Pangeran Senja

Pangeran Senja
Bangun yuk...


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Tunda gimana? siangnya SAH malamnya langsung Silaturahmi," jawab Senja yang ingat lagi drama Ular estetik yang di bilang suaminya malam itu, jika ia punya yang polos, panjang dan berutat. Tak suka membelit tapi bertugas untuk sembur sembur untuk berkembang biak.


Kode yang di berikan Pangeran sungguh membuat otak Senja berputar semakin pusing, karna yang tersangkut dalam pikirannya tentu ulatr sungguhan yaitu peliharaan Pipih Adam dan juga kakaknya.


Tapi Sayangnya semua itu terpatahkan saat Pangeran memperlihatkan miliknya yang tegang sempurna dan pastinya BERJAMBRONG.


"Hayo, kenapa senyum senyum?" goda Mommy yang langsung membuat Senja terlonjak kaget.


"Mom, ih." Senja sampai mengusap dadanya sendiri dengan wajah merah menahan malu.


"Pasti lagi inget yang manis manis kan?"


"Eh, enggak, Mom. Hem, itu--."

__ADS_1


Belum Senja meneruskan ucapannya karena ia masih mencari alasan, ibu mertuanya malah tertawa. Sebelum Senja tentu ia yang lebih dulu berpengalaman. Meski jauh dari kata indah dan tak layak di contoh namun setelahnya tetap saja menyenangkan. Siapa sangka, dari pemerkosaan halal tersebut jadilah Pangeran tampan yang kini beristrikan wanita cantik yang pastinya juga dari keluarga baik baik.


"Semoga kalian terus berbahagia ya, Mommy ikut senang karna Pangeran kini telah bebas dari rasa--,"


"Rasa apa, Mom?" tanya Senja yang memotong ucapan Mommy.


Senja tak pernah tahu bagaimana sebenarnya hubungan Pangeran dan Putri. Ia hanya tahu pria itu masih sangat mencintainya tapi tentang bagaimana watak Putri sungguh ia tak pernah menanyakan hal tersebut selama ini, Senja pikir itu adalah masalalu suaminya yang tak perlu di kulik kembali karna yang terpenting adalah masa depan yang kini tengah mereka bangun bersama.


"Tak apa, lain kali kita bahas ya, kamu bisa bangunkan Pangeran sebentar lagi kita sarapan bersama," titah Mommy yang hampir saja kelepasan saat bicara barusan.


Senja yang mendapat perintah tentu langsung mengangguk paham, ia bangun dari duduknya lalu bergegas kembali masuk ke dalam kamar.


Cek lek


Senja masuk kedalam dengan langkah pelan sebab Pangeran masih terlelap, Senja tak tahu jika suaminya itu tidur di waktu subuh menjelang akibat perkataannya yang membuat pria itu uring uringan tak jelas.

__ADS_1


"Mandi dulu deh sebentar mumpung masih tidur," gumamnya pelan yang langsung melanjutkan langkah kearah kamar mandi.


Satu persatu piyama tidur panjangnya di buka hingga tubuh ramping mulus miliknya itu polos tanpa apapun. Jika Pangeran melihatnya sudah bisa di pastikan ia akan di sergap dan tak di beri ampun.


Senyum dan tawa kecil pun terukir di ujung bibir Senja saat ia melihat banyaknya tanda merah di bagian dada dan perutnya tapi tentu tidak di bagian leher karna Senja tak mau Pangeran membuatnya disana.


Tak ingin pikirannya kemana mana hingga Si Kribo jadi licin, Senja pun langsung membersihkan diri dengan cepat karna harus bergantian juga dengan Pangeran


Senja keluar lengkap dengan pakaian rapih. Ia memang sudah terbiasa jadi tak perlu pusing saat kini berada di rumah mertuanya karna ia masih tetap jadi dirinya sendiri. Dengan senyum jahil, kini Senja naik keatas ranjang tempat dimana suaminya masih meringkuk, ia bangunkan Pangeran dengan cara memanggil yang tak biasa yaitu bukan dengan namanya.


.


.


.

__ADS_1


Ndut, bangun yuk.. Ntar aku tinggal Abul ya...


__ADS_2