut. Memang tak ada hubungan darah sama sekali, apalagi semenjak Ayah meninggal karna Bunda hanya istri kedua yang tak lain adalah ibu sambung Mommy, tapi bukankah tak pernah ada istilah belajar orang tua atau anak?


.


.


Perjalanan di tempuh dengan jarak yang cukup memakan waktu sebab tak di sangka ada sebuah kecelakaan tepat di pintu keluar tol.

__ADS_1


Meski tak macet parah karna ada polisi yang sigap mengatur jalan tapi tetap saja semua mobil jadi jalan merayap dan berhenti beberapa kali.


"Kamu sudah bilang Bunda kalau kita akan sampai terlambat, Mom?" tanya Daddy pada istrinya.


"Sudah, aku sudah jelaskan jika ada kecelakaan. Aku juga tak mau Bunda menunggu dengan rasa khawatir disana," jawab Mommy. Mendengar itu sedikit membuat hati Senja mencelos.


Satu hal yang kadang itu adalah hal sepele namun begitu berarti bagi yang sedang menunggu. Padahal nyatanya itu hanya sebuah kabar, tapi mampu melegakan perasaan.


Mereka yang datang tentu tak serta merta dengan tangan kosong, ada beberapa oleh-oleh yang di bawa untuk buah tangan, dan itu tentu bukan dalam jumlah yang sedikit, bisa di buktikan dengan seringnya mobil menepi di berbagai toko yang di lewati.


Seperti saat ini, Senja yang baru turun dan masuk di gandeng Pangeran untuk ke tempat dimana toko tersebut banyak menjual aneka kue kering dan coklat.


"Mau yang mana, Sen?" tanya Pangeran saat keduanya masih memilih dan memilah untuk mereka sendiri.


"Gak tahu, semuanya kok berasa enak ya," sahut Senja.


"Mau semua?" tawar pria itu lagi yang langsung dijawan dengan gelengan kepala.


"Enggak, cukup yang ini dan ini saja."


"Mau sekalian yang ini juga gak?" tanya Pangeran sambil memperlihatkan permen bergadang yang pastinya sangat manis.


"Emang aku anak kecil makan Lolipop," cetus Senja yang tertunya tak punya pikiran apapun.


.


.


.

__ADS_1


Buat latihan, Sayang...


__ADS_2