
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
ShaQuuena yang semakin hari semakin lucu dan menggemaskan tentu membuat semua yang melihatnya senang, tangan pun rasanya gatal jika tak mecolek pipinya yang bulat bak bakpao tersebut.
"Akibat ngidamnya sampe maling kentang jadi gini nih," kata Senja yang tak henti menciumi wajah putrinya.
"Gak maling, Sen. Itu tuh dulu pinjem, kan udah di gantiin sama Daddy, satu Truck loh," bela Pangeran yang juga ikut mengenang masa masa menyenangkan sebelum tahu jika istrinya sedang hamil.
"Hem, tapi sayangnya potong gaji," balas Senja lagi dengan memasang wajah pura pura sedih padahal itu hanya untuk meledek suaminya saja.
Pangeran yang tertawa terus memeluk Senja sambil menyusupkan wajahnya ke ceruk leher ibu satu anak itu, ia sengaja melakukannya karna senang mendengar wanita halalnya merajuk memohon ampun untuk di lepaskan.
"Ran, sudah, aku ingin bicara sesuatu padamu," ujar Senja yang langsung membuat suaminya berhenti.
__ADS_1
"Bicara apa?" tanya Pangeran yang sepertinya serius sebab Senja menarik napasnya lebih dulu sebelum ia melanjutkan obrolan.
"Hem, kata Awan kemarin dia bertemu dengan Putri, apa dia kembali kesini?" tanya Senja.
"Awan? dia melihat Putri dimana?" tanya balik Pangeran perihal Sang kakak ipar bertemu dengan mantan tunangannya tersebut.
"Di Cafe dengan seorang wanita, mungkin teman atau saudarinya. Apa kamu tak tahu? bukankah ia masih bekerja di perusahaanmu?"
"Iya, tapi itu bukan urusan dan tanggung jawabku jadi untuk kepulangan Putri aku tak tahu sama sekali," jelas Pangeran jujur seperti biasa.
Lain dengan Pangeran, Senja memang tak pernah dekat dengan wanita itu sejak jaman sekolah hingga terakhir mereka bertemu.
Dan hal yang sama pun akhirnya di lakukan oleh Pangeran untuk benar-benar menjaga jarak dengan Putri demi kehangatan ranjangnya bersama Sang istri. karna cukup sekali saja keduanya sempat salah paham.
__ADS_1
"Hem, baiklah aku hanya bertanya. Tak apa jika kamu tak tahu, bukankah itu jauh lebih baik karna kamu sudah menepati janjimu. Asal kamu tak ada niatan saja untuk sengaja mencarinya disini," ujar Senja lirih. Pangeran memang pernah meyakinkan Senja jika tak akan pernah ada orang ketiga dalam pernikahan mereka entah itu datangnya orang lama atau pun orang baru.
Meski ia pemenangnya, tapi hatinya tetap terbalut rasa takut kehilangan sebab tak ada yang menjamin seorang pasangan akan terus setia hingga akhir hayat karna sampai kapan pun jodoh tetap rahasia Tuhan yang kadang tak hanya satu melainkan lebih dari itu.
"Otakku sudah penuh denganmu dan ShaQuuena, mana sempat memikirkan hal lain kecuali terus mencari cara bagaimana membahagiakan kalian berdua, Sen," jelas Pangeran yang nada bicaranya begitu sangat tenang hingga Senja merasa akhirnya tak perlu ada yang ia khawatirkan sebab apa yang terlontar dari bibir Sang suami bisa ia pegang kebenarannya.
"Bahagiaku sederhana, Sayang." Senja yang sedikit lebih tenang kini menangkup wajah tampan sandaran hatinya itu dengan kedua tangannya sendiri sembari memberi senyum yang selama ini membuat ia terus jatuh cinta berulang kali.
.
.
.
__ADS_1
Aku tahu, tapi aku akan sangat benci pada diriku sendiri jika kamu tak lagi bisa percaya padaku..