Pangeran Senja

Pangeran Senja
Ranjang PerawAN.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Drama celap celup hingga menyembur bersama sudah beres di lakukan oleh Si jambrong dan Si kribo dalam pertemuan pertama kali mereka. Keduanya lemas bersama dengan keadaan polos tanpa apapun.


Semua di lepaskan satu persatu oleh Pangeran agar bisa leluasa menikmati setiap inci tubuh wanita tercinta. Meski hasrat dan napsu begitu sangat menggebu tapi bukan berarti lupa dengan cinta yang tersemat dalam relung sanubari. Dan itu bisa di lihat saat Si Jambrong ingin masuk lebih dalam kearea intim Si Kribo yang memiliki jalan licin namun tetap sulit di terobos begitu saja, padahal saat itu keduanya sudah banjir oleh keringat dari tubuh masing masing-masing yang di buat penasaran.


Bagaimana tidak, sensasi yang di rasakan oleh sepasang manusia yang baru halal itu sungguh luar biasa. Bukannya berhenti karna seolah usaha jadi sia sia, mereka malah semakin genjar ingin menerobos pertahanan sebuah kesucian yang tak ternilai harganya.


"Capek ya?" bisik Pangeran setelah menuntup tubuhnya dan tubuh Senja dengan selimut tebal yang berserak di lantai bersama baju juga bantal.


"Hem, perih banget, Ran."


Senja yang meringis dengan mata terpejam membuat Pangeran ingin berbagi rasa sakit itu dengannya andai saja bisa. Karna, dalam urusan Ranjang Perawan hanya pihak istri yang merasakan sakitnya dan itu jelas sekali terlihat dari raut wajah Sang istri saat ini setelah ia mempersembahkan miliknya yang paling berharga dan paling ia jaga selama 25 tahun.


"Maaf, tapi memang prosesnya seperti itu, tak mungkin aku salah jalan," ucap Pangeran sambil mengeratkan pelukan.


"Iya, aku tahu. Hanya saja aku tak mengira akan sesakit ini," jawab Senja.


"Aku juga, apa karna ukurannya yang besar?" tanya Pangeran keheranan sendiri.

__ADS_1


"Entahlah, aku hanya tahu punyamu. Aku tak bisa membandingkannya dengan yang lain," sahut Senja lagi yang kini sudah membuka kedua matanya.


"Ran, rasanya masih saja mengganjal," lanjuta Nona Bramasta tersebut.


Ya, nama Biantara kini sudah tergeser dengan nama keluarga suaminya. Tak hanya Senja, karna keturunannya kelak pun akan memakai nama belakang Bramasta.


"Apaa yang mengganjal? sudah jelas aku sudah mencabutnya," jawab Pangeran sambil menggoda.


"Entah, aku bilang kan tadi sepertinya dan ini sangat tak nyaman sekali," timpal Senja lagi yang kini membuat Pangeran tertawa.


"Ya sudah biar aku coba mengusir rasa itu," kata Pangerannya yang malah justru kini ada di atas tubuh Senja lagi.


"Kamu mengulangnya lagi, Ran!" kata Senja yang menggit bibir bawahnya.


Rasanya begitu penuh dan sangat terasa hingga Senja merasa entah sudah sebesar apa miliknya kini yang sudah berhasil di acak acak oleh si daging tak bertulang punya suaminya.


"Masih sakit?" tanya Pangeran saat berhasil silaturahmi lagi dengan susah payah.


"Sangat," jawab Senja yang reflek menutup kedua matanya yang ingin menikmati lagi bagaimana Si. daging yanh bertemu daging begesekan secara nyata.

__ADS_1


"Nikmati saja sekarang, semakin sering akan semakin terbiasa. Kelak, hanya erangan dan desah Aan yang menjadi saksi."


Tak ada jawaban dari Senja, seperti apa yang di katakan suaminya barusan ia harus menikmati apa yang akan jadi biasa untuk mereka bedua setelah ini.


.


.


.


Sen, ganti gaya mau ya...



Assalamu'alaikum.


MashaAllah, meski hari raya kalian semua masih sempetin baca cerita yang sudah teteh tulis hari ini.. Sehat sehat ya para Pasukan Gajah 😘😘😘


Haturnuhun pokona mah.

__ADS_1


__ADS_2