
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Sesuai rencana yang di sepakati keluarga, kini mereka pulang ke Negara asal untuk mengurus semuanya yang harus di selesaikan oleh calon pasangan pengantin tersebut. Semua dokumen memang sudah di serahkan tinggal gedung dan surat Undangan yang belum sepenuhnya Deal karna Putri kadang masih ragu untuk memilih padahal waktu mereka tak banyak lagi, ada saja kurangnya bagi wanita yang ingin semua harus tampil sempurna tersebut termasuk Gaun yang sudah beberapa kali di rombak karna merasa tak puas. Dari semua orang yang ikut terlibat dalam pernikahan mereka tentu hanya Pangeran yang paling sabar dan berkali-kali meminta maaf karna memang calon istrinya tersebut harus di turuti segala inginnya sesuai apa yang ia mau.
Kurang lebih 14 jam akhirnya mereka sampai di Bandara Internasional, Mommy dan Daddy berjalan lebih dulu sedangkan Pangeran bersama Putri tetap di belakangnya. Ada perasaan sakit luar biasa yang di rasakan pria itu saat ingat terakhir kalinya ia bersama Senjadi di tempat yang sama.
Ya, terakhir kalinya sebab tak ada niatan untuknya bertemu lagi. Bahkan, Pangeran tak memberi tahu kepulangannya hari ini. Jika memang mereka masih di beri kesempatan untuk saling menatap, ia yakin akan ada waktu dimana mereka bertemu tanpa rencana. Biarlah kata hati yang menuntun keduanya kembali saling berhadapan kelak.
"Kami antar kamu pulang dulu ya, Put," ucap Mommy Viana saat semuanya sudah berada di dalam mobil.
"Iya, Mom," sahutnya sedikit kecewa, tak ada puasnya memang bagi wanita itu untuk selalu bersama dengan Pangeran padahal hampir 24 jam bersama dalam kurun waktu 30 hari di 7 tahun terakhir ini.
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang menuju tempat tinggal orangtua Putri yang tak jauh dari Bandara, maka dari itu ia yang lebih dulu di antar pulang. Putri yang jarang pulang tentu sangat menikmati perjalanannya sebab banyak yang berubah menurut ingatannya.
Hingga tak terasa kendaraan mewah yang ia naiki sudah berada di garasi rumah orang tuanya.
__ADS_1
Dan waktu yang sudah malam itulah membuat dua keluarga cukup sekedar berbasa basi sebentar sambil merencanakan makan siang pada lusa nanti di kediaman Bramasta.
.
.
.
"Besok Mommy mau ke Bunda, kamu mau ikut gak, Ran?" tanya wanita kesayangan Daddynya itu.
Saat masih SMA ia sering kali ke tempat Bunda meski hanya seorang diri, menceritakan tentang Senjanya hingga tak terasa terlelap di atas pangkuan wanita tersebut.
Tapi semenjak menetap di Luar Negeri hanya lewat sambungan teleponlah keduanya tahu kabar masing-masing meski ujung ujungnya Pangeran tetap mencurahkan isi hati tentang kerinduannya pada Senja seperti biasa.
Bunda yang tak lain adalah ibu sambung Mommy Viana memang masih sangat menjaga silaturahmi dengan baik. Wanita berhati lembut itupun nyatanya tak menikah lagi sejak sang suami meninggal. Padahal anak dan menantunya itu paling rajin mengenalkan Bunda pada laki-laki baik mengingat Bunda sangat ingin memiliki anak yang belum ia dapat dari Ayah Mommy Viana.
__ADS_1
"Mau ajak Putri?" tanya Daddy sambil terkekeh.
"Duh, enggak dulu deh. Aku mau bebas sehari," jawab Pangeran dengan menarik napas dalam-dalam dan hembuskan perlahan.
Sikap dari Sang putra itulah yang akhirnya membuat kedua orangtuanya tertawa.
.
.
.
Kasian Si Ndut, Abul yuk Abul..
__ADS_1