
🍂🍂 Part 30 🍂🍂
"Kok celana PapAy basah ya?" tanya Sang Tuan besar Rahardian sambil meraba celananya sendiri.
Huaahahahaaaaaaaaa
Kini, tawa para anak muda itu menggema menertawakan papAy tapi tidak dengan Rain.
"PapaAy! kan sofa Bum ntar bauuuuuuuu," teriak anak bungsu pasangan Samudera Biru.
PapAy yang tahu salah hanya tersenyum simpul lalu meminta Skala memanggil MiMoy.
"Sabar ya, Buuuum, ini ujian," ledek ArXy sambil tertawa kecil juga mengusap punggung sepupunya tapi sang Ahli waris masih saja merengut.
"Minta denda sama PapAy," bisik Heaven yang juga sambil cekikikan.
Dan tak lama, MiMoy pun datang dan langsung menjewer telinga bayi buaya cengeng nya itu untuk keluar dari kamar cucu mereka saat ini.
"Nah, ngompol lagi kan! makanya, kak jangan suka cekikik kan terus, kakak tuh harus inget umur!"
.
__ADS_1
.
.
Rasanya, kini sudah hampir semua orang tahu tentang kelakuan konyol Shaquenna yang sedang menyamar menjadi pembantu seorang Darren Aldrich. Tapi, ia tak akan menyerah apa lagi pria itu sekarang jauh lebih baik padanya tak seperti pada Shaquenna dulu.
"Terus mau balik ke Apartemen Darren kapan?" tanya Embun saat membantu sepupunya itu merapihkan diri untuk menjadi Nona Muda Bramasta lagi.
"Besok pagi, kan aku minta liburnya satu hari Full, nanti Ta Buy anter aku pulang ya," pinta Shaquenna.
"Gak! pulang sendiri sana, kalau kita pulang berdua yang ada bikin Uncle sama Onty pusing karna jawabanku sama kamu pasti beda."
Shaquenna yang mendapat penolakan itu pun langsung mengerucut kan bibir tanda kesal, jika sudah begini pastinya ia akan seorang diri menghadapi banyak pertanyaan dari orang tuanya sebab Daddy dan Mommy sudah tahu sejak awal.
Dengan membawa mobil milik Embun,, gadis yang kini sudah kembali cantik tanpa tompel itu pun turun dan masuk ke dalam rumah. Bangunan mewah yang teramat ia di rindukan sebab di dalam sana ia mendapat banyak limpahan kasih sayang.
"Mbul pulaaaaaaang--," teriaknya saat berada di halaman samping karna biasanya Daddy Andra sering ada disana jika di jam jam seperti ini.
Mendengar ada suara dari sosok yang di rindukan, Daddy Andra pun lansung menoleh dan benar saja jika yang di lihatnya adalah cucu satu satunya.
"Mbuuul, ini beneran Mbulnya Daddy?" tanya pria baya itu yang sudah siap menerima pelukan dari anak si Ndut.
__ADS_1
"Iya, Dadd. Ini Mbul," jawab Shaquenna dengan kedua mata yang berkaca-kaca, meski sering melakukan video call tapi rasanya tetap berbeda jika tak bertemu langsung seperti ini sebab tak bisa merasakan pelukan hangat dari Tuan besar Bramasta.
"Mama sama Papa mana? kok mobil nya gak ada?" tanya Shaquenna lagi sebab di garasi tak nampak kendaraan mewah milik orang tuanya.
"Papamu lagi ada urusan mendadak, sedangkan mamamu lagi ke rumah sakit katanya mau anter Mimih," jawab Daddy yang merasa aneh karna rasanya tak mungkin jika Shaquenna tak tahu.
"Oh, aku belum liat ponselku, Dadd."
"Kamu udahan jadi pembantu di Apartemen Darren?" tanya Daddy sambil memperhatikan tubuh cucunya takut jika ada yang terluka.
"Belum, aku lagi libur," jawab Shaquenna.
"Huft, kirain kamu udah resign, udahan ya jadi pembantunya ya, Sayang. Daddy gak bisa bayangin kamu harus nyapu, nyuci, setrika apalagi masak, nanti tangan kamu kasar gimana, Mbuuuul," rayu Daddy Andra sambil meraba telapak tangan Shaquenna.
"Enggak, Mbul gak lakuin itu semua kok, Dadd," jawabnya yang langsung membuat Daddy nya bingung.
"Lalu, kamu ngapain aja di sana?"
.
.
__ADS_1
.
Dengerin calon mertua paduan suara...